Tanggal Ramadan

Kapan Ramadan dan Idulfitri 2026? Ini Perkiraannya

5 Desember 2025 | Allianz Indonesia
Tanggal Ramadan selalu menjadi informasi yang paling banyak dicari menjelang pergantian tahun. Ini tidak mengherankan karena momen puasa Ramadan dan perayaan Idulfitri hanya terjadi sekali dalam setahun dan memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Itulah sebabnya banyak orang yang mulai bertanya-tanya, “Kapan puasa Ramadan 2026 dimulai?” dan “Kapan kita akan merayakan Idulfitri 2026?”

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, penting untuk memahami bahwa penentuan tanggal awal Ramadan dan Idulfitri dilakukan dengan metode berbeda oleh pemerintah maupun organisasi Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, hasil penetapannya kadang sama, tetapi sangat mungkin juga berbeda.

Di artikel ini akan dirangkum tanggal Ramadan dan Idulfitri versi pemerintah, Muhammadiyah, dan NU untuk 2026 berdasarkan data terbaru yang sudah tersedia dan proyeksi dari masing-masing lembaga.

Simak penjelasan lengkapnya agar kamu punya gambaran lebih jelas untuk persiapan ibadah di 2026 nanti.

Sebelum membahas jadwal dari masing-masing organisasi, kamu perlu tahu bahwa ada beberapa metode utama dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu:

  • Hisab, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan.
  • Rukyatul hilal, yaitu melihat hilal secara langsung di titik-titik pemantauan.
  • Ijtimak, yaitu peristiwa ketika bulan dan matahari berada sejajar dalam satu garis bujur.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag), juga NU dan Muhammadiyah, menggunakan metode yang serupa, tetapi dengan pendekatan yang berbeda.

Itulah sebabnya hasil penetapan awal Ramadan dan Idulfitri bisa tidak sama setiap tahun.

Untuk mengetahui Ramadan 2026 versi pemerintah, kamu perlu menunggu pelaksanaan sidang isbat yang digelar Kemenag menjelang akhir bulan Syaban.

Dalam sidang tersebut, pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat untuk menentukan apakah hilal sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria MABIMS, yaitu ketinggian hilal minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°.

Karena Kalender Hijriah 2026 resmi Kemenag belum dirilis, maka tanggal pasti 1 Ramadan 1447 Hijriah versi pemerintah belum dapat diketahui sekarang. Ketentuannya baru akan diumumkan saat sidang isbat digelar pada akhir Syaban 1447 H.

Untuk tanggal Idulfitri, pemerintah juga menggunakan sidang isbat penetapan 1 Syawal. Namun, ada satu informasi penting yang sudah bisa kamu jadikan gambaran sejak sekarang, yaitu hari libur nasional untuk Idulfitri 1447 H.

Menurut Detik.com, Dalam SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, terdapat dua hari libur nasional untuk hari raya umat Islam tersebut, yaitu:

  • Sabtu, 21 Maret 2026
  • Minggu, 22 Maret 2026

Dua tanggal ini menunjukkan bahwa Idulfitri 2026 versi pemerintah berpotensi jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026. Meskipun tanggal pastinya tetap akan mengikuti hasil sidang isbat, tetapi kisaran waktunya sudah dapat kamu perkirakan sejak sekarang.

NU melalui Lembaga Falakiyah PBNU juga menetapkan awal Ramadan dan Idulfitri berdasarkan hisab falakiyah serta rukyatul hilal. Namun, hingga saat ini NU belum merilis proyeksi data hilal untuk Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pada tahun-tahun sebelumnya, NU biasanya merilis informasi awal Ramadan setelah melakukan perhitungan hilal dan mendekati akhir bulan Syaban. Begitu pula untuk Idulfitri, penetapan barunya dilakukan menjelang akhir Ramadan.

Karena itulah tanggal Ramadan 2026 versi NU belum tersedia dan baru akan diputuskan melalui pengumuman resmi PBNU ketika Ramadan semakin dekat. Begitu juga dengan tanggal Idulfitri versi NU yang menunggu rukyatul hilal pada hari terakhir Ramadan.

Jika kamu mengikuti penetapan NU, maka kamu perlu menunggu informasi resmi yang biasanya diumumkan melalui laman PBNU, media sosial resmi, dan konferensi pers.

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah sudah merilis Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk 1447 H sehingga tanggal awal Ramadan dan Idulfitri 2026 versi Muhammadiyah sudah diketahui sejak jauh hari.

Masih dilansir dari Detik.com, berdasarkan KHGT dan Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Artinya, kamu yang mengikuti penetapan Muhammadiyah akan mulai berpuasa lebih awal dibanding kemungkinan tanggal dari pemerintah dan NU.

Sementara tanggal Idulfitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H versi Muhammadiyah, masih berdasarkan KHGT, adalah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Berarti tanggal Idulfitri 2026 versi Muhammadiyah sudah ditetapkan dan pasti jatuh pada 20 Maret 2026.

Karena pemerintah berpotensi menetapkan Idulfitri pada 21 atau 22 Maret 2026, maka kemungkinan terjadi perbedaan hari Lebaran antara Muhammadiyah dan pemerintah cukup besar.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, banyak keluarga mulai merencanakan anggaran ibadah, mudik, hingga dana darurat. Agar kamu bisa beribadah dengan lebih tenang, memiliki perlindungan finansial yang sesuai prinsip syariah dapat menjadi pilihan terbaik.

AlliSya Flexi Medical merupakan produk asuransi kesehatan individu berbasis syariah yang memberikan manfaat komprehensif dan fleksibel sesuai perlindungan yang kamu butuhkan. Mulai dari mencakup biaya rawat inap dan pembedahan, baik akibat penyakit tertentu maupun kecelakaan, penggantian biaya untuk penyakit kritis, perawatan darurat di rumah sakit, hingga santunan saat meninggal dunia, baik karena kecelakaan maupun penyebab lainnya, sesuai dengan tabel manfaat berdasarkan plan yang kamu pilih.

Dengan memahami perbedaan metode penetapan tanggal dari pemerintah, NU, dan Muhammadiyah, kamu bisa menyiapkan rencana Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan lebih tenang. Apa pun hasil penetapannya nanti, semoga kamu bisa menjalani bulan suci dengan penuh keberkahan, kesehatan, dan ketenangan bersama keluarga.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026