Sensasi kesemutan memang cukup umum terjadi dan biasanya dianggap sepele. Namun, dalam beberapa kondisi, kesemutan bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf, sirkulasi darah, bahkan kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab tangan sering kesemutan serta bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.
Apa Itu Kesemutan?
Kesemutan atau dalam istilah medis disebut parestesia adalah sensasi abnormal yang dirasakan pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, atau jari.
Melansir Medical News Today, sensasi ini biasanya berupa:
- Rasa geli seperti ditusuk-tusuk
- Mati rasa
- Sensasi terbakar ringan
- Rasa kebas
Kondisi ini biasanya bersifat sementara, tetapi bisa juga kronis dan berlangsung dalam waktu yang lebih lama, tergantung penyebabnya.
Penyebab Tangan Sering Kesemutan
Ada berbagai penyebab kesemutan pada tangan, mulai dari yang ringan hingga yang perlu perhatian medis. Berikut beberapa penyebab yang paling umum terjadi:
1. Tekanan pada Saraf
Adanya tekanan pada saraf merupakan penyebab paling umum ketika tangan sering kesemutan.
Misalnya:
- Tidur dengan posisi tangan tertindih
- Duduk terlalu lama dengan siku menekan meja
- Memegang gadget dalam posisi yang sama terlalu lama
Ketika saraf tertekan, aliran sinyal dari otak ke tangan terganggu sementara. Akibatnya, muncul sensasi kesemutan. Biasanya, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya setelah posisi tubuh diubah.
2. Gangguan Sirkulasi Darah
Aliran darah yang tidak lancar juga dapat menyebabkan kesemutan. Hal tersebut dikarenakan jaringan saraf tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Kesemutan akibat sirkulasi darah yang tidak lancar biasanya disertai sensasi atau rasa dingin, pucat, atau kebas pada tangan.
Beberapa kondisi yang bisa memengaruhi gangguan sirkulasi darah antara lain:
- Duduk atau diam terlalu lama
- Kebiasaan kurang bergerak
- Kondisi tertentu seperti tekanan darah rendah
3. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Jika tangan sering kesemutan terutama di area ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, bisa jadi penyebabnya adalah carpal tunnel syndrome. Kondisi ini terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan.
Kondisi ini biasanya dialami oleh:
- Pekerja kantoran yang sering mengetik
- Pengguna gadget dalam waktu lama
- Pekerjaan dengan gerakan tangan berulang
4. Kekurangan Vitamin (Terutama Vitamin B)
Kekurangan vitamin tertentu, terutama vitamin B1, B6, dan B12, juga dapat menjadi penyebab kesemutan yang sering dialami.
Vitamin B berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf. Jika tubuh kekurangan vitamin ini, fungsi saraf bisa terganggu.
Gejala lain yang mungkin muncul dari kekurangan vitamin adalah kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga tubuh terasa lemah.
5. Diabetes
Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dalam jangka panjang. Kondisi ini disebut neuropati diabetik. Salah satu gejalanya adalah kesemutan yang sering terjadi, terutama pada tangan dan kaki.
Jika kesemutan disertai dengan kondisi sering haus, sering buang air kecil, dan luka yang sulit sembuh, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
6. Cedera atau Gangguan Saraf
Cedera pada leher, bahu, atau lengan dapat memengaruhi saraf yang menuju ke tangan. Hal itu bisa menjadi penyebab terjadinya tangan sering kesemutan.
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kesemutan berlangsung lebih lama dan kadang disertai nyeri. Misalnya saat saraf terjepit di tulang belakang, cedera akibat olahraga, hingga posisi duduk yang buruk dalam jangka panjang.
7. Stres dan Kecemasan
Tidak banyak yang tahu bahwa stres juga bisa menjadi salah satu penyebab kesemutan. Saat stres, tubuh melepaskan hormon tertentu yang memengaruhi sistem saraf dan pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan sensasi kesemutan, terutama di tangan dan wajah.
Selain itu, ada juga gejala lain yang bisa dirasakan ketika sedang stres atau mengalami kecemasan, misalnya jantung berdebar, napas cepat, hingga rasa gelisah.
Cara Mengatasi Tangan Sering Kesemutan
Berikut ini beberapa cara mengatasi tangan yang sering kesemutan dengan efektif:
1. Ubah Posisi Tubuh
Jika kesemutan terjadi karena posisi tubuh, segera ubah posisi dan gerakkan tangan secara perlahan. Peregangan ringan dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi tekanan pada saraf.
2. Rutin Bergerak
Jika kamu sering duduk lama, cobalah untuk bergerak setiap 30–60 menit. Kamu bisa melakukan beberapa aktivitas sederhana seperti:
- Berdiri
- Berjalan
- Stretching
Melakukan gerakan sederhana secara rutin bisa membantu memperlancar sirkulasi darah.
3. Perbaiki Postur Tubuh
Postur tubuh yang buruk dapat menekan saraf dalam jangka panjang sehingga menimbulkan kesemutan. Jadi, sebaiknya pastikan untuk selalu memperhatikan postur tubuh yang baik, misalnya:
- Duduk dengan tegak
- Bahu rileks dan hindari posisi tubuh membungkuk
- Jika melihat layar komputer, pastikan posisinya sejajar dengan mata
4. Konsumsi Nutrisi yang Cukup
Untuk menghindari kesemutan, kamu juga perlu memastikan tubuh tetap mendapatkan asupan vitamin yang cukup, terutama vitamin B. Berikut ini beberapa sumber vitamin B yang baik:
- Telur
- Ikan
- Daging
- Kacang-kacangan
- Sayuran hijau
5. Kurangi Penggunaan Gadget Berlebihan
Penggunaan gadget dalam waktu lama juga dapat memicu tekanan pada saraf di tangan yang berujung pada kesemutan. Namun, kamu bisa membiasakan beberapa hal berikut untuk mengurangi risiko tangan kesemutan saat sedang menggunakan gadget:
- Mengambil jeda setiap 20–30 menit
- Melakukan peregangan tangan
- Mengubah posisi saat menggunakan gadget
6. Kelola Stres dengan Baik
Jika kesemutan dipicu oleh stres, penting untuk mengelola tekanan mental dengan baik. Beberapa cara yang bisa kamu coba lakukan di antaranya:
- Meditasi
- Olahraga ringan
- Tidur cukup
- Melakukan aktivitas yang menyenangkan
7. Konsultasi ke Dokter Jika Perlu
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah ada gangguan saraf atau kondisi medis tertentu. Kamu bisa segera konsultasi ke dokter jika merasakan kondisi kesemutan yang:
- Terjadi terus-menerus
- Disertai nyeri hebat
- Menyebabkan kelemahan tangan
- Tidak membaik dalam waktu lama
Beberapa penyebab kesemutan yang paling umum meliputi tekanan pada saraf, sirkulasi darah yang kurang lancar, kekurangan vitamin, hingga stres. Namun, sebagian besar kasus kesemutan bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana seperti menjaga postur tubuh, rutin bergerak, dan memperhatikan asupan nutrisi.
Namun, jika kesemutan terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan medis.
Selain menjaga kesehatan sejak dini, memiliki perlindungan kesehatan juga dapat membantu memberikan rasa tenang dalam menghadapi risiko kesehatan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Allianz Preferred Medical atau AlliSya Preferred Medical hadir sebagai pilihan perlindungan kesehatan yang fleksibel dan menyeluruh.
Produk asuransi kesehatan ini memberikan beragam manfaat, mulai dari biaya rawat inap dan pembedahan, baik akibat penyakit tertentu, kecelakaan, insiden maupun keadaan kahar, penggantian biaya untuk penyakit major, perawatan darurat di rumah sakit, hingga perawatan rawat jalan untuk penyakit demam berdarah dan tifus.
Dengan menentukan plan yang menjadi dasar perlindungan polis kamu, maka besaran premi atau kontribusi yang harus kamu penuhi setiap bulannya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial kamu dan/atau keluarga.
Selain itu, produk asuransi kesehatan ini juga memungkinkan kamu untuk memilih wilayah pertanggungan sesuai kebutuhan kamu, di mana kamu bisa memilih plan untuk pengobatan di luar negeri, seperti Asia dan Australia.
Dengan memahami penyebab kesemutan dan cara mengatasinya, kamu bisa menjaga kesehatan saraf dan mencegah masalah medis yang lebih serius di kemudian hari.