apa itu aquaplaning

Apa Itu Aquaplaning? Pahami Penyebab dan Cara Mencegahnya

4 September 2026 | Allianz Indonesia
Aquaplaning adalah kondisi ketika ban mobil kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena adanya lapisan air di antara ban dan aspal. Kondisi ini membuat daya cengkeram ban berkurang drastis sehingga mobil menjadi sulit dikendalikan, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang basah atau melewati genangan air.

Banyak pengemudi mungkin pernah merasakan mobil seperti "melayang" sesaat ketika melewati genangan air. Sensasi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele karena bisa menjadi tanda bahwa ban kehilangan kontak optimal dengan jalan.

Kondisi tersebut dikenal dengan aquaplaning atau juga bisa diseut sebagai hyrdroplaning pada mobil. Hal ini dapat meningkatkan risiko kendaraan tergelincir, sulit berbelok, hingga kehilangan kendali. Karena itu, menjaga kondisi ban, mengurangi kecepatan saat hujan, dan menghindari manuver mendadak menjadi beberapa langkah penting untuk mengurangi risiko atau bahkan mencegahnya.

Lalu, bagaimana aquaplaning bisa terjadi, bagaimana untuk mencegahnya dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Ban sebenarnya dirancang dengan pola tapak atau tread yang membantu mengalirkan air keluar dari area kontak ban dengan jalan. Namun, ketika jumlah air terlalu banyak atau kecepatan kendaraan terlalu tinggi, kemampuan ban untuk membuang air dapat menjadi tidak cukup. 

Kondisi ini yang bisa meningkatkan risiko terjadinya aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kendaraan tidak lagi mampu membuang air secara optimal dari permukaan jalan. Air kemudian membentuk lapisan di antara ban dan aspal sehingga kontak langsung antara keduanya berkurang.

Akibatnya, ban dapat kehilangan daya cengkeram dan kendaraan terasa seperti meluncur di atas air. Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi saat berkendara di bagian jalan yang tidak rata, atau melewati genangan air yang yang cukup besar.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya aquaplaning pada mobil, antara lain:

Semakin tinggi kecepatan kendaraan ketika melewati permukaan yang tergenang, semakin besar risiko ban tidak mampu membuang air secara optimal. Karena itu, mengurangi kecepatan saat hujan merupakan salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi risiko.

Genangan yang cukup dalam membuat ban harus memindahkan lebih banyak air. Risiko menjadi lebih tinggi jika genangan berada di jalan yang memiliki sistem drainase kurang baik atau terdapat cekungan pada permukaan jalan.

Kondisi ban memiliki peran penting dalam menjaga daya cengkeram kendaraan. Ban dengan tapak yang sudah aus memiliki kemampuan yang lebih rendah dalam mengalirkan air. Tekanan angin ban yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi performa ban saat melewati jalan basah.

Tidak semua permukaan jalan memiliki kemampuan yang sama dalam mengalirkan air. Jalan dengan permukaan yang licin, berlubang, tidak rata, atau memiliki cekungan dapat meningkatkan risiko kendaraan kehilangan traksi.

Mencegah aquaplaning bukan hanya soal berhati-hati ketika hujan, tetapi juga memastikan kendaraan berada dalam kondisi yang layak digunakan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

    Ketika hujan mulai turun atau melihat genangan di depan, segera kurangi kecepatan secara bertahap. Tidak perlu melakukan pengereman mendadak karena perubahan kecepatan yang terlalu drastis justru dapat membuat kendaraan kehilangan kestabilan, dan membahayakan keselamatan diri maupun pengendara lain di belakang kamu.

    Dengan kecepatan yang lebih rendah, ban memiliki waktu lebih banyak untuk membuang air dari permukaan jalan.

    Sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jauh, periksa kondisi tapak ban. Perhatikan apakah alur ban masih cukup dalam dan apakah terdapat bagian ban yang aus secara tidak merata.

    Ban yang sudah terlalu aus sebaiknya segera diganti karena kemampuan mencengkeram permukaan jalan dapat menurun.

    Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi performa ban. Periksa tekanan ban secara rutin dan sesuaikan dengan rekomendasi dari produsen kendaraan. Informasi tersebut biasanya tercantum pada buku manual kendaraan atau label di area tertentu pada mobil.

    Saat melewati jalan basah, hindari membelokkan setir atau mengerem secara tiba-tiba. Gerakan yang halus membantu mempertahankan kestabilan kendaraan. Jika harus berpindah jalur, lakukan secara perlahan setelah memastikan kondisi sekitar  aman.

    Jalan basah membutuhkan perhatian lebih karena jarak pengereman dapat menjadi lebih panjang. Berikan jarak yang cukup dengan kendaraan di depan agar kamu memiliki lebih banyak waktu untuk merespons apabila terjadi kondisi darurat.

    Jika melihat genangan air yang cukup besar dan masih tersedia jalur yang aman untuk dilewati, sebaiknya hindari genangan tersebut. Namun, jangan melakukan manuver mendadak hanya untuk menghindarinya. Pastikan terlebih dahulu keamanan kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan.

    Penggunaan cruise control ketika hujan sebaiknya dihindari karena pengemudi membutuhkan kontrol penuh terhadap kecepatan kendaraan. Mengatur kecepatan secara manual membuat pengemudi lebih mudah menyesuaikan kendaraan dengan kondisi jalan.

    Aquaplaning bukan sekadar membuat mobil terasa sedikit tidak stabil. Jika terjadi pada kecepatan tinggi, kondisi ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan. Berikut beberapa bahaya yang perlu diwaspadai.

    Saat ban kehilangan kontak dengan jalan, respons mobil terhadap gerakan kemudi dapat berubah. Pengemudi mungkin merasa setir menjadi lebih ringan atau kendaraan tidak langsung mengikuti arah kemudi seperti biasanya. Situasi ini cukup berbahaya jika terjadi ketika kendaraan sedang berada di tikungan atau dekat dengan kendaraan lain.

    Ketika daya cengkeram ban berkurang, kendaraan dapat tergelincir atau bergerak ke arah yang tidak diinginkan. Risiko tersebut semakin besar ketika pengemudi melakukan pengereman atau belok secara mendadak.

    Jika aquaplaning terjadi dalam waktu yang cukup lama, kendaraan dapat bergerak keluar dari jalur. Pada jalan tol atau jalan dengan kecepatan tinggi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan dengan kendaraan lain.

    Kehilangan kendali saat hujan juga dapat meningkatkan risiko tabrakan dengan kendaraan di depan maupun kendaraan dari arah lain. Jarak aman menjadi semakin penting karena kemampuan kendaraan untuk berhenti dapat berubah ketika kondisi jalan basah.

    Aquaplaning yang terjadi ketika kendaraan sedang menikung dapat menjadi lebih berbahaya. Ketika ban kehilangan traksi, mobil dapat bergerak melebar dari jalur yang seharusnya sehingga pengemudi kesulitan mempertahankan arah kendaraan.

    Meskipun sudah berhati-hati, aquaplaning tetap dapat terjadi ketika kondisi jalan sangat basah. Jika tiba-tiba merasa mobil seperti kehilangan traksi atau “melayang”, tetap tenang dan hindari melakukan gerakan yang terlalu agresif.

    Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

    • Jangan menginjak rem secara mendadak karena dapat membuat kendaraan semakin sulit dikendalikan. 
    • Kurangi tekanan pada pedal gas secara perlahan dan pertahankan arah kendaraan dengan gerakan kemudi yang lembut.
    • Hindari melakukan koreksi setir berlebihan dan mendadak karena ban dapat kembali mendapatkan traksi secara tiba-tiba. Perubahan arah yang terlalu besar pada saat traksi kembali dapat membuat kendaraan justru sulit dikendalikan.
    • Setelah kendaraan kembali stabil, kurangi kecepatan dan cari area yang aman untuk berhenti jika kondisi hujan terlalu deras atau visibilitas sangat buruk.

    Aquaplaning tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya karena kondisi jalan, jumlah air, cuaca, dan kondisi kendaraan dapat berubah selama perjalanan. Namun, risikonya dapat dikurangi dengan menjaga kecepatan, memastikan kondisi dan tekanan ban sesuai, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver mendadak ketika berkendara di jalan basah.

    Selain menjaga kondisi kendaraan dan menerapkan cara berkendara yang aman, perlindungan terhadap risiko kendaraan juga dapat menjadi bagian dari persiapan berkendara.

    Allianz Mobilku dapat dipertimbangkan sebagai perlindungan kendaraan untuk membantu menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Dengan perlindungan yang sesuai, kamu bisa berkendara dengan lebih tenang sambil tetap mengutamakan keselamatan di setiap perjalanan.

    Author: Allianz Indonesia
    Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
    Pilihan Artikel yang direkomendasikan

    Jan 07, 2026

    Jan 20, 2026