Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat, terutama di lingkungan dengan tingkat vaksinasi rendah. Bahkan dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada banyak orang lain yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.
Data dari Kemenkes RI menunjukkan bahwa sepanjang 2025 tercatat lebih dari 63 ribu kasus suspek campak, dengan lebih dari 11 ribu kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Sementara, hingga minggu ke-7 tahun 2026, tercatat lebih dari 8 ribu kasus dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian.
Karena itu, memahami penyebab campak serta mengenali gejalanya sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Ciri-Ciri Campak yang Perlu Dikenali
Campak biasanya tidak langsung menimbulkan ruam pada tahap awal. Pada awal infeksi, gejala sering kali menyerupai flu biasa sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.
Umumnya, gejala campak muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terinfeksi virus dan berkembang secara bertahap. Pada fase ini biasanya disebut masa inkubasi.
Berikut beberapa ciri-ciri campak yang umum terjadi, melansir dari Alodokter:
1. Demam tinggi
Campak biasanya diawali dengan demam yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 38-40°C. Demam ini biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terpapar virus campak. Pada beberapa kasus, demam bisa berlangsung selama beberapa hari sebelum gejala lain muncul.
2. Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
Gejala lain yang sering muncul adalah batuk kering, hidung berair bahkan tersumbat, dan sakit tenggorokan. Kondisi ini sering membuat campak disangka sebagai infeksi saluran pernapasan biasa. Namun jika disertai demam tinggi dan ruam, kemungkinan besar itu adalah gejala campak.
3. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
Infeksi campak juga dapat menyebabkan peradangan pada mata atau konjungtivitis. Mata penderita biasanya terlihat merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini sering membuat penderita merasa tidak nyaman saat berada di tempat terang.
4. Muncul bercak putih di mulut
Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bintik putih kecil keabu-abuan dengan dasar kemerahan di dalam mulut yang disebut koplik spots. Bercak ini biasanya muncul sebelum ruam kulit terlihat. Meski ukurannya kecil, bercak ini menjadi salah satu indikator penting bagi tenaga medis untuk mengidentifikasi campak.
5. Ruam merah di kulit
Setelah beberapa hari mengalami demam dan gejala awal, ruam merah akan mulai muncul di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya tidak gatal tetapi dapat terlihat cukup jelas di kulit. Pada tahap ini, penderita sangat mudah menularkan virus ke orang lain.
Penyebab Campak
Campak disebabkan oleh virus yang sangat menular. Menurut Mayo Clinic, virus ini menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Berikut beberapa penyebab dan cara penularan campak:
1. Infeksi virus measles
Penyebab utama campak adalah virus measles yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini termasuk dalam kelompok virus paramyxovirus yang dapat menyebar melalui udara. Ketika virus masuk ke tubuh, ia akan berkembang biak di saluran pernapasan sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
2. Penularan melalui buih liur/droplet
Virus campak biasanya menyebar melalui percikan air liur saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Jika kamu berada dekat dengan orang yang terinfeksi, kemungkinan tertular akan meningkat. Bahkan virus ini bisa bertahan di udara atau permukaan benda selama beberapa waktu.
3. Kontak dengan permukaan yang terkontaminasi
Selain melalui udara, virus campak juga dapat menyebar melalui benda yang terkontaminasi. Misalnya gagang pintu, meja, atau benda lain yang disentuh oleh penderita. Jika kamu menyentuh benda tersebut lalu menyentuh wajah tanpa mencuci tangan, risiko infeksi bisa meningkat.
4. Belum mendapatkan vaksin
Orang yang belum mendapatkan vaksin memiliki risiko lebih tinggi terkena campak. Sistem imun yang belum memiliki perlindungan terhadap virus ini membuat tubuh lebih mudah terinfeksi.
Bahaya Komplikasi Campak
Campak tidak selalu berakhir dengan ruam dan demam saja. Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, melansir dari Halodoc.
1. Infeksi telinga
Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi adalah infeksi telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, gangguan pendengaran, bahkan infeksi berulang jika tidak ditangani dengan baik.
2. Pneumonia
Pneumonia merupakan komplikasi serius yang bisa terjadi akibat campak. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada paru-paru sehingga penderita mengalami kesulitan bernapas. Pada anak-anak, pneumonia akibat campak bisa menjadi kondisi yang sangat berbahaya.
3. Diare dan muntah
Campak juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau muntah. Jika berlangsung cukup lama, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi tubuh, terutama pada anak-anak.
4. Bronkitis
Campak dapat menyebabkan iritasi dan radang pada saluran udara atau bahkan peradangan pada dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru.
5. Ensefalitis
Kondisi ini adalah iritasi dan pembengkakan atau radang otak. Komplikasi ini bisa terjadi setelah atau beberapa bulan setelah terinfeksi.
Pentingnya Vaksin Campak
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan mendapatkan vaksin campak. Vaksin ini membantu tubuh membentuk antibodi yang mampu melawan virus measles.
Melansir CDC, program imunisasi campak biasanya diberikan pada anak-anak dalam beberapa tahap. Dengan vaksinasi, sistem imun tubuh akan belajar mengenali virus sehingga mampu melawannya jika suatu saat terjadi paparan.
Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi juga membantu melindungi orang lain melalui konsep herd immunity. Ketika sebagian besar masyarakat telah divaksinasi, penyebaran virus akan menjadi lebih sulit sehingga risiko wabah bisa berkurang.
Karena itulah, memastikan kamu dan keluarga mendapatkan vaksin campak menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan bersama.