Pertolongan pertama serangan jantung

Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Wajib Diketahui!

7 Januari 2026 | Allianz Indonesia
Meskipun sangat disarankan untuk segera dibawa ke IGD atau pengobatan medis, dengan pertolongan pertama atau tindakan cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung.

Jantung dikenal sebagai organ vital yang penting bagi kehidupan. Jantung memiliki fungsi  untuk memompa dan mengalirkan peredaran darah ke seluruh sistem tubuh hingga ke sel terkecil.  Oksigen, nutrisi, dan banyak elemen lainnya diedarkan bersama peredaran darah untuk keberlangsungan metabolisme.

Kegagalan kerja jantung untuk menjalankan tugasnya dengan baik memiliki implikasi pada kerusakan hingga kematian baik bagi sel tubuh, jaringan, organ, bahkan kematian dari jantung itu sendiri.

Keluhan yang sering dirasakan bagi kebanyakan orang yang memiliki gejala dari kerusakan fungsi jantung sebagai organ vital adalah nyeri pada daerah dada yang dirasakan menjalar dan kadang disertai keluhan sesak nafas. Keluhan ini terjadi disebabkan karena berkurang atau lebih pada terhambatnya pasokan oksigen.

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang mengandung oksigen ke otot jantung mengalami gangguan atau terhenti secara tiba-tiba. Gangguan ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak, yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lainnya.

Proses ini dikenal sebagai aterosklerosis. Apabila plak tersebut pecah, dapat menyebabkan pembekuan darah yang menghalangi aliran darah normal ke otot jantung. Akibatnya, terjadi kerusakan atau bahkan kematian pada jaringan otot jantung.

Kondisi ini termasuk keadaan darurat medis yang harus segera ditangani karena setiap menit sangat berharga. Sehingga sangat penting untuk mengenali gejala dan mengetahui langkah pertolongan pertama pada serangan jantung.

Terdapat faktor risiko yang secara ilmiah terbukti signifikan menyebabkan serangan jantung, antara lain:

  • Diabetes.
  • Depresi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Merokok.
  • Riwayat keluarga serangan jantung.
  • Psikologis dan gaya atau pola hidup.

Sebelum memberikan pertolongan, penting bagi kamu untuk mengenali ciri-ciri serangan jantung agar tidak tertukar dengan kondisi lain seperti gangguan pencernaan atau serangan panik.

Gejala bisa berbeda pada tiap orang, tetapi beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi:

Rasa nyeri seperti ditekan, ditusuk, atau terbakar di tengah dada yang berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Terlebih juga bila intensitas meningkat atau memburuk dalam waktu singkat. Nyeri bisa menjalar ke bahu, lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.

Serangan jantung bisa menyebabkan napas terasa pendek meski tidak sedang beraktivitas berat. Kadang gejala ini muncul bersamaan dengan nyeri dada, atau kadang justru mendahuluinya.

Banyak pasien melaporkan perasaan lemah, pusing, atau bahkan dapat pingsan. Hal ini terjadi karena aliran darah yang membawa oksigen ke otak berkurang.

Keringat dingin berlebihan, mual, atau muntah. Pada sebagian orang, terutama perempuan, gejala ini bisa lebih dominan daripada nyeri dada.

Jika kamu atau orang di sekitar mengalami gejala di atas, segera curigai adanya serangan jantung dan lakukan langkah pertolongan pertama.

Berikut langkah-langkah pertolongan pertama serangan jantung :

Langkah pertama dan paling penting adalah memanggil bantuan medis secepat mungkin. Di Indonesia, kamu bisa menghubungi 119 atau membawa pasien ke IGD terdekat. Jangan menunda waktu atau menunggu gejala membaik karena setiap detik sangat berarti.

Bantu pasien duduk dengan posisi agak tegak dan bersandar untuk mengurangi beban kerja jantung. Hindari posisi berbaring rata karena bisa memperburuk sesak napas.

Longgarkan kerah baju, dasi, atau sabuk untuk mempermudah aliran udara dan pernapasan pasien.

Aspirin dapat membantu mengencerkan darah dan mencegah pembekuan lebih lanjut. Namun, hanya boleh diberikan jika pasien tidak memiliki riwayat alergi, perdarahan lambung, atau kontraindikasi medis lainnya.

Jika pasien sudah memiliki riwayat penyakit jantung dan membawa obat nitrogliserin, bantu memberikannya sesuai petunjuk dokter. Jangan memberikan obat ini jika tidak diresepkan sebelumnya.

Jika pasien kehilangan kesadaran, periksa napas dan detak jantung. Bila tidak ada respons, segera lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) dengan cara:

●     Tekan dada di tengah dengan kedalaman sekitar 5 cm.

●     Lakukan 100–120 kali tekanan per menit hingga bantuan medis datang.

AED (automated external defibrillator) adalah alat kejut jantung otomatis yang bisa membantu memulihkan irama jantung. Beberapa tempat umum seperti bandara, stasiun, atau pusat perbelanjaan sudah mulai memilikinya.

Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah memaksa seseorang, yang kemungkinan alami serangan jantung, untuk minum air atau teh hangat.

Pasalnya, pasien bisa tersedak atau kehilangan kesadaran tiba-tiba. Karena itu, hindari memberi makanan, air, atau obat selain yang diresepkan dokter.

Selain mengetahui cara memberikan pertolongan, sangat penting untuk memahami cara mencegah serangan jantung sejak dini. Dengan menerapkan langkah pencegahan, maka risiko serangan jantung dapat diminimalisir sejak usia usia muda.

Beberapa langkah berikut bisa menurunkan risiko secara signifikan:

Terapkan diet sehat jantung seperti mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, tinggi serat, dan kaya sayuran serta buah. Batasi garam, gula, daging merah dan makanan olahan (junk food).

Dengan menjaga pola makan, maka secara otomatis berat badan juga akan ideal. Kelebihan berat badan, terutama di area perut, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Aktivitas fisik 30 menit per hari, selama lima kali seminggu, seperti olahraga intensitas sedang,  dapat menjaga berat badan ideal dan memperkuat jantung. Dengan menjaga berat badan ideal, kamu bisa mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

Bagi kamu pekerja yang setiap hari menghabiskan berjam-jam di depan laptop, pastikan untuk melakukan stretching setiap 60 menit sekali. Hal tersebut karena sedentary lifestyle terbukti dapat meningkatkan risiko jantung, meski seseorang rutin berolahraga.

Rokok merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Dua hal ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, yang menjadi faktor utama penyebab serangan jantung.

Stres berat disebut-sebut dapat memicu penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memicu kebiasaan tidak sehat. Coba teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam, dan melatih berpikir positif, atau melakukan hobi yang menyenangkan.

Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala bisa membantu deteksi dini masalah jantung. Apalagi jika kamu memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung, maka risiko meningkat. Hal tersebut karena faktor genetik juga memainkan peran.

Mengetahui pertolongan pertama serangan jantung sangat penting karena dapat menentukan peluang hidup seseorang. Dengan memahami ciri-ciri serangan jantung dan langkah-langkah darurat yang tepat, kamu bisa membantu orang lain, atau bahkan diri sendiri, saat kondisi ini terjadi.

Termasuk dalam kategori penyakit kritis, serangan jantung biasanya memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar. Dalam kondisi ini, kamu mungkin tidak bisa produktif untuk sementara waktu.

Untuk itu, di samping menjaga gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan serangan jantung, penting untuk memiliki perlindungan finansial yang siap memberikan perlindungan komprehensif jika terjadi kondisi darurat medis.

Salah satu asuransi penyakit kritis yang bisa kamu pertimbangkan adalah Asuransi Allianz Critical Plus. Produk ini menawarkan berbagai manfaat utama untuk memberikan perlindungan finansial, mulai dari:

  • Perlindungan komprehensif terhadap penyakit kritis, dengan perlindungan hingga 150%* dari Uang Pertanggungan jika tertanggung terdiagnosis Advanced CI.
  • Untuk diagnosis Early CI, Allianz Critical Plus memberikan manfaat sebesar 25%* dari Uang Pertanggungan dan membebaskan Pemegang Polis dari kewajiban membayar Premi hingga akhir masa Polis.
  • Tersedia pula Manfaat Pengembalian Premi di akhir masa pertanggungan, atau sebesar 100%* dari total Premi Asuransi Dasar yang dibayarkan.
  • Selain itu, juga terdapat manfaat pengembalian premi sebesar 150%* dari total Premi Asuransi Dasar yang telah dibayarkan apabila tertanggung meninggal dunia. 

*S&K mengikuti ketentuan polis.

Dengan memiliki manfaat asuransi, kamu tidak hanya siap menghadapi risiko, tetapi juga memiliki perlindungan karena adanya proteksi kesehatan dan finansial untuk keluarga. 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026