Penyakit setelah Lebaran

Penyakit Setelah Lebaran dan Cara Menghindarinya

13 Maret 2026 | Allianz Indonesia
Setelah satu bulan berpuasa, banyak orang langsung menikmati berbagai hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, sambal goreng hati, kue kering, hingga minuman manis dalam jumlah besar. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Lebaran memang menjadi momen penuh kebahagiaan karena kamu bisa berkumpul bersama keluarga dan menikmati berbagai hidangan khas. Namun, pola makan yang berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik sering membuat tubuh “kaget” setelah Ramadan berakhir.

Akibatnya, beberapa masalah kesehatan mulai muncul setelah perayaan Lebaran. Agar tetap sehat setelah Lebaran, penting bagi kamu untuk mengetahui jenis penyakit yang sering muncul setelah hari raya serta cara mencegahnya sejak awal.

Menurut berbagai sumber kesehatan, perubahan pola makan setelah hari raya yang tidak terkontrol dapat memicu risiko kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, hingga lonjakan kadar gula darah.

Sebagian orang juga dapat mengalami sembelit setelah Lebaran. Kondisi ini biasanya terjadi karena perubahan pola makan yang didominasi makanan bersantan, daging, dan kue kering yang cenderung rendah serat. 

Gejalanya antara lain:

  • Perut terasa penuh atau kembung
  • Buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu
  • Fases keras atau sulit dikeluarkan
  • Harus mengejan berlebihan saat buang air besar

Cara mencegahnya:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi serat
  • Minum air putih yang cukup
  • Tetap aktif berolahraga ringan 
  • Batasi konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat seperti kue kering atau makanan bersantan berlebihan

Diare juga merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering terjadi setelah Lebaran. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh makanan yang kurang higienis atau sudah disimpan terlalu lama.

Saat Lebaran, makanan sering dimasak dalam jumlah besar dan jika tidak langsung habis, maka akan disimpan berhari-hari. Jika tidak disimpan dengan benar, makanan bisa terkontaminasi bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Gejala diare antara lain:

  • Buang air besar lebih dari tiga kali dalam satu hari
  • Feses cair
  • Perut mulas dan kembung
  • Tubuh terasa lemas akibat dehidrasi

Cara mencegah diare:

  • Jika masih ada sisa, simpan makanan dengan baik dan tertutup
  • Panaskan kembali makanan sebelum dimakan
  • Cuci tangan sebelum makan
  • Hindari makanan yang sudah basi

Hipertensi juga termasuk penyakit setelah Lebaran yang sering terjadi. Hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan sambal goreng hati biasanya mengandung santan, lemak, dan garam yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut dapat memicu lonjakan tekanan darah, terutama pada orang yang memiliki riwayat hipertensi.

Gejala hipertensi yang sering muncul:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Rasa berat di leher
  • Mudah lelah

Cara mencegah hipertensi:

  • Batasi makanan tinggi garam dan lemak
  • Perbanyak makan sayur dan buah
  • Minum air putih yang cukup
  • Cek tekanan darah secara rutin

Berbagai kue kering, sirup, dan minuman manis yang tersedia saat Lebaran dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagi penderita diabetes atau orang yang memiliki risiko diabetes, kondisi ini perlu diwaspadai.

Gejala gula darah tinggi antara lain:

  • Rasa haus berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Mudah lapar
  • Penglihatan kabur

Cara mencegahnya:

  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis
  • Kontrol porsi makan
  • Tetap aktif bergerak
  • Lakukan pemeriksaan gula darah secara berkala
  • Pastikan cukup minum air putih

Maag atau gastritis juga menjadi salah satu penyakit setelah Lebaran yang cukup sering dialami. Hal ini biasanya terjadi karena pola makan yang tidak teratur atau konsumsi makanan tertentu.

Selama Lebaran, jadwal makan sering berubah karena aktivitas silaturahmi yang padat. Selain itu, makanan pedas, asam, serta kopi juga dapat memicu naiknya asam lambung.

Gejala maag yang sering muncul:

  • Nyeri pada ulu hati
  • Mual atau bahkan muntah
  • Perut kembung
  • Hilang nafsu makan

Cara mencegah maag:

Mengonsumsi hidangan Lebaran yang mengandung santan dan daging berlemak secara berlebihan, berisiko meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala secara langsung. Namun, jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningktkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Gejala yang dapat muncul:

  • Mudah lelah
  • Nyeri dada pada kondisi tertentu
  • Kesemutan atau rasa tidak nyaman di kaki 

Cara mencegah kolesterol tinggi: 

  • Batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti santan kental dan daging berlemak
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat 
  • Rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari
  • Lakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin

Konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan makanan berlemak saat Lebaran juga bisa memicu kenaikan kadar asam urat pada sebagian orang.

Gejala yang bisa muncul, seperti:

  • Nyeri sendi mendadak
  • Pembengkakan pada sendi
  • Rasa panas pada area sendi

Cara mencegahnya antara lain:

  • Batasi konsumsi hidangan Lebaran yang tinggi purin
  • Perbanyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi serat
  • Hindari konsumsi minuman manis secara berlebihan
  • Jaga berat badan ideal dan tetap aktif bergerak

Agar terhindar dari berbagai penyakit setelah Lebaran, kamu juga perlu menjaga pola hidup sehat selama hari raya. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

Setelah sebulan berpuasa, banyak orang cenderung makan dalam jumlah besar saat Lebaran. Padahal, makanan khas Lebaran biasanya tinggi lemak, gula, dan garam.

Agar tetap sehat saat dan setelah Lebaran, usahakan makan dalam porsi yang wajar. Kamu juga bisa makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar tubuh tidak merasa terlalu kenyang.

Hidangan Lebaran biasanya rendah serat karena didominasi makanan bersantan dan berlemak. Padahal, serat sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan, yang bisa didapatkan dari sayur dan buah.

Selain serat, keduanya juga mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

Minuman manis seperti sirup dan teh manis memang identik dengan Lebaran. Namun,  konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Batas konsumsi gula yang dianjurkan adalah kurang dari 50 gram per hari atau sekitar 4 sendok makan.

Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, usahakan minum 2–2,5 liter air putih setiap hari. Kamu juga bisa mengonsumsi infused water atau jus buah tanpa tambahan gula.

Meski sedang menikmati libur Lebaran, kamu tetap perlu melakukan aktivitas fisik agar tubuh tetap bugar. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki saat bersilaturahmi atau membantu pekerjaan rumah sudah cukup membantu tubuh tetap aktif.

Aktivitas fisik juga membantu membakar kalori dari makanan yang kamu konsumsi saat Lebaran.

Dengan menjaga pola makan, membatasi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, serta tetap aktif bergerak, kamu dapat mengurangi risiko berbagai penyakit setelah Lebaran dan tetap menikmati momen kebersamaan dengan tubuh yang sehat.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026