nyeri perut bagian bawah

Waspada Nyeri Perut! Kenali Gejala dan Penanganannya

11 Desember 2025 | Allianz Indonesia
Nyeri perut bisa muncul di bagian atas maupun bawah dan disebabkan berbagai kondisi. Kenali penyebabnya dan waspadai nyeri mendadak yang bisa menandakan masalah serius.

Nyeri perut dapat bersifat hilang-timbul dan terus menerus. Hal yang mendasari terjadinya kondisi tidak nyaman ini bisa berakibat dari kontraksi otot, penyumbatan, atau peradangan pada organ di dalam rongga perut, seperti bagian lambung, usus, kantong empedu, ginjal, atau saluran kemih.

Setiap bagian perut bisa memberi petunjuk tentang apa yang sedang terjadi di dalam tubuh kamu. Terdapat beberapa penyebab kondisi nyeri perut sesuai bagian (atas dan bawah), berikut:

Rasa tidak nyaman atau sampai dengan nyeri perut di perut bagian atas atau area perut di bawah dada, sering kali berkaitan dengan masalah pencernaan seperti GERD, maag, atau tukak lambung. Tetapi juga bisa menjadi tanda gangguan pada organ penting lain seperti hati, empedu, pankreas, atau limpa, bahkan bisa disebabkan oleh cedera otot atau masalah jantung/paru-paru.

Nyeri epigastrium setelah makan adalah salah satu ciri gangguan pencernaan yang dapat  berkaitan dengan asam lambung.

Kontraksi otot perut yang tertarik adalah cedera yang dapat menjadi penyebab umum nyeri perut bagian atas.

Kondisi ini terjadi ketika dinding lambung atau usus bagian atas mengalami luka akibat asam lambung yang berlebihan atau infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Biasanya diawali dari maag yang tak kunjung sembuh, hingga membuat rasa nyerinya terasa seperti terbakar atau perih di ulu hati, terutama saat perut kosong. 

Kejadian pada sebagian organ di dalam tubuh, seperti usus menonjol keluar melalui celah otot perut yang lemah. Akibatnya, bisa muncul benjolan di perut atau selangkangan dan terasa nyeri, terutama saat batuk, tertawa, atau mengangkat beban berat.

Batu empedu terbentuk  dari tumpukan kolesterol atau zat lain di dalam kantong empedu. Jika batu tersebut tersangkut di saluran empedu, bisa menimbulkan nyeri hebat di perut kanan atas, yang dikenal sebagai kolik bilier.

Nyeri perut pada bagian bawah sering berkaitan dengan gangguan usus besar dan usus kecil, ureter, ovarium, atau rahim. Karena hal ini, nyeri perut bagian bawah kemungkinan besar berkaitan dengan penyakit gastrointestinal. Beberapa penyebab umum jika mengalami nyeri perut bagian bawah:

  • Sindrom iritasi usus.
  • Dispepsia fungsional.
  • Penyakit radang usus (crohn, kolitis ulserativa).
  • Obstruksi usus besar atau kecil.
  • Kanker usus kecil.
  • Kanker usus besar.
  • Aneurisma aorta abdominal.
  • Peritonitis.
  • Limfadenitis mesenterika.
  • Sindrom iskemik usus (mesenterik).
  • Batu ginjal.
  • Endometriosis.
  • Kista ovarium.
  • Penyakit radang panggul.
  • Kehamilan ektopik.
  • Kanker ovarium.
  • Kanker rahim.

Setelah memahami berbagai kemungkinan penyebab nyeri perut di bagian atas maupun bawah, penting juga untuk mengenali jenis nyeri yang sering muncul tiba-tiba dan terasa jauh lebih intens. Nyeri ini memiliki pola khas dan bisa menjadi tanda bahwa ada gangguan yang perlu diwaspadai di dalam tubuh. Kondisi tersebut dikenal sebagai kolik abdomen.

Berbeda dengan nyeri perut biasa, kolik abdomen umumnya datang dalam gelombang dan dapat sangat mengganggu aktivitas. Memahami ciri-cirinya dapat membantu kamu mengenali kapan tubuh sedang membutuhkan perhatian lebih.

Kolik abdomen adalah nyeri perut hebat yang muncul mendadak dan dapat menggganggu aktifitas, karena nyerinya yang sulit mereda.  Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena bisa menandakan adanya masalah kesehatan serius pada organ pencernaan atau saluran kemih.

Melansir dari Cleveland Clinic, kolik abdomen sendiri bukanlah nama penyakit dan bukanlah penyakit tunggal. Kondisi ini merupakan masalah kesehatan yang bisa muncul akibat berbagai gangguan pada organ dalam perut, mulai dari tukak lambung, hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik, hepatitis, endometriosis, hingga gangguan pada indung telur atau ovarium, misalnya pecahnya kista ovarium. Melansir dari Alodokter, beberapa di antaranya adalah:

Kolik usus adalah nyeri yang berasal dari gangguan usus, seperti peradangan, infeksi, atau penyumbatan yang membuat makanan dan cairan tidak bisa lewat dengan lancar. Gejala yang biasanya timbul adalah  perut melilit, sulit buang gas, atau muntah.

Lapisan rongga perut yang mengalami peradangan karena infeksi kuman, maka bisa memicu kondisi yang disebut peritonitis. Peritonitis bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya usus buntu yang pecah, pankreatitis, penyakit radang panggul, dan lubang pada lambung, usus, atau empedu. Gejala yang mungkin kamu alami adalah demam atau nyeri perut yang sangat berat dan semakin nyeri ketika bergerak atau disentuh.

Nyeri perut hebat yang muncul secara tiba-tiba di sisi kanan perut bagian atas yang dapat disebabkan oleh batu empedu yang menyumbat saluran empedu. Kamu mungkin mengalami gejala nyeri perut, mual, atau muntah, dan rasa sakit bisa meningkat dari waktu ke waktu, tetapi tidak lebih dari beberapa jam.

Rasa nyeri yang muncul akibat penyumbatan di saluran kemih, gumpalan darah, atau infeksi. Gejala yang kamu rasakan saat mengalami kondisi ini adalah nyeri hebat di punggung bawah, baik sisi kiri, sisi kanan, atau kedua sisi. Nyeri bisa terasa hingga ke perut atau pangkal paha, dan bisa disertai dengan nyeri saat buang air kecil.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah hal-hal sederhana untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko nyeri erut:

  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum menyentuh makanan dan setelah beraktivitas. 
  • Saat mengolah makanan, pastikan untuk mencuci bersih dan memasak bahan makanan hingga matang. 
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap harinya. 
  • Menghindari konsumsi makanan dalam porsi besar secara sekaligus. 
  • Meningkatkan konsumsi asupan tinggi serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. 
  • Membatasi makanan yang mengandung gas dan berlemak tinggi.
  • Perbanyak konsumsi air putih untuk melancarkan pencernaan. 
  • Tidak langsung berbaring setelah makan, setidaknya sebelum 2 jam.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan mengandung kafein seperti kopi dan teh. 
  • Memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin. 
  • Rutin berolahraga, dan berhenti merokok.
  • Menjaga kebersihan organ intim.

Nyeri perut bisa jadi tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan perhatian. Dengan mengenali gejala sejak awal dan menerapkan pola hidup sehat, kamu bisa membantu tubuh tetap seimbang dan terhindar dari risiko kesehatan yang lebih serius.

Disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami nyeri perut hebat yang tidak membaik atau justru semakin parah dalam waktu 1–2 hari. Terlebih, jika keluhan tersebut disertai dengan demam, diare yang tak kunjung membaik, muntah darah, nyeri dada, atau sulit bernapas.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026