23 Juli 2021 | Allianz Indonesia
Penting untuk membangun kecerdasan finansial anak sejak dini. Dengan mengenalkan konsep, cara kerja, dan cara menyikapi uang sejak dini, anak akan lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan.

Kecerdasan sering kali dikaitkan dengan IQ (Intelligence Quotient) atau Kecerdasan Intelektual. Bahkan ada orang tua yang menganggap IQ sebagai satu-satunya tolok ukur kecerdasan anak. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, paradigma ini menjadi usang dan tidak relevan lagi.

Padahal ada banyak bentuk kecerdasan lainnya, seperti EQ (Emotional Quotient) atau Kecerdasan Emosional, SQ (Spiritual Quotient) atau Kecerdasan Spiritual, dan juga FQ (Financial Quotient) atau Kecerdasan Finansial.

Mungkin Anda masih asing mendengar istilah yang terakhir, namun keberadaannya tidak kalah penting dengan jenis kecerdasan yang lain. FQ adalah kecerdasan dalam mengelola keuangan. Orang dengan FQ yang tinggi memiliki pemahaman lebih baik tentang cara kerja dan fungsi uang. Sehingga mereka akan lebih bijak ketika menggunakan uang.

Perlu diketahui, tidak ada jaminan apabila seseorang dengan IQ tinggi akan memiliki FQ yang tinggi.

Penting untuk anak-anak memiliki kecerdasan finansial agar saat dewasa bisa mengelola sumber daya uang sendiri dengan baik. Berdasarkan studi oleh Sharon M. Danes, Ph.D. yang berjudul "Children and Money: Teaching Children Money Habits for Life", mengajarkan keuangan kepada anak sejak usia balita dapat membantunya memiliki literasi keuangan yang baik, sehingga nantinya ia dapat menggunakan uang secara bijak.

 

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Gen Z Juga Perlu Asuransi

 

Saking pentingnya, Pemerintah Amerika Serikat sampai membentuk Financial Capability for Young American di bawah naungan The Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) karena tren pengelolaan keuangan pribadi di negara tersebut memburuk.

Seperti jenis kecerdasan lainnya, untuk memiliki FQ yang mumpuni, seseorang harus banyak berlatih. Agar lebih terasa manfaatnya saat dewasa, Kecerdasan Finansial bisa diasah sejak dini. Diperlukan orang tua yang aktif untuk mengajarkan anak soal uang, mengingat pengetahuan ini tidak diajarkan di jenjang pendidikan.

Literasi keuangan pada anak berkaitan erat dengan pola asuh orangtua. Apakah pola asuh orang tua permisif? Apakah pola asuhnya otoriter atau demokratis? Apakah ayah dan ibu kompak?

Ada beberapa cara membangun kecerdasan finansial berdasarkan rekomendasi CFPB. Setiap anak dengan usia tertentu membutuhkan pendekatan yang berbeda-berbeda.

 

Baca Juga: Untuk Dana Pendidikan Anak, Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan?

 

Tahap pra-sekolah (3-5 tahun)

- Bacakan buku cerita yang bertemakan uang, seperti bagaimana cara dan pentingnya menabung dan mengenal cara berbelanja
- Ajak anak bermain peran sebagai penjual dan pembeli makanan di restoran
- Ajak anak belanja mingguan dan membuat daftar belanjaan. Ajarkan anak untuk disiplin mentaati daftar belanjaan yang telah dibuat agar keuangan teratur
- Perkenalkan anak mengenai bentuk uang dan nilai mata uang

Pada tahap ini, Anda bisa melakukan beragam permainan menarik sebagai media belajar anak, misalnya berikan hadiah celengan lucu untuk anak saat ulang tahun atau memberi tugas domestik dan diberi "gaji".

Tahap sekolah dasar hingga menengah (6-12 tahun)

- Saat sedang berjalan-jalan dengan anak, Anda bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan gedung dan berikan informasi singkat bahwa gedung tersebut dibangun menggunakan uang pajak.
- Ajak anak ke bank dan buatkan anak rekening tabungan khusus atas nama-nya sendiri
- Mulai berikan anak uang saku agar mereka belajar cara mengelola uang
- Perkenalkan anak dengan perencanaan keuangan
- Kenalkan anak dengan struk belanja agar lebih memahami nilai uang

Di tahap ini, Anda juga bisa mengajak anak membuat anggaran pesta ulang tahun, dan ajak anak membuat garage sale. Tujuannya agar anak terbiasa dengan perencanaan keuangan dan mempraktekan bagaimana cara mendapatkan uang. Anda juga bisa mulai mengajarkan investasi sederhana.

Tahap sekolah menengah atas dan dewasa muda

- Saat remaja, ajak anak Anda untuk berdiskusi mengenai pilihan karir dari semua anggota keluarga. Melalui cara ini, mereka akan lebih memahami berbagai pilihan karir yang ada dan mengenal tentang pendapatan
- Berikan kesempatan kepada anak untuk mendapatkan uang, seperti bekerja paruh waktu atau mulai berbisnis sederhana secara online
- Ajak anak membiasakan diri menyisihkan uang, baik untuk ditabung maupun berbagi dengan sesama

Di tahap ini, Anda bisa mengajak anak membuat perencanaan keuangan untuk hobi atau membuat perencanaan keuangan perkuliahan. Jika anak sedang berkuliah, Anda bisa mulai mengenalkan side hustle atau pekerjaan sampingan.

Terakhir, jauhkan anak-anak dari kebiasaan berhutang. Beri contoh baik pada anak tentang keuangan. Jangan sampai anak memiliki pandangan bahwa uang bisa didapat dengan cara berhutang. Berikan penjelasan bahwa hutang hanya boleh dilakukan jika bersifat produktif.

Bagaimanapun orang tua menjadi sosok kunci kesuksesan anak dalam mengelola keuangan. Mari kita mulai mengenalkan cara mengelola keuangan yang baik di rumah agar anak mengerti dan menghargai uang sejak dini.

 

Sumber :

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Nov 08, 2023

Okt 26, 2023