Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ini Alasan Mengapa Gen Z Juga Perlu Asuransi

14 Juli 2021 | Allianz Indonesia
Kamu termasuk Generasi Z? Tapi apakah Gen Z ini sudah memerlukan asuransi? Yuk simak dalam artikel berikut!

Generasi Z, alias Gen Z, adalah generasi yang lahir tahun 1997 hingga 2012, atau mereka yang berusia 8-24 tahun. Dengan kata lain, Gen Z adalah mereka yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SD hingga mereka yang sudah dua tahun lulus kuliah dan baru masuk bekerja. Jika dibandingkan dengan generasi-generasi penduduk lainnya, usia Gen Z lebih muda dari para milenial yang lahir tahun 1981-1996 dan berusia 25-39 tahun, namun lebih tua dari Post Gen Z yang lahir tahun 2013 ke bawah atau berusia bayi hingga 8 tahun.

Keberadaan Gen Z akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian, lantaran kalangan penduduk berusia belia ini mendominasi populasi di Indonesia. Mengutip data Sensus Penduduk 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik awal tahun ini, per September 2020 lalu Gen Z menduduki peringkat populasi terbanyak di Indonesia dengan persentase 27,94%. Jika sensus ini dilakukan terhadap 270,2 juta penduduk, maka populasi Gen Z hampir sekitar 75 juta penduduk. Sementara generasi milenial menempati peringkat kedua terbanyak dengan 25,87% atau mencapai sekitar 70 juta penduduk.

 

Baca juga: Yuk, Mengenal Lebih Dekat Vaksin AstraZeneca

 

Sudah bekerja, otomatis perlu asuransi

Meski terbilang masih muda, namun Gen Z juga perlu asuransi. Bagi kamu yang merupakan Gen Z namun masih sekolah atau kuliah, umumnya kebutuhan asuransimu dipenuhi oleh orang tua. Namun bagi kamu para Gen Z yang sudah bekerja dan sudah bisa menghasilkan pendapatan sendiri, maka otomatis kamu perlu asuransi. Berikut beberapa alasan mengapa kamu perlu asuransi meski usia masih belia:

1. Memiliki nilai ekonomi bagi orang lain

Ketika kamu sudah bekerja dan memperoleh penghasilan sendiri, maka boleh jadi kamu tidak hanya mandiri dalam memenuhi kebutuhanmu, tapi juga menjadi sumber pendapatan bagi orang lain. Dengan kata lain, kehadiranmu setelah bekerja sudah memiliki nilai ekonomi bagi orang lain. Nilai ekonomi ini timbul ketika misalnya kamu membantu menanggung pengeluaran rutin keluarga, atau membiayai sekolah adik atau kerabat, dan lain sebagainya. Karena kamu memiliki nilai ekonomi, maka kamu perlu melindungi orang yang bergantung secara finansial kepadamu, jika kamu suatu saat menghadapi risiko tutup usia.

2. Membantu mengelola risiko finansial

Memiliki penghasilan memungkinkan kamu merencanakan tujuan-tujuan keuangan di masa depan. Tujuan keuangan ini hanya bisa dicapai jika kamu menyisihkan sebagian penghasilan, ke dalam tabungan dalam rangka memenuhi tujuan-tujuan keuangan tersebut.

Untuk menghindari tabunganmu hilang akibat ada pengeluaran besar seperti jatuh sakit, kecelakaan, dan risiko lainnya, maka kamu perlu melindungi diri dengan asuransi kesehatan. Tabunganmu bisa disimpan untuk rencana masa depan yang dimiliki.

3. Masih sehat

Kamu juga perlu asuransi selagi masih sehat. Tak bisa dipungkiri, kita hidup dalam masyarakat yang kebanyakan salah kaprah dan berpikir bahwa selama masih muda dan sehat, maka membeli asuransi adalah suatu pemborosan. Padahal, yang tidak disadari banyak orang adalah, asuransi merupakan pengaman yang harus disediakan sebelum risiko terjadi. Dengan kata lain, justru seseorang perlu membeli asuransi saat ia masih sehat. Karena, ketika seseorang sudah terdeteksi suatu penyakit kritis atau mengalami kecelakaan sehingga cacat, kecil kemungkinan perusahaan asuransi mau menerima keikutsertaan orang tersebut. Lagipula, semakin muda seseorang ikut asuransi, semakin terjangkau premi yang akan dibayar. Karena, orang yang masih muda memiliki risiko sakit dan wafat yang lebih rendah.

 

Baca juga: Kenali Momen-momen yang Tepat untuk Cari Kerja Baru

 

Ragam asuransi yang penting dimiliki oleh Gen Z

Setelah mengetahui alasan mengapa Gen Z butuh asuransi, saatnya mengenal jenis-jenis asuransi yang penting dimiliki oleh Gen Z. Apa saja?

1. Asuransi jiwa

Setiap orang dewasa yang sudah bekerja, umumnya menimbulkan tanggung jawab finansial bagi orang lain. Misalnya, membiayai orang tua, menjadi orang tua asuh, membantu pendidikan kerabat, atau sudah membeli suatu barang dengan fasilitas kredit. Asuransi jiwa berguna untuk memberikan warisan atau santunan kepada keluarga yang ditinggalkan atau menutup sisa utang atau pengganti pemasukan yang hilang, jika kamu menghadapi risiko tutup usia.

Kalaupun orang tua dan kerabat kamu sudah mapan dan tidak membutuhkan sokongan finansial darimu, asuransi jiwa tetap bisa bermanfaat setidaknya untuk menutup biaya lain yang diperlukan, seperti pemakaman, biaya rumah sakit saat kritis, dan sebagainya.

2. Asuransi kesehatan

Karyawan baru umumnya punya semangat yang tinggi dalam bekerja. Ini membuat mereka lupa waktu, sering bekerja hingga larut malam, atau bahkan bekerja di hari libur. Alhasil, kondisi ini juga mengancam kesehatan. Itu sebabnya, kamu perlu asuransi kesehatan yang bisa memberikan perlindungan finansial jika suatu saat kamu menghadapi risiko sakit.

Pada periode ini, umumya Gen Z baru mulai bekerja, dengan penghasilan yang tidak seberapa. Ditambah lagi, fasilitas kesehatan dari kantor boleh jadi belum sepenuhnya diberikan. Misalnya, selama probation tiga bulan, kamu belum bisa menikmati asuransi kesehatan. Atau, asuransi kesehatan yang bisa kamu nikmati sebagai karyawan yang baru satu tahun bekerja, tidak selengkap para karyawan yang sudah bekerja lebih lama.

Jika kamu masih ada alokasi dana yang cukup, tak ada salahnya mengambil asuransi kesehatan dengan premi yang sesuai dengan kemampuanmu. Asuransi kesehatan ini bermanfaat untuk menghindari pengeluaran yang jauh lebih besar jika kamu jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, pastikan kamu memilih asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan terhadap COVID-19.

3. Asuransi kecelakaan diri

Jika pekerjaan menuntut kamu untuk menghabiskan waktu lebih banyak di luar kantor, maka kamu juga membutuhkan asuransi kecelakaan diri yang memberikan santunan jika kamu menghadapi risiko kecelakaan. Beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dari asuransi kecelakaan misalnya risiko kematian, cacat tetap total, biaya perawatan atau pengobatan di rumah sakit yang disebabkan oleh kecelakaan.

 

Baca juga: Begini Cara Klaim Asuransi Banjir untuk Mobil Anda

 

4. Asuransi kendaraan

Jika di usia ini kamu sudah menyicil kendaraan, maka umumnya kendaraan tersebut juga dilindungi oleh asuransi kendaraan. Asuransi kendaraan menghindarkan kamu dari beban finansial yang besar jika kendaraan kamu menghadapi kecelakaan. Asuransi kendaraan ini umumnya habis ketika periode mengangsur cicilan kredit juga habis. Kamu bisa memperpanjang asuransi kendaraan ini untuk menghindarkan kerugian yang lebih besar akibat kecelakaan atau kehilangan.

5. Asuransi barang elektronik

Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat dekat dengan dunia digital. Tak heran, Gen Z juga suka sering gonta-ganti barang elektronik dan gadget ketika ada teknologi baru atau fitur baru. Untuk melindungi barang elektronik dari risiko rusak dan biaya servis yang mahal, maka Gen Z juga perlu memiliki asuransi barang elektronik yang memberikan perlindungan penggantian spareparts hingga unit baru jika barang elektronik atau gadget tersebut rusak total. Dengan premi yang relatif terjangkau, asuransi barang elektronik penting dimiliki untuk mencegah pengeluaran yang lebih besar jika barang elektronik kamu rusak.

Apakah kamu Gen Z yang sudah menghasilan pendapatan sendiri? Jika ya, saatnya mandiri secara finansial dengan memiliki asuransi yang cocok untuk Gen Z. Selamat memilih.

 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan