Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PAYDI merupakan produk asuransi yang memberikan manfaat perlindungan sekaligus potensi nilai investasi. OJK menerbitkan SEOJK Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi untuk memperkuat perlindungan konsumen, terutama dari sisi pemasaran, transparansi informasi, dan tata kelola aset.
Secara sederhana, PAYDI memiliki dua komponen utama:
- Perlindungan asuransi, umumnya manfaat meninggal dunia sesuai ketentuan polis.
- Komponen potensi nilai investasi yang nilainya dapat berkembang mengikuti kinerja subdana.
Artinya, dalam PAYDI, premi yang dibayarkan akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Alokasi tersebut dapat digunakan untuk membentuk unit investasi, sementara biaya-biaya yang timbul selama polis berjalan dapat dibayarkan dari nilai investasi sesuai ketentuan produk.
Besaran alokasi premi dapat berbeda pada setiap produk. Misalnya, pada produk tertentu, sebagian premi pada periode awal dapat digunakan sebagai biaya akuisisi, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.
Unit investasi yang terbentuk kemudian dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan selama polis berjalan, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan polis.
Karena itu, penting untuk memahami bagaimana premi dialokasikan, biaya apa saja yang dikenakan, serta bagaimana biaya tersebut memengaruhi nilai investasi pada produk PAYDI yang dipilih.
Baca juga: 6 Tips Agar Terhindar dari Investasi Bodong
Bagaimana Cara Kerja PAYDI?
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa tahap cara kerja PAYDI:
1. Nasabah Membayar Premi Sesuai Ketentuan Polis
Kamu membayar premi sesuai jumlah, frekuensi, dan jangka waktu yang tercantum dalam polis.
Sebelum memilih produk, pastikan kamu mampu membayar premi secara berkelanjutan. Jangan hanya mempertimbangkan kemampuan membayar premi saat ini, tetapi juga kondisi finansial dalam jangka panjang.
2. Premi Dialokasikan Sesuai Ketentuan Polis
Premi yang dibayarkan pada PAYDI akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Pada produk tertentu, sebagian premi dapat digunakan sebagai biaya akuisisi, sedangkan bagian lainnya membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.
Seiring berjalannya polis, unit investasi yang terbentuk dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan produk.
Karena itu, ketersediaan nilai investasi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar manfaat perlindungan tetap dapat berjalan sesuai ketentuan polis. Jika nilai investasi tidak mencukupi untuk membayar biaya yang dibebankan, pemegang polis mungkin perlu melakukan top up sesuai ketentuan produk agar polis tetap berjalan.
Sederhananya, nilai investasi pada PAYDI dapat diibaratkan seperti saldo yang digunakan untuk membayar biaya-biaya polis. Jika saldo tidak mencukupi, perlu ada penambahan dana sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan.
3. Memilih Subdana Sesuai Profil Risiko
Bagian investasi pada PAYDI ditempatkan pada subdana dengan strategi investasi tertentu, yang mana setiap subdana dapat memiliki tingkat risiko dan potensi hasil yang berbeda.
Karena itu, pilihan subdana sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko kamu, tujuan investasi, pengalaman dan pemahaman terhadap investasi, serta jangka waktu investasi sesuai kebutuhan kamu.
4. Nilai Investasi Dapat Mengalami Kenaikan dan Penurunan
Komponen investasi merupakan bagian yang perlu diperhatikan karena nilainya tidak selalu naik. Pergerakan pasar dapat membuat nilai investasi meningkat ataupun menurun.
OJK menegaskan bahwa ilustrasi investasi hanya merupakan gambaran kemungkinan hasil di masa mendatang dan bukan jaminan nilai investasi yang akan diterima. Kinerja investasi masa lalu juga tidak mencerminkan kinerja pada masa depan.
Apa Risiko PAYDI?
PAYDI memiliki risiko investasi yang perlu dipahami sebelum memilih produk. Risiko tersebut berkaitan dengan kinerja subdana dan kondisi pasar yang dapat memengaruhi nilai investasi. Beberapa risiko investasi yang dapat terjadi antara lain:
1. Risiko Penurunan Harga Unit
Harga unit dapat turun akibat penurunan harga efek investasi yang menjadi bagian dari portofolio subdana. Kondisi ini dapat menyebabkan nilai investasi ikut menurun.
2. Risiko Pasar
Pergerakan harga pasar, kinerja penerbit efek investasi, maupun perubahan nilai valuasi efek investasi dapat memengaruhi kinerja subdana dan nilai investasi.
3. Risiko Likuiditas
Pencairan atau penarikan nilai investasi bergantung pada kondisi likuiditas portofolio subdana. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika likuiditas pasar rendah, nilai investasi yang diterima dapat terdampak.
4. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
Perubahan kondisi ekonomi dan stabilitas politik dapat memengaruhi pasar modal dan pasar finansial, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja subdana.
5. Risiko Kredit
Risiko ini dapat terjadi apabila pihak ketiga sebagai penerbit efek investasi tidak mampu memenuhi kewajibannya. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap kinerja subdana.
6. Risiko Tingkat Suku Bunga
Perubahan tingkat suku bunga, baik kenaikan maupun penurunan, dapat memengaruhi harga efek investasi dan kinerja subdana.
7. Risiko Mitra Pengimbang
Risiko ini dapat terjadi apabila mitra pengimbang yang terlibat dalam pengelolaan investasi tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.
8. Risiko Pembatalan
Risiko yang dapat muncul ketika pemegang polis melakukan penarikan nilai investasi atau penebusan polis sebelum jatuh tempo efek dalam portofolio subdana. Nilai yang diterima akan dihitung berdasarkan harga unit yang berlaku setelah memperhitungkan biaya-biaya sesuai ketentuan.
Jadi, apakah PAYDI menjamin keuntungan investasi?
Tidak. Nilai investasi PAYDI dapat naik maupun turun dan hasilnya tidak dapat dipastikan karena dipengaruhi oleh kinerja subdana serta berbagai kondisi pasar. Karena itu, penting untuk memahami profil risiko subdana, ketentuan produk, biaya, serta risiko investasi sebelum memilih PAYDI.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih PAYDI?
Memahami cara kerja PAYDI saja belum cukup. Kamu juga perlu memastikan produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan tujuan keuanganmu.
1. Tujuan Keuangan
Tentukan tujuan keuangan sebelum memilih PAYDI. Misalnya, apakah fokus utamamu adalah mendapatkan perlindungan jiwa jangka panjang sekaligus memiliki potensi pertumbuhan nilai investasi?
Tujuan tersebut perlu disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risikomu.
2. Kebutuhan Perlindungan
Perhatikan besarnya manfaat perlindungan yang dibutuhkan, termasuk uang pertanggungan dan manfaat tambahan jika tersedia. Jangan sampai terlalu fokus pada potensi nilai investasi, tetapi kebutuhan perlindungan keluarga justru kurang diperhatikan.
OJK juga memasukkan kebutuhan jenis manfaat asuransi, uang pertanggungan, serta jangka waktu pertanggungan sebagai bagian dari penilaian kebutuhan calon pemegang polis.
3. Jangka Waktu
PAYDI pada dasarnya merupakan produk jangka panjang. Karena itu, pastikan kamu memiliki kemampuan finansial untuk mempertahankan polis sesuai ketentuannya.
OJK secara khusus mengingatkan bahwa PAYDI tidak sesuai bagi orang yang memiliki kebutuhan penggunaan dana dari produk tersebut dalam jangka pendek.
4. Profil Risiko
Kenali apakah kamu termasuk jenis investor konservatif, moderat, atau agresif. Profil risiko ini membantu menentukan pilihan subdana yang lebih sesuai dengan toleransi terhadap naik-turunnya nilai investasi.
Penilaian profil risiko mencakup toleransi risiko, tujuan investasi, pengalaman investasi, pemahaman terhadap instrumen investasi, dan jangka waktu investasi.
5. Pahami Biaya dan Ketentuan Polis
Sebelum mengambil keputusan, pelajari ilustrasi dan polis dengan teliti. Perhatikan manfaat perlindungan, pilihan subdana, biaya, risiko, ketentuan pembayaran premi, serta ketentuan penarikan atau pengalihan dana.
6. Review Polis dan Nilai Investasi Secara Berkala
Memilih PAYDI bukan berarti selesai setelah polis diterbitkan. Lakukan review polis secara berkala untuk memastikan manfaat perlindungan yang dimiliki masih sesuai dengan kebutuhanmu dan perhatikan juga perkembangan nilai investasi.
Hal ini penting karena nilai investasi dapat berubah mengikuti kinerja subdana. Di sisi lain, nilai investasi dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya polis sesuai ketentuan produk. Jika nilai investasi tidak mencukupi, kamu mungkin perlu melakukan top up sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan dan manfaat perlindungan tetap berjalan.
Dengan melakukan review secara berkala, kamu dapat mengetahui kondisi polis dan nilai investasi yang dimiliki, sekaligus mempertimbangkan apakah diperlukan penyesuaian atau top up untuk menjaga keberlangsungan perlindungan.