Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi atau menghadapi kondisi tertentu. Karena itu, demam bukanlah penyakit tersendiri, melainkan salah satu gejala dari gangguan kesehatan yang lainnya.
Suhu tubuh juga bisa berubah sepanjang hari, misalnya merasa lebih baik pada pagi hari. Kemudian, kembali menggigil atau merasa suhu tubuh meningkat pada sore dan malam hari. Selain itu, demam yang terus berulang juga perlu diperhatikan, terutama jika tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Penyebab Demam Naik Turun Lebih dari 3 Hari
Berikut ini beberapa penyebab yang bisa mengakibatkan demam bisa naik turun lebih dari tiga hari:
1. Infeksi virus
Infeksi virus merupakan salah satu penyebab demam yang umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi saat seseorang mengalami flu, pilek, atau infeksi virus lainnya.
Selain suhu tubuh meningkat, gejala yang menyertai bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, hidung berair, batuk, sakit tenggorokan, dan tubuh terasa lemas. Pada sebagian orang, demam dapat meningkat pada waktu tertentu, lalu menurun sebelum kembali naik.
Menurut Mayo Clinic, demam umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat mereda dalam beberapa hari. Namun, lama demam berbeda-beda bergantung pada jenis infeksi dan kondisi tubuh.
Jika demam tidak membaik setelah beberapa hari atau muncul gejala baru, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat penurun panas. Pemeriksaan dokter dapat membantu mengetahui penyebabnya.
2. Demam berdarah dengue (DBD)
Demam yang berlangsung selama beberapa hari, bahkan menimbulkan demam tinggi juga perlu diwaspadai sebagai salah satu kemungkinan gejala demam berdarah dengue (DBD). Terutama jika disertai sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, atau muncul ruam.
Namun, hal yang perlu diperhatikan, suhu tubuh yang mulai turun tidak selalu berarti kondisi sudah membaik. Pada DBD, fase kritis dapat terjadi ketika demam mulai mereda, sehingga perubahan kondisi tubuh tetap perlu dipantau.
Jika demam disertai nyeri perut hebat, muntah berulang, perdarahan dari hidung atau gusi, muntah darah, tinja berwarna hitam, atau tubuh terasa sangat lemas, segera cari pertolongan medis.
3. Infeksi bakteri
Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menyebabkan demam selama beberapa hari. Contohnya adalah infeksi saluran kemih, radang paru-paru, dan infeksi pada bagian tubuh lainnya.
Gejala yang muncul bergantung pada lokasi infeksi. Infeksi saluran kemih, misalnya, dapat disertai nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, atau nyeri pada bagian pinggang. Sementara itu, infeksi paru-paru dapat menimbulkan batuk, sesak napas, dan nyeri dada.
Demam akibat infeksi bakteri terkadang membutuhkan antibiotik. Namun, antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan karena tidak efektif untuk mengatasi infeksi virus. Jenis pengobatan perlu ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
4. Pengaruh obat dan kondisi kesehatan tertentu
Dalam beberapa kasus, demam dapat berkaitan dengan reaksi terhadap obat atau kondisi peradangan tertentu. Meski lebih jarang dibandingkan infeksi, kemungkinan ini perlu dipertimbangkan jika tidak ditemukan penyebab yang jelas.
Dokter biasanya akan menanyakan obat yang sedang dikonsumsi, riwayat penyakit, perjalanan terakhir, serta gejala lain yang menyertai demam. Informasi tersebut membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan.
5. Suhu tubuh berubah setelah minum obat penurun panas
Obat penurun panas membantu mengurangi suhu tubuh dan rasa tidak nyaman, tetapi tidak selalu menghilangkan penyebab demam.
Karena itu, suhu yang kembali meningkat setelah efek obat berkurang, bukan berarti obat tersebut tidak bekerja. Sebaliknya, suhu yang turun setelah minum obat juga tidak otomatis menandakan penyakit sudah sembuh.
Untuk memantau kondisi, catat suhu tubuh, waktu minum obat, dan gejala yang muncul. Gunakan obat sesuai petunjuk kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, dan hindari menggabungkan beberapa obat yang mengandung bahan aktif sama tanpa arahan dokter.
Berapa Lama Demam yang Normal?
Durasi demam bergantung pada penyebabnya. Menurut Cleveland Clinic, demam akibat infeksi umumnya mereda sekitar tiga sampai empat hari. Meski begitu, durasi tersebut bukan patokan mutlak untuk setiap penyakit.
Pada orang dewasa, demam yang berlangsung lebih dari tiga hari sebaiknya diperiksakan ke dokter. Untuk anak-anak, batas waktu dan tingkat urgensinya dapat berbeda sesuai usia dan gejala yang dialami.
Kapan Demam Perlu Diperiksakan?
Berikut panduan umum untuk membantu menentukan kapan perlu mencari pertolongan medis ketika demam:
- Demam berlangsung lebih dari tiga hari: sebaiknya konsultasikan ke dokter, terlebih jika suhu tubuh tetap tinggi atau demam kembali muncul setelah sempat membaik.
- Suhu tubuh mencapai 39,4°C atau lebih pada orang dewasa: hubungi dokter untuk mendapatkan penilaian medis.
- Bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami suhu 38°C atau lebih: segera cari pertolongan medis, meskipun bayi tampak tidak mengalami keluhan lain.
- Anak mengalami demam disertai perubahan perilaku: segera konsultasikan jika anak sulit dibangunkan, tidak mau minum, tampak sangat lemas, atau tidak merespons seperti biasanya.
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah atau penyakit kronis mengalami demam: sebaiknya berkonsultasi lebih awal karena risiko komplikasi dapat lebih tinggi.
Tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan
Jangan menunggu sampai demam berlangsung lebih dari tiga hari jika muncul tanda bahaya. Segera cari pertolongan medis apabila demam disertai:
- Sesak napas atau nyeri dada.
- Sakit kepala hebat atau leher terasa kaku.
- Kebingungan, penurunan kesadaran, atau kejang.
- Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus.
- Sulit minum, urine sangat sedikit, atau tanda dehidrasi berat.
- Ruam yang mengkhawatirkan atau perdarahan yang tidak biasa.
Cara Merawat Diri saat Demam di Rumah
Jika demam masih ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kenyamanan tubuh selama pemulihan.
1. Cukupi kebutuhan cairan
Minum air secara teratur untuk mengganti cairan yang hilang melalui keringat. Jika nafsu makan menurun, kamu bisa mencoba sup atau makanan berkuah yang mudah dikonsumsi.
2. Istirahat yang cukup
Kurangi aktivitas berat dan beri tubuh waktu untuk pulih. Hindari memaksakan diri bekerja atau berolahraga ketika suhu tubuh masih meningkat atau bahkan belum turun sama sekali.
3. Gunakan pakaian yang nyaman
Pilih pakaian ringan dan jaga suhu ruangan tetap nyaman. Tidak perlu menggunakan selimut tebal secara berlebihan ketika tubuh terasa panas.
4. Pantau suhu tubuh dan gejala lain
Gunakan termometer digital dan catat hasil pengukuran secara berkala. Selain suhu, perhatikan juga apakah muncul batuk, ruam, nyeri perut, sakit kepala, atau keluhan lainnya.
5. Gunakan obat sesuai petunjuk
Obat penurun panas seperti paracetamol dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman jika digunakan sesuai petunjuk. Untuk anak-anak, dosis harus disesuaikan dengan usia dan berat badan. Jangan memberikan aspirin kepada anak tanpa arahan dokter.
Perawatan di rumah tidak menggantikan pemeriksaan medis apabila demam menetap, memburuk, atau disertai tanda bahaya. Jangan pula mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.
Demam lebih dari 3 hari bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan, meskipun suhu tubuh terkadang turun dan badan terasa lebih baik. Demam akibat infeksi ringan memang dapat membaik dalam beberapa hari, tetapi penyebab seperti DBD dan infeksi lain membutuhkan perhatian khusus. Pantau suhu dan gejala yang menyertai, lalu periksakan diri jika demam menetap atau kondisi tubuh memburuk.
Untuk membantu mempersiapkan perlindungan terhadap kebutuhan medis yang tidak terduga, kamu dapat mempertimbangkan Allianz Preferred Medical yang menawarkan manfaat medis yang komprehensif sesuai ketentuan polis.
Sementara itu, AlliSya Preferred Medical dapat menjadi pilihan perlindungan kesehatan berbasis syariah untuk membantu mempersiapkan kebutuhan medis kamu dan keluarga di masa depan.