Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

5 Ide Bisnis Kuliner untuk Menambah Penghasilan di Bulan Ramadan

09 Mei 2021 | Allianz Indonesia
Tidak hanya takjil, ada cukup banyak bisnis kuliner yang bisa dieksplorasi di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Tren bisnis kuliner di bulan Ramadan biasanya mengalami peningkatan untuk menemani kegiatan berbuka puasa para umat muslim. Minat dan permintaan pelanggan terhadap berbagai produk kuliner biasanya semakin tinggi, apalagi saat semakin dekat dengan Idul Fitri.

Bukan hanya takjil yang ramai peminat di bulan Ramadan, tapi ada banyak sekali jenis kategori kuliner lain yang punya peluang bagus untuk dipasarkan kalau kamu berminat mencari penghasilan tambahan saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran nanti.

Berikut beberapa ide bisnis kuliner yang bisa kamu pertimbangkan:

Frozen Food Rumahan

Makanan beku atau frozen food adalah salah satu yang paling bagus prospeknya untuk dijual saat bulan Ramadan. Salah satu alasan tingginya minat pelanggan terhadap produk makanan beku karena kepraktisannya. Banyak pelanggan memilih untuk stok berbagai menu makanan beku agar lebih gampang saat menyiapkan hidangan sahur untuk keluarga.

Dulu, mungkin makanan beku identik hanya dengan makanan olahan pabrik seperti nugget, tapi sekarang, segala makanan pada umumnya bisa dijual dalam bentuk beku, bahkan makanan rumahan sekalipun. Jenisnya pun sangat variatif, mulai dari makanan ringan seperti otak-otak dan pempek hingga yang agak berat seperti bakso atau mie ayam, hingga lauk semacam ayam goreng dan rendang.

 

Baca juga: Resep Masakan Menggunakan Kurma yang Bisa Kamu Buat Selama #DiRumahAja

 

Katering Makanan

Kalau ada yang lebih praktis dari makanan beku, tentu saja katering makanan. Menyasar pelanggan yang tidak ingin repot bahkan untuk sekadar memanaskan makanan sekalipun, membuat bisnis ini hampir tak pernah mati.

Di bulan Ramadan seperti sekarang ini, kamu bisa menawarkan beragam paket katering makanan untuk menu sahur dan berbuka. Kamu juga bisa menawarkan menu yang akan membedakanmu dengan kompetitor, misalnya dengan menu yang menyasar pada pelanggan dengan kebutuhan makanan khusus, seperti gluten-free, vegan, vegetarian, dan lain sebagainya.

Makanan Siap Santap

Sedikit berbeda dengan makanan beku, di bisnis makanan siap santap, produk yang dijual adalah makanan yang siap dikonsumsi oleh pelanggan saat itu juga. Kalau biasanya katering sudah ada jadwal menu untuk jangka waktu tertentu, di bisnis makanan siap santap ini pelanggan punya kebebasan untuk membeli satuan dan tidak harus komitmen berlangganan. Prinsipnya sama seperti kalau kamu membungkus makanan di restoran untuk dibawa pulang dan dimakan di rumah.

Tak hanya saat Ramadan saja, saat semakin mendekati Lebaran, kamu pun bisa menjual makanan siap santap khas Idul Fitri, seperti opor ayam, rendang, gulai sayur, dan lain sebagainya. Kamu bisa menerapkan sistem pemesanan sebelumnya atau pre-order sehingga tidak akan ada makanan yang terbuang karena tidak ada yang membeli.

Kue Kering

Kue-kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, dan lain sebagainya adalah peluang bisnis yang paling banyak diminati oleh pebisnis kuliner di bulan Ramadan karena tingginya permintaan pelanggan saat menjelang Lebaran.

Kalau kamu andal dalam membuat kue, ini adalah saat yang tepat untuk memanfaatkan keahlianmu supaya dapat menambah penghasilan. Di tengah ramainya pasar kue kering saat Lebaran, berikan sesuatu yang unik dan bernilai tambah pada produkmu sehingga tetap bisa memenangkan hati pelanggan. Misalnya dengan menggunakan bahan kualitas terbaik sehingga rasanya terjamin enak, hingga mengemasnya dengan packaging yang cantik dan menarik.

 

Baca juga: Ayo Jaga Kadar Kolesterol dalam Tubuh Sehabis Lebaran

 

Ketupat

Lebaran identik dengan banyak hal, salah satunya ketupat. Apa pun lauknya, ketupat hampir selalu wajib ada di meja makan. Tapi, tidak semua orang punya waktu untuk membuat ketupat sendiri. Nah, inilah pasar yang bisa kamu targetkan.

Kamu bisa menjual beberapa variasi ketupat saat menjelang Idul Fitri nanti, misalnya pembungkusnya saja agar pelanggan tinggal memasukkan beras dan memasaknya sendiri, atau ketupat yang sudah matang. Bahkan kamu juga bisa menjual paket ketupat dengan lauk seperti opor ayam dan sambal goreng sekaligus.

Kalau kamu memutuskan untuk berjualan ketupat, perhatikan jadwal pengirimannya, ya. Karena tentu semua pelanggan ingin ketupatnya sampai tepat waktu Lebaran, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlambat. Kamu perlu memastikan memilih cara pengiriman yang bisa sampai pada jadwal yang telah disepakati dengan pelanggan agar mereka tidak kecewa.

Semangat berbagi dan menunjukkan kasih sayang di bulan Ramadan biasanya juga meningkat dibanding dengan hari biasa. Salah satu bentuknya adalah dengan memberikan hampers atau parsel ke orang lain, misalnya keluarga dan teman-teman terdekat.

Ini juga bisa jadi peluang tambahan untuk kamu yang berbisnis kuliner. Saat menjelang Lebaran, kamu juga bisa mencoba menawarkan produk kuliner yang sudah kamu punya dalam bentuk hampers.

Jadi, di antara ide-ide bisnis kuliner di atas, mana yang ingin kamu coba?

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan