Secara umum, penyebab migrain bisa berasal dari berbagai faktor seperti stres, perubahan pola tidur, hormon, makanan tertentu, hingga kondisi lingkungan.
Untuk itu, baca artikel ini sampai selesai agar kamu mendapatkan penjelasan lengkap mengenai migrain, termasuk gejala, penyebab, dan juga cara pencegahannya.
Apa Itu Migrain dan Mengapa Bisa Terjadi?
Melansir Cleveland Clinic, migrain adalah gangguan saraf yang menyebabkan sakit kepala berulang dengan intensitas sedang hingga berat. Rasa nyerinya sering kali terasa di satu sisi kepala, meski bisa juga terjadi di kedua sisi.
Kondisi ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga bisa dialami oleh anak-anak dan remaja.
Serangan migrain biasanya berlangsung antara 4-72 jam jika tidak ditangani. Kondisi ini juga bisa disertai gejala lain seperti mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
Bahkan, dalam beberapa kasus, migrain dapat membuat penderitanya harus beristirahat total di tempat tidur.
Migrain terjadi karena adanya perubahan aktivitas saraf dan zat kimia di otak. Faktor genetik juga berperan sehingga jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat migrain, risiko kamu untuk mengalaminya juga lebih tinggi.
Penyebab Migrain yang Paling Umum
Mengetahui penyebab migrain sangat penting agar kamu bisa menghindari faktor pemicunya. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi, menurut American Migraine Foundation.
1. Stres Berlebihan
Stres berlebih menjadi penyebab utama migrain pada banyak orang. Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kelelahan mental dapat memicu serangan migrain. Ketika tubuh mengalami stres, terjadi perubahan hormon yang memengaruhi sistem saraf.
Gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin hanya mengalami beberapa tanda saja di awal. Oleh karena itu, penting untuk mencari bantuan medis sebelum menunggu gejala lengkap muncul.
2. Pola Tidur Tidak Teratur
Kurang tidur atau tidur berlebihan sama-sama bisa memicu migrain. Bahkan, banyak serangan migrain terjadi di pagi hari akibat kualitas tidur yang buruk.
3. Perubahan Hormon
Wanita lebih rentan mengalami migrain dibanding pria. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi hormon estrogen, terutama saat menstruasi, kehamilan, atau menopause.
4. Konsumsi Kafein dan Alkohol
Kafein bisa menjadi “dua sisi mata uang.” Pada sebagian orang, kafein membantu meredakan migrain, tetapi pada yang lain justru menjadi pemicu. Begitu juga dengan alkohol, terutama minuman seperti wine.
5. Faktor Cuaca Bisa Jadi Penyebab Migrain
Perubahan cuaca, suhu ekstrem, atau tekanan udara dapat memicu migrain. Cuaca panas juga bisa menyebabkan dehidrasi yang memperparah kondisi.
6. Makanan Tertentu
Beberapa makanan seperti cokelat, keju, makanan olahan, dan yang mengandung MSG dapat menjadi pemicu migrain. Aroma makanan yang kuat juga bisa memperburuk kondisi.
7. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan, khususnya air putih, dapat menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan, yang akhirnya memicu sakit kepala hebat.
Baca juga: Vertigo: Gejala, Tipe, Hingga Pengobatannya
8. Paparan Cahaya
Cahaya terang atau berkedip dapat menyebabkan kondisi yang disebut photophobia, yaitu sensitivitas terhadap cahaya yang sering dialami penderita migrain.
9. Bau Menyengat
Aroma parfum atau yang berasal dari bahan kimia, bahkan seperti bensin, bisa jadi pemicu serangan migrain pada beberapa orang.
10. Penggunaan Obat Berlebihan
Mengonsumsi obat sakit kepala terlalu sering justru dapat menyebabkan migrain semakin sering terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai medication overuse headache.
Gejala Migrain yang Perlu Kamu Waspadai
Migrain tidak hanya berupa sakit kepala biasa. Berdasarkan Mayo Clinic, ada beberapa tahapan gejala yang perlu kamu kenali.
1. Tahap Prodrome
Biasanya muncul 1–2 hari sebelum migrain, dengan tanda seperti:
- Perubahan suasana hati
- Leher terasa kaku
- Sering menguap
- Ngidam makanan tertentu
2. Aura
Tidak semua orang mengalaminya, tetapi gejala ini bisa berupa:
- Kilatan cahaya atau bintik-bintik
- Penglihatan kabur
- Kesemutan di tangan atau wajah
- Sulit berbicara
3. Tahap Serangan
Ini adalah fase utama migrain, dengan gejala:
- Nyeri berdenyut di satu sisi kepala
- Sensitif terhadap cahaya dan suara
- Mual dan muntah
- Nyeri yang memburuk saat bergerak
4. Tahap Postdrome
Setelah serangan mereda, kamu mungkin akan merasa:
- Lemas dan kelelahan
- Bingung
- Sensasi nyeri ringan saat menggerakkan kepala
Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Agar migrain yang kamu derita tidak sering kambuh, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut.
- Kelola Stres dengan Baik: cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga ringan, atau pernapasan dalam untuk mengurangi stres.
- Jaga Pola Tidur: tidur yang cukup dan teratur sangat penting. Usahakan tidur 7 – 8 jam setiap malam dengan jadwal yang konsisten. Selain durasi, sebaiknya kamu tidur maksimal jam 10 atau 11 malam untuk memberikan waktu bagi tubuh mencapai deep sleep.
- Perhatikan Pola Makan: hindari makanan pemicu migrain dan pilih makanan sehat yang kaya nutrisi.
- Cukupi Kebutuhan Cairan: minum minimal 2 liter air putih per hari untuk mencegah dehidrasi.
- Hindari Pemicu Lingkungan: gunakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan dan hindari cahaya atau bau yang menyengat.
- Batasi Konsumsi Kafein dan Alkohol: kenali batas toleransi tubuh kamu agar tidak memicu migrain.
- Konsultasi ke Dokter: jika migrain sering terjadi, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan memahami pemicu, beserta gejalanya, kamu bisa menghindari serangan migrain dan menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.