Menurut RNR Tires, ban sebaiknya diganti ketika kedalaman tapaknya mencapai 2/32 inci atau sekitar 1,6 mm. Jika sudah mencapai batas tersebut, kemampuan ban mencengkeram jalan akan menurun drastis, terutama di jalan basah, sehingga risiko tergelincir atau hydroplaning menjadi lebih tinggi.
Namun, banyak ahli yang juga menyarankan untuk mulai mempertimbangkan penggantian ban saat ketebalan tapak mendekati 4/32 inci. Hal tersebut karena performa pengereman di jalan basah biasanya mulai menurun sebelum mencapai batas minimum.
Selain mengukur kedalaman tapak, kamu juga bisa memanfaatkan tread wear indicator (TWI) atau indikator keausan ban yang terdapat pada ban modern. TWI sendiri berupa tonjolan kecil yang berada di sela-sela alur tapak ban.
Untuk menemukannya, perhatikan tanda betuliskan “TWI”, simbol segitiga, atau logo kecil pada dinding samping ban. Tanda tersebut menunjukkan posisi tonjolan indikator di dalam alur ban.
Jika permukaan tapak sudah sejajar dengan tonjolan TWI tersebut, artinya ketebalan tapak ban telah mencapai batas minum dan ban sebaiknya segera diganti demi menjaga keselamatan berkendara.
Selain melihat ketebalan tapak, usia ban juga menjadi salah satu faktor yang sering menentukan kapan ban mobil perlu diganti. Di samping itu, ada beberapa tanda lain yang tidak boleh diabaikan karena dapat memengaruhi keamanan dan kenyamanan saat berkendera.
Kapan Ganti Ban Mobil Berdasarkan Usia Ban?
Banyak orang mengira ban hanya perlu diganti jika tapaknya sudah habis. Padahal, usia ban juga sangat menentukan tingkat keamanannya.
Seiring waktu, karet ban akan mengalami proses penuaan akibat paparan sinar ultraviolet, oksigen, perubahan suhu, serta penggunaan sehari-hari. Akibatnya, ban menjadi lebih keras dan mudah retak meskipun pola tapaknya masih terlihat tebal.
Sebagian besar produsen kendaraan maupun ban menyarankan ban mulai diperiksa secara menyeluruh setelah digunakan sekitar enam tahun. Bahkan jika mobil jarang dipakai, pemeriksaan tetap perlu dilakukan secara rutin karena proses penuaan tetap berlangsung.
Untuk mengetahui usia ban, kamu bisa melihat kode DOT (Department of Transportation) yang tercetak pada dinding ban. Empat angka terakhir menunjukkan minggu dan tahun pembuatan. Misalnya, kode 3222 berarti ban diproduksi pada minggu ke-32 tahun 2022.
Namun, perlu diingat bahwa usia ban bukan satu-satunya patokan. Jika ban menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum mencapai usia enam tahun, penggantian tetap perlu dilakukan demi menjaga keselamatan berkendara.
Apa Saja Tanda Ban Mobil Harus Diganti?
Inilah beberapa tanda ban mobil harus diganti yang perlu diperhatikan agar tetap aman saat berkendara:
1. Ban Aus Tidak Merata
Keausan ban yang tidak merata bukan hanya membuat umur ban lebih pendek, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada kendaraan. Beberapa pola keausan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Bagian tengah ban lebih cepat aus, biasanya disebabkan tekanan angin terlalu tinggi.
- Kedua sisi ban lebih cepat aus, umumnya karena tekanan angin terlalu rendah.
- Salah satu sisi ban lebih cepat habis, bisa menandakan roda tidak sejajar atau wheel alignment bermasalah.
- Permukaan ban bergelombang atau bergigi (cupping), sering kali disebabkan masalah suspensi atau balancing roda.
Jika ban mengalami keausan seperti ini, bukan hanya ban yang perlu diganti. Kamu juga sebaiknya memeriksa kondisi kaki-kaki kendaraan agar masalah yang sama tidak terulang pada ban baru.
2. Ada Retakan dan Benjolan pada Ban
Tapak ban bukan satu-satunya bagian yang perlu diperiksa. Luangkan waktu untuk melihat kondisi dinding samping (sidewall) ban.
Retakan-retakan kecil pada sidewall biasanya muncul karena usia ban yang sudah tua atau terlalu sering terpapar sinar matahari. Meskipun terlihat sepele, retakan ini dapat mengurangi kekuatan struktur ban dan meningkatkan risiko pecah ban saat digunakan.
Selain retakan, benjolan atau gelembung pada dinding ban juga tidak boleh diabaikan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat benturan keras, misalnya menghantam lubang jalan atau trotoar.
Benjolan menandakan lapisan dalam ban telah rusak sehingga ban menjadi jauh lebih rentan mengalami pecah secara tiba-tiba. Jika menemukan kondisi tersebut, sebaiknya segera lakukan penggantian ban mobil demi keselamatan.
3. Ban Sering Kehilangan Tekanan Angin
Ban memang bisa kehilangan sedikit tekanan angin secara alami, terutama saat suhu udara berubah. Namun, jika kamu harus mengisi angin terlalu sering, kemungkinan ada masalah pada ban.
Menurut situs Great Water 360 Auto Care, penyebabnya bisa berupa kebocoran halus, kerusakan pada dinding ban, atau kondisi ban yang sudah menua sehingga tidak lagi mampu menahan tekanan udara dengan baik.
Ban yang kekurangan tekanan angin secara terus-menerus juga akan lebih cepat aus, membuat konsumsi bahan bakar meningkat, dan mengurangi kenyamanan dan stabilitas saat berkendara.
4. Getaran Berlebihan saat Berkendara
Mobil yang terasa bergetar saat melaju memang bisa disebabkan berbagai faktor. Namun, salah satu penyebab yang paling umum adalah kondisi ban.
Getaran dapat muncul akibat ban yang sudah aus tidak merata, struktur ban rusak, atau keseimbangan roda (balancing) yang bermasalah. Jika setelah melakukan balancing getaran tetap muncul, kemungkinan besar ban sudah harus diganti.
Mengabaikan gejala ini bukan hanya membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan komponen suspensi kendaraan.
5. Daya Cengkeram Berkurang saat Berkendara
Saat ban mulai kehilangan kemampuan mencengkeram jalan, biasanya kamu akan merasakan mobil lebih mudah selip ketika berbelok, berakselerasi, atau mengerem, terutama saat kondisi jalan basah.
Kondisi ini menunjukkan tapak ban sudah tidak mampu bekerja secara optimal. Jika terus digunakan, risiko kecelakaan dapat meningkat secara signifikan.
Karena itu, jangan menunggu hingga ban benar-benar botak. Mengganti ban lebih awal justru membantu menjaga performa kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan selama perjalanan.
Perlindungan Kendaraan yang Lebih Tenang
Merawat ban secara rutin merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga keselamatan berkendara. Namun, risiko di jalan tetap bisa terjadi kapan saja, mulai dari ban rusak akibat benturan hingga kerusakan kendaraan karena berbagai penyebab lainnya.
Agar berkendara terasa lebih tenang, kamu dapat melengkapi perlindungan kendaraan dengan Allianz MobilKu, yang menawarkan dua macam pilihan perlindungan, yaitu comprehensive dan total loss only (TLO).
Asuransi kendaraan comprehensive memberikan perlindungan menyeluruh terhadap semua kerusakan, mulai dari baret, penyok, kaca pecah, hingga kehilangan akibat pencurian. Sedangkan, total loss only (TLO) hanya memberikan perlindungan terhadap kerusakan berat akibat kecelakaan dan membutuhkan biaya perbaikan di atas 75% dari harga kendaraan, dan kehilangan kendaraan.
Produk ini juga memberikan layanan lengkap, termasuk layanan klaim digital Allianz MobilKu, layanan Emergency Road Assistance 24 jam, jaringan bengkel yang luas dan AllianzCare yang siap melayani 24 jam 7 hari.
Dengan kendaraan yang terawat dan perlindungan yang tepat, kamu tidak hanya merasa lebih nyaman saat berkendara, tetapi juga memiliki ketenangan ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.