Dalam investment link, premi yang dibayarkan akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Alokasi tersebut dapat digunakan untuk membentuk unit investasi, sementara biaya-biaya yang timbul selama polis berjalan dapat dibayarkan dari nilai investasi sesuai ketentuan produk.
Besaran alokasi premi dapat berbeda pada setiap produk. Pada produk tertentu, sebagian premi pada periode awal dapat digunakan sebagai biaya akuisisi, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.
Unit investasi yang terbentuk kemudian dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan selama polis berjalan, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan polis.
Namun, sama dengan investasi pada umumnya, nilai investasi dapat naik atau turun mengikuti kinerja subdana, sehingga tidak dijamin menghasilkan keuntungan tertentu. Agar kamu tidak salah memilih, baca dulu penjelasan lengkap mengenai investment link di bawah ini.
Bagaimana Cara Kerja Investment Link?
Pada investment link, premi yang dibayarkan akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Alokasi premi dapat berbeda antara satu produk dan produk lainnya.
Umumnya, sebagian premi dapat digunakan untuk biaya akuisisi, sementara bagian lainnya digunakan untuk membeli unit investasi. Namun, pada produk tertentu lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membeli unit investasi.
Unit investasi tersebut memiliki nilai yang mengikuti harga unit subdana. Ketika kinerja subdana meningkat, nilai investasi berpotensi bertambah. Sebaliknya, ketika nilai aset dalam subdana mengalami penurunan, nilai investasi juga dapat turun.
Seiring berjalannya polis, unit investasi yang terbentuk dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan sesuai ketentuan produk, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya.
Sederhananya, nilai investasi dapat menjadi sumber dana untuk membayar biaya-biaya polis. Karena itu, nilai investasi perlu dipantau secara berkala.
Gambaran sederhananya seperti token listrik. Ketika saldo token masih tersedia, listrik dapat terus digunakan. Jika saldo tidak mencukupi, perlu dilakukan pengisian kembali. Begitu juga dengan investment link. Jika nilai investasi tidak mencukupi untuk membayar biaya yang dibebankan, pemegang polis perlu melakukan top up sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan.
Karena itu, penting untuk memantau nilai investasi secara berkala, bukan hanya melihat apakah nilainya sedang naik atau turun, tetapi juga memastikan nilainya cukup untuk mendukung keberlangsungan polis sesuai ketentuan.
Apa Perbedaan Perlindungan dan Investasi dalam Investment Link?
Walaupun berada dalam satu polis, perlindungan dan investasi mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut ini perbedaannya.
1. Proteksi untuk Memberikan Perlindungan Finansial
Komponen proteksi bertujuan memberikan manfaat finansial ketika risiko yang dijamin dalam polis terjadi, misalnya meninggal dunia atau risiko lainnya sesuai manfaat yang dipilih.
Besarnya manfaat, risiko yang dijamin, pengecualian, dan ketentuan pembayaran mengikuti isi polis.
2. Investasi untuk Mengembangkan Nilai Dana
Sementara itu, potensi nilai investasi bertujuan mengembangkan nilai dana melalui subdana yang tersedia. Kinerja investasi bergantung pada aset dan kondisi pasar, sehingga nilainya bisa naik maupun turun.
Kedua pembagian fungsi ini juga menjawab pertanyaan apakah lebih baik membeli reksa dana dan asuransi jiwa secara terpisah. Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang.
Produk terpisah dapat memberikan keleluasaan untuk memilih instrumen investasi dan proteksi secara mandiri, sedangkan investment link menawarkan kemudahan karena keduanya berada dalam satu polis.
Dari sisi hasil investasi, tidak tepat mengatakan bahwa investment link pasti memberikan return lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan reksa dana.
Hal ini karena hasil akhirnya dipengaruhi oleh kinerja investasi, biaya, jumlah premi yang dialokasikan, pilihan dana, serta lamanya kepemilikan. Oleh karena itu, jangan memilih investment link hanya berdasarkan ilustrasi potensi hasil investasi.
Kapan Investment Link Bisa Dipertimbangkan dalam Perencanaan Keuangan?
Investment link dapat menjadi pertimbangan jika kamu menginginkan perlindungan asuransi sekaligus memiliki kesempatan mengembangkan potensi nilai investasi dalam satu polis.
Namun, keputusan memilih produk ini tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan finansial, jangka waktu, dan profil risikomu. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
1. Jika Menginginkan Proteksi dan Investasi dalam Satu Produk
Investment link dapat menjadi pilihan jika kamu mengutamakan kemudahan dalam mengelola proteksi dan potensi nilai investasi melalui satu polis.
Produk ini menggabungkan manfaat asuransi dengan komponen potensi nilai investasi sehingga kamu tidak perlu mengelola keduanya melalui produk yang berbeda.
2. Jika Memiliki Tujuan Keuangan Jangka Panjang
Investment link lebih relevan untuk kamu yang memiliki tujuan keuangan jangka panjang. Nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kondisi pasar sehingga perlu mempertimbangkan kemampuan mempertahankan polis dalam jangka panjang.
Jangka waktu yang panjang dapat memberikan kesempatan untuk menghadapi berbagai kondisi pasar, tetapi tidak menghilangkan risiko kerugian investasi.
3. Jika Membutuhkan Fleksibilitas dalam Mengelola Polis
Investment link dapat memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan manfaat proteksi maupun komponen investasinya, sesuai dengan fitur dan ketentuan masing-masing produk.
Dari sisi proteksi, beberapa produk memungkinkan penyesuaian uang pertanggungan atau penambahan manfaat tambahan (rider) sesuai kebutuhan dan ketentuan polis. Sementara dari sisi investasi, beberapa produk menyediakan fitur seperti top up, withdrawal, atau switching.
Fleksibilitas tersebut dapat membantu menyesuaikan polis dengan perubahan kebutuhan, tujuan keuangan, maupun kondisi finansial sepanjang masa pertanggungan, sesuai ketentuan produk.
4. Siap Memahami Risiko dan Biaya Investasi
Sebelum memilih investment link, pahami bagaimana premi dialokasikan, biaya yang dikenakan, pilihan subdana, tingkat risikonya, serta bagaimana biaya tersebut dapat memengaruhi nilai investasi.
Dengan begitu, jangan menjadikan ilustrasi potensi nilai investasi sebagai satu-satunya pertimbangan. Kebutuhan perlindungan, uang pertanggungan, kemampuan membayar premi, dan ketentuan polis juga perlu diperhatikan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Investment Link?
Sebelum memutuskan untuk membeli invesment link, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pahami manfaat, pengecualian, termasuk risiko dalam polis.
- Pelajari cara premi dialokasikan dan biaya yang dikenakan, termasuk biaya asuransi, administrasi, investasi, dan biaya lain yang berlaku.
- Kenali pilihan subdana serta tingkat risikonya.
- Pahami risiko bahwa nilai investasi dapat naik maupun turun.
- Ketentuan top up, withdrawal, switching, dan keberlangsungan polis.
- Bandingkan produk dengan kebutuhan proteksi dan tujuan keuanganmu.
- Baca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta dokumen polis sebelum mengambil keputusan.
Investment link atau asuransi unit link merupakan produk asuransi yang menggabungkan manfaat proteksi dengan komponen investasi dalam satu polis. Proteksi memberikan perlindungan finansial sesuai ketentuan polis, sementara komponen investasi memberikan potensi pertumbuhan nilai melalui subdana yang dipilih.
Karena nilai investasi dapat naik dan turun, investment link bukan investasi dengan keuntungan yang dijamin. Sebelum memilihnya, pahami mekanisme produk, biaya, risiko investasi, pilihan subdana, serta manfaat perlindungan agar produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
*Produk investment link merupakan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), sehingga memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi. Sebelum memutuskan untuk membeli produk investment link, pastikan kamu telah memahami manfaat, biaya, dan risiko yang terkait, serta mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kebutuhan, tujuan keuangan, dan profil risiko Anda.