Penyakit ini memang tidak menular, tetapi dapat berlangsung dalam jangka panjang dan kambuh sewaktu-waktu jika dipicu oleh faktor tertentu seperti stres, infeksi, atau gaya hidup yang kurang sehat.
Pada sebagian orang, gejalanya bisa ringan, tetapi ada juga yang mengalami kondisi cukup mengganggu hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri.
Karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, hingga cara mencegah psoriasis vulgaris agar kondisi kulit tetap terjaga dan risiko kambuh dapat dikurangi.
Apa Itu Psoriasis dan Mengapa Bisa Terjadi?
Healthline menjelaskan bahwa psoriasis vulgaris merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang kulit. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja terlalu aktif dan memicu proses peradangan kulit.
Akibatnya, proses pergantian sel kulit berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kondisi normal. Jika biasanya sel kulit membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk beregenerasi, pada penderita psoriasis vulgaris proses tersebut dapat terjadi hanya dalam beberapa hari. Sel kulit lama pun menumpuk dan membentuk bercak tebal bersisik di permukaan kulit.
Psoriasis vulgaris dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti:
- Kulit kepala
- Siku
- Lutut
- Punggung
- Telapak tangan
- Kaki
- Area sekitar kuku
Pada kulit berwarna terang, plak yang muncul biasanya tampak merah dengan sisik putih keperakan. Sementara pada kulit yang lebih gelap, warna plak dapat terlihat ungu atau lebih gelap dibanding area sekitar dengan sisik abu-abu.
Gejala Psoriasis Vulgaris yang Perlu Kamu Kenali
Gejala psoriasis vulgaris bisa berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan dan area kulit yang terkena. Namun, merangkum dari Hello Sehat, berikut beberapa gejala umum yang paling sering muncul:
1. Muncul Plak Bersisik pada Kulit
Gejala utama psoriasis vulgaris adalah munculnya bercak tebal atau plak pada kulit. Plak ini biasanya terasa kasar, bersisik, dan dapat menyatu menjadi area yang lebih luas.
2. Kulit Kering dan Pecah-Pecah
Kulit yang terkena psoriasis sering kali menjadi sangat kering hingga pecah-pecah. Pada beberapa kasus, kulit bahkan bisa terasa nyeri dan berdarah.
3. Rasa Gatal dan Sensasi Terbakar
Banyak penderita psoriasis vulgaris mengalami rasa gatal yang cukup mengganggu. Selain itu, kulit juga dapat terasa panas atau seperti terbakar, terutama saat kondisi sedang kambuh.
4. Perubahan pada Kuku
Psoriasis tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga kuku. Kuku bisa menjadi lebih tebal, muncul lubang kecil, berubah warna, atau menjadi lebih mudah rapuh.
5. Nyeri dan Bengkak pada Sendi
Sebagian penderita psoriasis vulgaris juga dapat mengalami radang sendi yang disebut psoriatic arthritis. Kondisi ini menyebabkan sendi terasa nyeri, kaku, hingga bengkak.
Dampak Penyakit Ini terhadap Aktivitas Sehari-hari
Gejala psoriasis vulgaris bukan hanya memengaruhi kondisi kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan saat belajar, bekerja, hingga berinteraksi dengan orang lain.
Rasa gatal yang terus-menerus dapat mengganggu tidur dan menurunkan konsentrasi. Jika muncul di kulit kepala, psoriasis juga sering membuat penderita merasa tidak nyaman karena serpihan sisik menyerupai ketombe.
Bahkan, pada beberapa orang, bercak kulit yang terlihat jelas juga dapat menurunkan rasa percaya diri, terutama saat menggunakan pakaian terbuka atau berinteraksi dengan banyak orang.
Selain itu, kondisi kulit yang sering kambuh juga dapat memicu stres emosional. Padahal, stres sendiri bisa menjadi salah satu pemicu psoriasis semakin parah. Karena itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan psoriasis vulgaris.
Penyebab Psoriasis Vulgaris
Hingga saat ini, penyebab pasti psoriasis vulgaris belum diketahui sepenuhnya. Namun, para ahli menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya kondisi ini.
1. Faktor Genetik
Riwayat keluarga sangat memengaruhi risiko psoriasis. Jika ada anggota keluarga yang memiliki psoriasis, kemungkinan kamu mengalami kondisi serupa juga meningkat.
2. Gangguan Sistem Imun
Psoriasis vulgaris berkaitan dengan sistem imun yang terlalu aktif. Kondisi ini membuat sel imun menyerang sel kulit sehat sehingga memicu peradangan kronis pada kulit.
3. Stres
Stres menjadi salah satu pemicu psoriasis yang paling umum. Tekanan emosional dapat membuat gejala psoriasis semakin parah atau memicu kekambuhan.
4. Cedera pada Kulit dan Infeksi
Luka, goresan, atau iritasi kulit juga dapat memicu munculnya plak psoriasis di area tertentu. Selain itu, beberapa jenis infeksi, terutama infeksi tenggorokan akibat bakteri streptococcus, dapat memicu psoriasis pada sebagian orang.
5. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat memperparah peradangan pada tubuh sehingga psoriasis lebih mudah kambuh.
Pengobatan Psoriasis Vulgaris
Menurut Revival Research Institute, pengobatan psoriasis vulgaris biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Dokter dapat merekomendasikan beberapa metode berikut.
1. Obat Oles (Topikal)
Dokter biasanya memberikan krim kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat dengan kandungan vitamin D atau vitamin A sintetis.
2. Fototerapi
Fototerapi dilakukan menggunakan paparan sinar ultraviolet di bawah pengawasan medis untuk membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit.
3. Obat Sistemik
Pada kasus psoriasis yang lebih berat, dokter bahkan dapat memberikan obat minum atau suntik untuk mengontrol sistem imun tubuh.
4. Perubahan Gaya Hidup
Mengatur pola hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan psoriasis vulgaris agar gejala tidak mudah kambuh.
Cara Mencegah agar Tidak Mudah Kambuh
Walaupun psoriasis vulgaris tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, kamu tetap bisa mengurangi risiko kekambuhan serta menjaga kondisi kulit lebih stabil dengan beberapa langkah berikut.
- Menjaga Kelembapan Kulit. Gunakan pelembap secara rutin agar kulit tidak terlalu kering. Kulit yang lembap cenderung lebih terlindungi dari iritasi.
- Menghindari Makanan Pemicu. Beberapa orang dapat mengalami kekambuhan psoriasis setelah mengonsumsi makanan tertentu. Cobalah mencatat makanan yang dikonsumsi dan perhatikan apakah ada jenis makanan tertentu yang sering memicu kekambuhan sehingga dapat dihindari.
- Mengelola Stres dengan Baik. Kamu bisa mencoba meditasi, yoga, olahraga ringan, atau aktivitas menyenangkan lainnya untuk membantu mengurangi stres.
- Berhenti Merokok dan Konsumsi Alkohol. Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
- Menjaga Daya Tahan Tubuh. Istirahat cukup, olahraga teratur, dan pola makan sehat dapat membantu menjaga sistem imun tetap seimbang.
- Menggunakan Produk Perawatan Kulit yang Tepat. Pilih produk perawatan kulit yang lembut dan tidak mengandung bahan keras agar kulit tidak mudah iritasi.
Psoriasis vulgaris memang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan kambuh sewaktu-waktu. Namun, dengan mengenali gejala sejak dini, menghindari faktor pemicu, serta menjalani perawatan yang tepat, kondisi ini tetap bisa dikontrol dengan baik.
Jika gejala mulai mengganggu aktivitas atau semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat dan pola hidup yang lebih sehat, penderita psoriasis vulgaris tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan menjaga kualitas hidupnya.