Perlu diingat, diversifikasi bukan berarti investasi menjadi bebas risiko. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada satu investasi tertentu, bukan menghilangkan risiko sepenuhnya.
Maka, pelajari selengkapnya tentang diversifikasi investasi di bawah ini.
Apa Itu Diversifikasi Investasi?
Diversifikasi investasi adalah strategi membagi dana ke berbagai aset atau instrumen investasi yang memiliki karakteristik berbeda. Tujuannya adalah agar kinerja portofolio tidak bergantung pada satu investasi saja. Melansir Investopedia, penyebaran ini dapat dilakukan berdasarkan kelas aset, sektor atau industri, negara atau wilayah, hingga karakteristik investasi dalam satu kelas aset.
Misalnya, daripada menempatkan seluruh dana pada satu perusahaan, investor dapat menyebarkannya ke beberapa perusahaan dengan sektor yang berbeda. Dengan begitu, ketika salah satu perusahaan atau sektor mengalami penurunan, dampaknya terhadap keseluruhan portofolio dapat lebih terbatas.
Meski begitu, diversifikasi tidak menjamin nilai investasi selalu naik. Tujuan utamanya adalah mengelola dan menyebarkan risiko, bukan menghilangkan risiko sepenuhnya.
Mengapa Diversifikasi Penting?
Ada beberapa alasan mengapa diversifikasi dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan investasi:
Mengurangi risiko dari satu investasi
Ketika seluruh dana ditempatkan pada satu investasi, perubahan nilai investasi tersebut akan sangat memengaruhi portofolio kamu. Dengan menyebarkan dana ke beberapa aset, risiko dari satu investasi dapat diminimalkan.
Menghadapi pergerakan pasar yang berbeda
Setiap jenis investasi memiliki respons yang berbeda terhadap kondisi ekonomi dan pasar. Saat satu aset mengalami tekanan, aset lain belum tentu mengalami hal yang sama. Karena itu, kombinasi berbagai investasi dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio.
Membantu mengelola risiko portofolio
Diversifikasi membantu mengurangi risiko yang berasal dari investasi atau sektor tertentu. Namun, strategi ini tidak dapat menghilangkan risiko pasar secara keseluruhan.
Sebagai contoh, ketika terjadi penurunan besar di pasar saham, banyak saham dapat ikut terkoreksi meskipun berasal dari perusahaan dan sektor yang berbeda. Karena itu, diversifikasi sebaiknya dipandang sebagai cara mengelola risiko, bukan jaminan bahwa nilai investasi akan selalu naik.
Bagaimana Cara Melakukan Diversifikasi?
Untuk memudahkanmu mulai diversifikasi investasi, maka ada empat elemen yang bisa dijadikan acuan utama.
1. Diversifikasi berdasarkan kelas aset
Kamu dapat membagi dana ke beberapa jenis aset seperti saham, obligasi, pasar uang, atau instrumen lainnya. Masing-masing memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Komposisinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Tidak ada satu pembagian aset yang otomatis cocok untuk semua investor karena tujuan, kondisi keuangan, dan kemampuan menghadapi risiko berbeda.
2. Diversifikasi berdasarkan sektor dan industri
Jika berinvestasi di saham, jangan hanya fokus pada satu sektor. Misalnya, dana dapat dibagi ke sektor perbankan, konsumer, kesehatan, atau teknologi agar tidak terlalu bergantung pada kinerja satu industri.
3. Diversifikasi berdasarkan negara atau wilayah
Investasi juga dapat disebarkan ke beberapa negara atau wilayah yang memiliki kondisi ekonomi dan pasar yang berbeda.
Ketika suatu negara mengalami tekanan ekonomi, pasar di negara lain belum tentu mengalami kondisi yang sama pada waktu yang bersamaan. Namun, kondisi ekonomi global tetap dapat memengaruhi beberapa pasar secara bersamaan.
4. Diversifikasi di dalam satu jenis investasi
Bahkan dalam satu kelas aset, diversifikasi tetap bisa dilakukan. Misalnya pada saham, investor dapat memilih perusahaan dengan ukuran bisnis, sektor, atau karakteristik yang berbeda.
Apakah Diversifikasi Berarti Harus Punya Banyak Investasi?
Tidak selalu. Memiliki banyak produk investasi belum tentu berarti portofolio sudah terdiversifikasi dengan baik. Sebagai contoh, mengutip Investor.gov, kamu mungkin memiliki beberapa saham dari perusahaan berbeda, tetapi jika sebagian besar berasal dari satu sektor, portofolio tetap memiliki konsentrasi risiko. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah investasi, tetapi juga komposisi dan seberapa besar dana ditempatkan pada masing-masing investasi.
Hubungan pergerakan antar aset juga penting. Semakin berbeda respons beberapa aset terhadap kondisi pasar, semakin besar potensi manfaat diversifikasinya.
Bagaimana Menentukan Diversifikasi Investasi?
Tentukan tujuan keuangan
Setiap tujuan keuangan membutuhkan strategi investasi yang berbeda. Dana untuk pensiun, pendidikan anak, atau membeli rumah dapat memerlukan komposisi investasi yang tidak sama.
Perhatikan jangka waktu investasi
Jangka waktu atau horizon investasi juga perlu dipertimbangkan. Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat memiliki kebutuhan yang berbeda dari dana yang memang disiapkan untuk tujuan jangka panjang.
Semakin dekat dana akan digunakan, semakin penting untuk mempertimbangkan kemampuan portofolio menghadapi fluktuasi investasi.
Kenali profil risiko
Pilih komposisi investasi yang sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan kamu dalam menghadapi naik turunnya nilai investasi. Dengan memahami profil risiko, kamu dapat menentukan strategi diversifikasi yang lebih tepat.
Diversifikasi investasi membantu menyebarkan risiko dengan menempatkan dana pada berbagai investasi yang memiliki karakteristik berbeda.
Strategi ini dapat dilakukan melalui berbagai kelas aset, sektor industri, wilayah investasi, maupun jenis investasi yang berbeda dalam satu kategori aset
Yang perlu diingat, fokusnya adalah membangun komposisi yang sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan profil risiko kamu tanpa menganggap bahwa penyebaran investasi dapat menghilangkan risiko sepenuhnya.