Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Kenali Kebiasaan-kebiasaan yang Dapat Menurunkan Kekebalan Tubuh

05 Agustus 2021 | Allianz Indonesia
Sistem imun sangat penting bagi tubuh kita khususnya di masa pandemi ini. Tetapi ada juga kebiasaan-kebiasaan yang bisa menurunkan sistem imun lho. Apa saja?

Pandemi COVID-19 menyadarkan banyak orang akan pentingnya memelihara sistem kekebalan tubuh, dimana seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap risiko terinfeksi virus corona. Sistem kekebalan tubuh inilah yang melindungi tubuh dari patogen yang datang dari luar, seperti virus atau bakteri, yang dapat memicu penyakit.

Sistem kekebalan tubuh bisa juga menjadi lebih lemah karena kebiasaan-kebiasaan yang kamu lakukan. Jadi, cobalah menghindari kebiasaan-kebiasaan yang bisa berdampak buruk terhadap sistem imun tubuh berikut.

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang menurunkan kekebalan tubuh

1. Stres berlebihan

Dalam kehidupan masa kini, pikiran tidak hanya datang dari pekerjaan, melainkan juga berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Lihat saja di masa pandemi seperti sekarang ini. Berbagai pembatasan yang diberlakukan pemerintah menyebabkan beban kerja menurun, karena tidak perlu melakukan perjalanan ke kantor dan bisa bekerja dari rumah. Namun yang terjadi, banyak orang tetap dihantui stres. Tekanan itu bisa berasal dari sulitnya menyesuaikan diri dengan rutinitas baru, yang muncul di masa pandemi. Rutinitas baru ini misalnya bekerja sambil melakukan pekerjaan rumah tangga, serta fakta yang menghantui pikiran seputar ancaman COVID-19 yang bisa merenggut nyawa.

Kendati sulit, namun berusahalah untuk mengelola stres di masa pandemi. Karena stres bisa mengurangi zat kimia yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh, seperti hormon adrenalin dan kortisol. Jika kamu terus berada di bawah tekanan, sistem kekebalan tubuhmu bisa terganggu, bahkan rusak.

Salah satu cara mengelola stres adalah rutin melakukan olahraga selama 30 menit dalam sehari. Latihan pernafasan juga akan membantumu mengatasi tekanan.

 

Baca juga: #YUKPAHAMI Apa Saja Klausul Dalam Polis Asuransi Jiwa Unit Link Syariah

 

2. Kebanyakan mengonsumsi gula

Kebiasan mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Mengapa? Karena asupan gula yang berlebihan akan menekan keberadaan microflora, atau bakteri baik di dalam usus. Keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di usus pun terganggu. Situasi ini pada akhirnya akan melemahkan daya tahan tubuh. Ahli kesehatan menyarankan konsumsi gula dalam sehari sebaiknya dibatasi 5% dari energi total atau setara 26 gram gula.

3. Mengonsumsi lemak secara berlebihan

Pola makan yang juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh adalah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan. Asupan lemak yang berlebihan akan mengurangi kemampuan sel darah putih dalam menghalau dan menghancurkan bibit penyakit di dalam tubuh.

Konsumsi lemak yang berlebihan juga akan memicu tubuh melepaskan zat kimia yang bisa mengakibatkan radang. Di tahap berikutnya, risiko yang bisa muncul adalah rusaknya jaringan tubuh.

4. Kurang vitamin dan mineral

Tubuh manusia akan memiliki daya tahan yang lebih baik jika memperoleh asupan vitamin dan mineral yang cukup, dimana hal tersebut bisa didapatkan oleh tubuh dari makanan yang kamu konsumsi. Itu sebabnya, kamu perlu rutin mengonsumsi sayur dan buah.

Sayur, terutama sayuran hijau dan buah, merupakan makanan yang kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, dan asam folat. Agar sistem imunitas mendapatkan nutrisi yang memadai, kamu disarankan rutin mengonsumi sayur dan buah, paling tidak lima kali dalam seminggu.

Selain dari makanan, tubuh manusia juga membutuhkan sinar matahari untuk memproduksi vitamin D. Vitamin jenis ini sangat penting bagi penguatan daya tahan tubuh. Karena itu, jangan lupa berjemur di pagi hari, sebelum pukul 10 pagi, selama 10 menit hingga 15 menit.

5. Pola tidur yang tidak teratur

Sistem kekebalan tubuh seseorang juga tidak lepas dari pengaruh pola tidur yang dijalani. Yang perlu diingat, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh tidak hanya ditentukan oleh durasi waktu tidur, tetapi juga waktunya.

Agar sistem kekebalan tubuh tetap baik, seseorang sebaiknya tidak begadang. Karena tubuh manusia yang mendapatkan waktu istirahat di malam hari, akan memproduksi hormon melatonin. Ini adalah hormon yang berperan untuk meingkatkan daya tahan tubuh, mengatur ritme kerja tubuh, dan menyegarkan kembali ingatan.

Tentu, durasi tidur juga penting. Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu istirahat di kisaran tujuh hingga sembilan jam dalam sehari. Jika waktu tidur kurang dari kisaran jam tersebut, maka seseorang tidak hanya akan merasakan lemas, tapi juga rentan mengalami gangguan psikis seperti depresi. Jadi, agar imun tetap terjaga di masa pandemi, biasakan tidur pada waktunya, yaitu saat malam hari serta paling tidak selama tujuh jam.

6. Kurang berolahraga

Kebiasaan melakukan olahraga secara rutin membawa dampak yang positif terhadap kesehatan tubuh seseorang. Manfaat yang paling terasa ialah, tubuh menjadi lebih kuat dan bugar. Tidak hanya itu, olahraga juga berefek baik pada sistem kekebalan tubuh.

Karena berolahraga secara rutin akan memicu tubuh untuk menciptakan antibodi dan sel-T. Yang terakhir ini adalah sel darah putih yang membantu tubuh untuk melawan virus atau bakteri pembawa penyakit.

Bentuk olahraga yang perlu dilakukan pun terbilang sederhana. Untuk menaikkan sistem kekebalan tubuh, seseorang disarankan berjalan kaki selama 20 menit dan dilakukan selama lima hari dalam sepekan.

 

Baca juga: Membangun Kecerdasan Finansial Anak

 

7. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok, seperti yang diketahui, menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Pasalnya, banyak zat kimia berbahaya, terutama nikotin yang terkandung dalam sebatang rokok. Zat kimia itu akan masuk ke dalam aliran tubuh dan mengganggu respon sistem kekebalan tubuh. Merokok juga akan menguras antioksidan yang diperlukan tubuh, seperti vitamin C. Akibatnya, seorang perokok akan lebih rentan terhadap patogen dari luar.

Dalam jangka panjang, kebiasaan merokok juga bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Alih-alih melindungi, ia justru merusak organ penting, seperti paru-paru.

8. Menenggak minuman beralkohol dalam jumlah besar

Minuman yang mengandung alkohol juga bisa membawa dampak buruk terhadap sistem kekebalan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Minuman yang mengandung alkohol dalam jumlah banyak bisa menggerus lapisan pelindung di mulut dan kerongkongan. Jika ini terjadi, virus dan bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang.

Jika seseorang tetap ingin menikmati minuman berlakohol, disarankan untuk membatasi konsumsinya. Bagi wanita disarankan hanya menenggak minuman beralkohol segelas dalam sehari. Sementara jumlah konsumsi yang diizinkan untuk seorang pria adalah dua gelas per hari. Hal tersebut untuk menghindari agar sistem kekebalan tubuh tidak terganggu.

 

Baca juga: Sering Berkendara dan Hobi Sepeda? Kamu Perlu Asuransi Kecelakaan Diri

 

Semoga kini kamu semakin paham kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Agar pikiran tenang dan terhindar dari stress di masa pandemi, kamu juga bisa mengupayakannya dengan memiliki asuransi jiwa sebagai perlindungan finansial bagi keluarga dari risiko yang tidak diinginkan di masa depan. Allianz PASTI adalah salah satu asuransi jiwa dari Allianz Life Indonesia yang bisa kamu pertimbangkan. Allianz PASTI melindungi diri dan keluarga tercinta agar terhindar dari ketidakpastian finansial akibat risiko kehidupan dengan menyediakan perlindungan asuransi kematian dan penyakit kritis. Salam sehat selalu!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan