cara cek makanan halal

Cara Cek Produk Halal Saat Traveling ke Luar Negeri

29 Oktober 2025 | Allianz Indonesia
Saat traveling ke luar negeri, terutama ke negara dengan populasi Muslim yang sedikit, mencari makanan halal bisa jadi tantangan tersendiri. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan untuk mengeceknya? Baca artikel ini sampai selesai, ya.

Di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia atau Malaysia, mencari makanan halal bukan masalah. Namun, saat kamu berada di negara dengan populasi Muslim yang kecil, tantangannya jadi lebih besar. Karena itu, mengecek kehalalan produk sebelum mengonsumsinya sangat penting agar kamu tetap bisa menikmati kuliner lokal dengan tenang. 

Jangan sampai momen liburan kamu terganggu hanya karena bingung harus makan apa. Yuk, simak panduan lengkap bagaimana cara cek produk dan makanan halal saat traveling ke negara mana pun!

Jangan menunggu sudah berada di negara orang dan merasa lapar, baru panik mencari makanan halal. Sebelum bepergian, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu cek:

  • Apakah negara tujuan punya komunitas Muslim? Apakah ada masjid atau kawasan Muslim seperti “Muslim Quarter” atau “Halal District”?
  • Apa saja restoran halal terdekat dari hotel atau penginapan kamu?

Catat semua referensi penting, bisa di aplikasi catatan atau Google Maps. Kamu juga bisa memanfaatkan internet untuk mencari informasi lebih lanjut. Misalnya, dengan mengunjungi situs resmi Zabihah, salah satu direktori halal terbesar di dunia, di Zabihah.com, atau mengunduh aplikasinya melalui Google Play atau App Store. Dengan riset sederhana, kamu bisa lebih tenang dan fokus menikmati liburan tanpa khawatir soal makanan.

Sama seperti Indonesia yang memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), setiap negara punya lembaga sertifikasi halal sendiri. Misalnya, MUIS di Singapura, JAKIM di Malaysia, CICOT di Thailand, dan KMF (Korea Muslim Federation) di Korea Selatan.

Di Jepang, ada beberapa lembaga swasta, tetapi kamu tetap perlu cek kredibilitasnya. Sementara di Eropa atau Amerika, biasanya ada “Halal Certified” yang diberikan oleh lembaga swasta.

Kalau kamu melihat logo halal di pintu restoran atau kemasan produk, itu menjadi tanda yang baik. Namun, tetap penting untuk bisa mengeceknya kembali.

Karena itulah kamu perlu lanjut ke tips berikutnya.

Ada kalanya kamu menemukan restoran atau produk tanpa logo halal, tetapi mereka mengklaim menggunakan daging halal. Kalau begitu, apa yang harus dilakukan? 

  • Tanya langsung ke pemilik atau pegawai restoran.
  • Jika memungkinkan, minta lihat dokumen pemasok daging. Beberapa restoran bersedia menunjukkan label atau invoice dari supplier halal.
  • Gunakan trik salam, misalnya dengan menyapa “Assalamu’alaikum” dan lihat responnya. Jika mereka menjawab dengan baik, kemungkinan besar mereka Muslim dan paham soal halal.
  • Tetap gunakan pertimbangan pribadi. Jika kamu merasa ragu, lebih baik cari tempat lain.

Ini dia senjata andalan para traveler Muslim zaman sekarang untuk mengecek produk halal, yaitu dengan menggunakan aplikasi. Berikut adalah daftar aplikasi gratis yang bisa kamu gunakan, menurut situs HalalZilla.

  • Zabihah: Direktori restoran halal terbesar, seperti di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan juga Asia.
  • Halal Dining Club: Cocok untuk kamu yang suka kuliner di kota besar seperti London, Paris, atau Singapura.
  • Crave Halal: Fokus pada verifikasi manual ke restoran.
  • Halal Navi: Aplikasi terbaik untuk kamu yang mau ke Jepang atau Korea Selatan.
  • Halal Advisor: Aplikasi khusus untuk Australia.
  • Verify Halal: Kelebihannya bisa scan produk langsung.
  • Scan Halal: Sesuai dengan namanya, ini Mirip Verify Halal dan cocok untuk produk kemasan.

Dengan aplikasi-aplikasi ini, kamu cukup melakukan scan barcode makanan atau cek lokasi restoran halal terdekat, dan langsung tahu status kehalalannya.

Banyak traveler berpikir bahwa seafood atau makanan laut pasti halal. Padahal di negara Barat, seafood sering dimasak dengan wine, sake, atau alkohol lainnya.

Untuk menghindarinya, kamu bisa bilang, “I’m allergic to alcohol. Please don’t use any wine or liquor.” Ini karena alasan alergi lebih mudah dipahami dibanding alasan agama.

Hal yang sama berlaku juga dengan roti dan kue. Banyak bakery menggunakan gelatin babi atau lemak hewani. Jadi, jangan asal beli hanya karena tidak ada dagingnya, kamu tetap perlu cek bahan-bahannya.

Kamu mungkin sering menemukan tulisan “No Pork, No Lard” di restoran Asia. Sekilas terlihat aman, tetapi sebenarnya ini tidak menjamin kehalalan makanannya. Mengapa?

Ada beberapa alasan. Misalnya, alat masaknya tercampur dengan bahan yang tidak sesuai syariat. Jadi, kalau kamu merasa tidak yakin, lebih baik hindari.

Jika kamu ragu terhadap makanan hewani, hindari dulu daging-dagingan. Produk berbahan dasar tumbuhan biasanya lebih aman karena tidak mengandung unsur haram. Kamu bisa cari makanan seperti salad, roti isi sayuran, jus buah segar, atau sup vegetarian.

Namun, tetap waspadai bahan tambahan seperti gelatin, wine vinegar, dan emulsifier berbasis hewani yang sering muncul pada produk roti atau cemilan.

Jika kamu tidak menemukan restoran halal, jangan langsung panik. Kamu bisa mengakalinya dengan membeli buah, roti tawar, sayur, atau makanan instan halal dari supermarket. Ini lebih mudah karena kamu tinggal mencari produk yang memiliki logo halal dari negara setempat.

Meski kamu berencana untuk mencoba makanan lokal, bekal dari Indonesia tetap wajib dibawa. Ini bukan untuk dimakan setiap hari, tetapi disiapkan untuk situasi darurat. Kamu bisa membawa abon sapi atau ayam halal, mie instan cup, sambal sachet, rendang kemasan, dan snack favorit.

Namun, perlu diingat bahwa setiap negara punya aturan bea cukai berbeda. Jadi, pastikan kamu mengecek dulu daftar barang yang dilarang masuk ke negara tujuan.

Kadang, berjaga-jaga lebih baik daripada kehabisan pilihan.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026