apa itu PAYDI

Apa Itu PAYDI? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya

10 September 2026 | Allianz Indonesia
PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi) adalah produk asuransi yang menggabungkan manfaat perlindungan asuransi sekaligus potensi nilai investasi. Artinya, kamu tidak hanya mendapatkan manfaat perlindungan asuransi sesuai polis, tetapi juga memiliki potensi nilai investasi yang pergerakannya mengikuti kinerja subdana yang dipilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan kamu.

Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PAYDI merupakan produk asuransi yang memberikan manfaat perlindungan sekaligus potensi nilai investasi. OJK menerbitkan SEOJK Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi untuk memperkuat perlindungan konsumen, terutama dari sisi pemasaran, transparansi informasi, dan tata kelola aset.

Secara sederhana, PAYDI memiliki dua komponen utama: 

  • Perlindungan asuransi, umumnya manfaat meninggal dunia sesuai ketentuan polis.
  • Komponen potensi nilai investasi yang nilainya dapat berkembang mengikuti kinerja subdana.

Artinya, dalam PAYDI, premi yang dibayarkan akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Alokasi tersebut dapat digunakan untuk membentuk unit investasi, sementara biaya-biaya yang timbul selama polis berjalan dapat dibayarkan dari nilai investasi sesuai ketentuan produk.

Besaran alokasi premi dapat berbeda pada setiap produk. Misalnya, pada produk tertentu, sebagian premi pada periode awal dapat digunakan sebagai biaya akuisisi, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.

Unit investasi yang terbentuk kemudian dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan selama polis berjalan, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan polis.

Karena itu, penting untuk memahami bagaimana premi dialokasikan, biaya apa saja yang dikenakan, serta bagaimana biaya tersebut memengaruhi nilai investasi pada produk PAYDI yang dipilih.

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa tahap cara kerja PAYDI:

Kamu membayar premi sesuai jumlah, frekuensi, dan jangka waktu yang tercantum dalam polis.

Sebelum memilih produk, pastikan kamu mampu membayar premi secara berkelanjutan. Jangan hanya mempertimbangkan kemampuan membayar premi saat ini, tetapi juga kondisi finansial dalam jangka panjang.

Premi yang dibayarkan pada PAYDI akan dialokasikan sesuai mekanisme produk dan ketentuan polis. Pada produk tertentu, sebagian premi dapat digunakan sebagai biaya akuisisi, sedangkan bagian lainnya membentuk unit investasi. Pada produk lainnya, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi.

Seiring berjalannya polis, unit investasi yang terbentuk dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang dibebankan, seperti biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan produk.

Karena itu, ketersediaan nilai investasi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar manfaat perlindungan tetap dapat berjalan sesuai ketentuan polis. Jika nilai investasi tidak mencukupi untuk membayar biaya yang dibebankan, pemegang polis mungkin perlu melakukan top up sesuai ketentuan produk agar polis tetap berjalan.

Sederhananya, nilai investasi pada PAYDI dapat diibaratkan seperti saldo yang digunakan untuk membayar biaya-biaya polis. Jika saldo tidak mencukupi, perlu ada penambahan dana sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan.

Bagian investasi pada PAYDI ditempatkan pada subdana dengan strategi investasi tertentu, yang mana setiap subdana dapat memiliki tingkat risiko dan potensi hasil yang berbeda.

Karena itu, pilihan subdana sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko kamu, tujuan investasi, pengalaman dan pemahaman terhadap investasi, serta jangka waktu investasi sesuai kebutuhan kamu.

Komponen investasi merupakan bagian yang perlu diperhatikan karena nilainya tidak selalu naik. Pergerakan pasar dapat membuat nilai investasi meningkat ataupun menurun.

OJK menegaskan bahwa ilustrasi investasi hanya merupakan gambaran kemungkinan hasil di masa mendatang dan bukan jaminan nilai investasi yang akan diterima. Kinerja investasi masa lalu juga tidak mencerminkan kinerja pada masa depan.

PAYDI memiliki risiko investasi yang perlu dipahami sebelum memilih produk. Risiko tersebut berkaitan dengan kinerja subdana dan kondisi pasar yang dapat memengaruhi nilai investasi. Beberapa risiko investasi yang dapat terjadi antara lain:

Harga unit dapat turun akibat penurunan harga efek investasi yang menjadi bagian dari portofolio subdana. Kondisi ini dapat menyebabkan nilai investasi ikut menurun.

Pergerakan harga pasar, kinerja penerbit efek investasi, maupun perubahan nilai valuasi efek investasi dapat memengaruhi kinerja subdana dan nilai investasi.

Pencairan atau penarikan nilai investasi bergantung pada kondisi likuiditas portofolio subdana. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika likuiditas pasar rendah, nilai investasi yang diterima dapat terdampak.

Perubahan kondisi ekonomi dan stabilitas politik dapat memengaruhi pasar modal dan pasar finansial, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kinerja subdana.

Risiko ini dapat terjadi apabila pihak ketiga sebagai penerbit efek investasi tidak mampu memenuhi kewajibannya. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap kinerja subdana.

Perubahan tingkat suku bunga, baik kenaikan maupun penurunan, dapat memengaruhi harga efek investasi dan kinerja subdana.

Risiko ini dapat terjadi apabila mitra pengimbang yang terlibat dalam pengelolaan investasi tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Risiko yang dapat muncul ketika pemegang polis melakukan penarikan nilai investasi atau penebusan polis sebelum jatuh tempo efek dalam portofolio subdana. Nilai yang diterima akan dihitung berdasarkan harga unit yang berlaku setelah memperhitungkan biaya-biaya sesuai ketentuan.

Tidak. Nilai investasi PAYDI dapat naik maupun turun dan hasilnya tidak dapat dipastikan karena dipengaruhi oleh kinerja subdana serta berbagai kondisi pasar. Karena itu, penting untuk memahami profil risiko subdana, ketentuan produk, biaya, serta risiko investasi sebelum memilih PAYDI.

Memahami cara kerja PAYDI saja belum cukup. Kamu juga perlu memastikan produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan tujuan keuanganmu.

Tentukan tujuan keuangan sebelum memilih PAYDI. Misalnya, apakah fokus utamamu adalah mendapatkan perlindungan jiwa jangka panjang sekaligus memiliki potensi pertumbuhan nilai investasi?

Tujuan tersebut perlu disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risikomu.

Perhatikan besarnya manfaat perlindungan yang dibutuhkan, termasuk uang pertanggungan dan manfaat tambahan jika tersedia. Jangan sampai terlalu fokus pada potensi nilai investasi, tetapi kebutuhan perlindungan keluarga justru kurang diperhatikan.

OJK juga memasukkan kebutuhan jenis manfaat asuransi, uang pertanggungan, serta jangka waktu pertanggungan sebagai bagian dari penilaian kebutuhan calon pemegang polis.

PAYDI pada dasarnya merupakan produk jangka panjang. Karena itu, pastikan kamu memiliki kemampuan finansial untuk mempertahankan polis sesuai ketentuannya.

OJK secara khusus mengingatkan bahwa PAYDI tidak sesuai bagi orang yang memiliki kebutuhan penggunaan dana dari produk tersebut dalam jangka pendek.

Kenali apakah kamu termasuk  jenis investor konservatif, moderat, atau agresif. Profil risiko ini membantu menentukan pilihan subdana yang lebih sesuai dengan toleransi terhadap naik-turunnya nilai investasi.

Penilaian profil risiko mencakup toleransi risiko, tujuan investasi, pengalaman investasi, pemahaman terhadap instrumen investasi, dan jangka waktu investasi.

Sebelum mengambil keputusan, pelajari ilustrasi dan polis dengan teliti. Perhatikan manfaat perlindungan, pilihan subdana, biaya, risiko, ketentuan pembayaran premi, serta ketentuan penarikan atau pengalihan dana.

Memilih PAYDI bukan berarti selesai setelah polis diterbitkan. Lakukan review polis secara berkala untuk memastikan manfaat perlindungan yang dimiliki masih sesuai dengan kebutuhanmu dan perhatikan juga perkembangan nilai investasi.

Hal ini penting karena nilai investasi dapat berubah mengikuti kinerja subdana. Di sisi lain, nilai investasi dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya polis sesuai ketentuan produk. Jika nilai investasi tidak mencukupi, kamu mungkin perlu melakukan top up sesuai ketentuan agar polis tetap dapat dipertahankan dan manfaat perlindungan tetap berjalan.

Dengan melakukan review secara berkala, kamu dapat mengetahui kondisi polis dan nilai investasi yang dimiliki, sekaligus mempertimbangkan apakah diperlukan penyesuaian atau top up untuk menjaga keberlangsungan perlindungan.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026