Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Lakukan 9 Hal ini agar Terhindar dari Risiko Serangan Jantung

21 Juli 2020 | Allianz Indonesia
Penyakit jantung masih menyandang status penyakit paling mematikan sedunia. Merujuk ke riset World Health Organization (WHO), terdapat 10 penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Dan dari 10 penyebab tersebut, serangan jantung iskemik, atau penyempitan pembuluh darah jantung berada di urutan pertama.

Penyebab kematian yang dicatat WHO dalam statistik terbarunya itu tidak banyak berbeda dengan data di tahun-tahun sebelumnya. Penyakit jantung koroner berulang kali tercatat sebagai penyebab kematian nomer satu di dunia.

Serangan jantung juga mengintai usia muda

Di Indonesia, penyakit jantung memang belum berstatus sebagai penyebab kematian nomer satu. Namun, risiko serangan penyakit jantung terbilang tinggi. Mengutip data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevelansi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter lumayan tinggi, mencapai 1,5%.

Jadi, kita seharusnya tidak menyepelekan risiko serangan jantung. Apalagi di masa kini, penyakit jantung tidak hanya menjadi momok bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun. Mereka yang masih berusia di bawah 30 tahun pun menghadapi risiko terkena serangan jantung.

Mengutip laman Health Cleveland Clinic, dua faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung di masa kini bukan lagi usia, melainkan gaya hidup dan diabetes. Dan, melakukan pola hidup yang sehat kini dipercaya lebih jitu untuk menekan risiko kehadiran penyakit yang dijuluki the silent killer itu. Ingin tahu apa saja kebiasaan sehat yang sesuai untuk menekan risiko serangan jantung? Simak poin-poin berikut.

1. Menghindari obesitas

Kelebihan berat badan tidak hanya menggganggu penampilan, tetapi juga bisa meningkatkan risiko kesehatan. Berat badan yang berlebih merupakan pertanda kamu rentan terhadap tekanan darah tinggi, memiliki kadar kolesterol tinggi di dalam darah, atau mengalami diabetes. Ketiga situasi itu merupakan faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung.

Untuk memastikan berat badan kita berada di kisaran ideal, kita bisa mempergunakan perhitungan indeks massa tubuh. Jika dari hitungan tersebut, berat badan kamu tergolong berlebih, sebaiknya kamu melakukan diet untuk mengurangi berat badan. Penurunan berat badan ini seharusnya juga bisa membuat tekanan darah, kadar kolesterol, serta kadar gula di darah kamu ke kisaran normal.

2. Tidak merokok

Merokok bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung karena bahan kimia yang terkandung dalam rokok merusak jantung berikut pembuluh darah. Merokok juga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. Ini terjadi karena asap rokok menyebabkan kadar oksigen dalam darah merosot.

 

Baca juga: Jurus Memperkuat Dana Darurat agar Bisa Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19

 

3. Mengelola stres

Jangan meremehkan pentingnya kesehatan psikis kita. Itu sebabnya, kita perlu pintar-pintar mengelola tekanan psikis yang muncul dalam hidup kita. Mengapa? Karena stres bisa meningkatkan tekanan darah, yang pada akhirnya memicu serangan jantung.

 

4. Olahraga secara rutin

Tentu, kita sudah pernah mendengar manfaat berolahraga secara teratur bagi kesehatan jantung kita. Namun yang perlu kita ketahui olahraga macam apa yang sesuai untuk kesehatan jantung kita.

Para ahli kesehatan menyarankan kita melakukan olahraga selama 30 menit hingga satu jam setiap harinya untuk menjaga kesehatan jantung. Bentuk olahraga yang dipilih bisa berjalan kaki, joging, berenang atau bersepeda. Yang patut diingat, jangan berolahraga secara berlebihan karena itu justru meningkatkan beban kerja jantung.

5. Menjaga tekanan darah

Salah satu penyebab serangan jantung adalah tekanan darah tinggi. Itu sebabnya, kita perlu memeriksa tekanan darah secara rutin. Jika kamu tidak pernah memiliki tekanan darah tinggi, cukup melakukan pemeriksaan minimal sekali dalam setahun. Namun kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, harus melakukan pemeriksaan yang rutin dalam waktu lebih pendek lagi, misal sekali dalam sebulan.

Nah, untuk memastikan tekanan darah kamu tetap di kisaran normal, jangan lupa menerapkan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres juga tidur cukup.

6. Menjaga gula darah

Kadar gula dalam darah yang tinggi akan menyebabkan kamu mengalami diabetes, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Mengapa? Karena kadar gula yang tinggi di dalam darah dalam waktu lama akan merusak pembuluh darah dan saraf yang mengatur jantung.

Untuk memastikan kamu memiliki risiko jantung yang rendah, jangan lupa memeriksa kadar gula dalam darah secara rutin. Jangka waktunya paling tidak sekali dalam setahun untuk mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes.

 

Baca juga: 7 Kelas Online Gratis untuk Upgrade Skill meski #DiRumahAja

 

7. Membatasi minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol meningkatkan risiko serangan jantung melalui dua jalan. Pertama, minuman beralkohol akan meningkatkan tekanan darah. Kedua, minuman beralkohol akan meningkatkan kalori di dalam tubuh, hingga peminum alkohol cenderung mengalami obesitas.

8. Tidur cukup

Kita tentu pernah mendengar tidur yang cukup penting bagi kesehatan kita. Tetapi apa ada hubungannya tidur yang memadai dengan menekan risiko serangan jantung? Ternyata ada. Tidur yang cukup, minimal selama tujuh jam per hari untuk orang dewasa, akan mengurangi risiko mengalami obesitas, diabetes juga tekanan darah tinggi. Tiga hal itu sendiri merupakan pemicu serangan jantung.

9. Menerapkan pola makan sehat

Agar tidak rentan terhadap serangan jantung, kita harus mulai menerapkan diet jantung sehat. Pilihlah makanan dengan kandungan serat yang tinggi, seperti sayur dan buah. Perbanyak juga konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, atau populer disebut kolesterol baik. Jenis bahan makanan yang memiliki kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) itu seperti:

  • minyak ikan
  • minyak nabati
  • buah dan sayuran
  • makanan yang mengandung vitamin E
  • alpukat
  • kacang-kacangan

Sebaliknya, kita harus menjauhi makanan yang mengandung kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol buruk. Contohnya:

  • makanan yang digoreng
  • ati
  • kuning telur
  • mentega
  • udang
  • berbagai masakan cepat saji
  • Pola diet jantung sehat juga mengharuskan kita untuk membatasi konsumsi garam hingga 1 sendok dalam sehari.

 

Baca juga: Masalah Kesehatan yang Patut Kamu Waspadai Akibat Kebanyakan Duduk saat Bekerja

 

Mengingat serangan jantung bisa menimpa siapa saja, maka kamu bisa melindungi diri secara optimal dengan memiliki asuransi penyakit kritis dari Allianz Indonesia. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, nasabah tak perlu khawatir akan menguras tabungan jika suatu saat terkena serangan jantung. Selamat menjalani pola hidup sehat.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan