Mengetahui ciri radang tenggorokan sejak awal penting agar kamu bisa segera melakukan penanganan dan mencegah kondisi memburuk. Apalagi, radang tenggorokan sering disalahartikan sebagai penyakit lain seperti amandel atau flu biasa, padahal penanganannya bisa berbeda.
Simak pembahasan lengkap Allianz dalam artikel berikut.
Ciri-Ciri Radang Tenggorokan
Setiap orang bisa mengalami gejala radang tenggorokan dengan tingkat keparahan yang berbeda. Namun, berikut beberapa ciri umum yang sering muncul menurut Mayo Clinic dan CDC:
1. Nyeri atau rasa gatal di tenggorokan
Tanda paling khas dari radang tenggorokan adalah rasa nyeri atau gatal saat menelan, terutama saat makan atau minum. Bahkan beberapa orang juga menggambarkan sensasi tenggorokan seperti “terbakar” saat menelan.
2. Tenggorokan tampak merah dan bengkak
Ketika kamu melihat bagian dalam mulut, biasanya tampak kemerahan, terutama di bagian belakang tenggorokan. Pada beberapa kasus, bisa juga terlihat bercak putih atau nanah bila disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus.
3. Suara serak atau hilang sementara
Radang pada pita suara dapat membuat suara menjadi serak atau bahkan hilang sementara waktu.
4. Batuk kering
Peradangan bisa menyebabkan refleks batuk untuk mengeluarkan iritasi atau lendir dari tenggorokan.
5. Kesulitan menelan
Rasa nyeri yang muncul sering membuat kamu sulit menelan makanan, bahkan air liur sekalipun. Akibatnya, mual atau kehilangan nafsu makan akibat nyeri juga kerap terjadi.
6. Demam dan tubuh terasa lemah
Infeksi bakteri atau virus sering disertai dengan demam ringan hingga tinggi, disertai tubuh yang terasa pegal dan tidak bertenaga.
7. Sakit kepala atau nyeri otot
Reaksi tubuh terhadap infeksi bisa menimbulkan sakit kepala atau nyeri otot.
8. Bau mulut
Bakteri di tenggorokan yang meradang dapat memicu bau tidak sedap dari mulut.
Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
Banyak orang sering salah mengira radang tenggorokan dan amandel (tonsillitis) sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya berbeda meski memiliki gejala yang mirip.
Swipe to view more
|
Aspek |
Radang Tenggorokan |
Amandel (Tonsilitis) |
|
Area yang terkena |
Dinding tenggorokan bagian belakang |
Kelenjar amandel di sisi kanan dan kiri tenggorokan |
|
Penyebab umum |
Virus (flu, pilek) atau bakteri streptokokus |
Infeksi virus atau bakteri, sering berulang |
|
Ciri khas |
Nyeri saat menelan, tenggorokan merah |
Amandel membesar, muncul bercak putih di amandel |
|
Suara serak |
Umum terjadi |
Kadang muncul bila amandel membengkak besar |
|
Durasi |
3–7 hari |
Bisa lebih lama, kadang kronis |
Jika kamu melihat ada pembengkakan besar di sisi tenggorokan atau kesulitan bernapas, kemungkinan besar itu adalah amandel, bukan sekadar radang tenggorokan.
7 Cara Meredakan Radang Tenggorokan di Rumah
Radang tenggorokan ringan biasanya bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari dengan perawatan di rumah. Ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan:
1. Banyak minum air putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mempercepat penyembuhan.
2. Kumur air garam hangat
Campurkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat dan gunakan untuk berkumur 2–3 kali sehari. Cara ini membantu mengurangi pembengkakan dan membunuh bakteri.
3. Konsumsi madu
Madu memiliki sifat antibakteri alami yang bisa menenangkan tenggorokan dan meredakan batuk.
4. Hindari rokok dan udara kering
Asap rokok dan udara kering bisa memperparah iritasi tenggorokan. Gunakan pelembap udara (humidifier) jika perlu.
5. Istirahat yang cukup
Tidur yang cukup memberi waktu bagi tubuh untuk memperkuat sistem imun dan melawan infeksi.
6. Konsumsi makanan hangat dan lembut
Sup, bubur, dan teh hangat bisa membantu menenangkan tenggorokan yang perih. Hindari makanan pedas atau terlalu asam.
7. Gunakan permen pelega tenggorokan
Lozenges yang mengandung mentol atau madu bisa menenangkan tenggorokan dan mengurangi nyeri. Namun, permen ini hanya untuk anak-anak di atas 4 tahun dan orang dewasa. Selain itu, pastikan penggunaannya sesuai anjuran dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan bisa sembuh sendiri dalam waktu 5–7 hari. Namun, kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami:
- Nyeri tenggorokan yang tidak membaik setelah seminggu.
- Kesulitan menelan atau bernapas.
- Demam lebih dari 38,5°C.
- Muncul ruam di kulit.
- Pembengkakan besar di leher atau amandel.
Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik atau tes usap tenggorokan (swab test) untuk memastikan apakah penyebabnya virus atau bakteri. Jika disebabkan oleh bakteri Streptococcus, kamu akan diberikan antibiotik untuk mencegah komplikasi.
Cara Mencegah Radang Tenggorokan
Selain menjaga daya tahan tubuh, ada beberapa langkah sederhana untuk mencegah radang tenggorokan datang kembali:
1. Cuci tangan secara rutin
Kebanyakan virus penyebab radang tenggorokan menyebar lewat tangan yang terkontaminasi.
2. Hindari berbagi peralatan makan
Sendok, garpu, atau gelas bisa menjadi media penularan bakteri dan virus.
3. Jaga kebersihan udara
Gunakan masker di tempat ramai atau berdebu untuk menghindari iritasi.
4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur
Nutrisi dari makanan sehat membantu meningkatkan sistem imun.
Mengetahui ciri radang tenggorokan sejak awal dapat membantu kamu mengenali perbedaan antara radang biasa dan kondisi yang lebih serius seperti amandel. Dengan langkah perawatan rumahan yang tepat, gejalanya bisa cepat reda dan kamu bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
Namun, jika radang tenggorokan sering kambuh atau disertai demam tinggi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Untuk perlindungan lebih menyeluruh terhadap risiko kesehatan, pertimbangkan memiliki Allianz Flexi Medical, asuransi kesehatan fleksibel dan lengkap yang melindungi dari berbagai risiko penyakit dengan manfaat yang mencakup rawat inap, perawatan darurat, hingga rawat jalan sesuai plan yang dipilih.
Dengan perlindungan ini, kamu bisa fokus pulih tanpa khawatir soal biaya!