Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Jangan Sampai Salah, Begini Cara Pakai Masker yang Benar

02 Maret 2020 | Allianz Indonesia
Belum ada obat khusus maupun vaksin untuk mengatasi virus corona. Pencegahan terhadap virus corona hanya bisa dilakukan dengan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, serta mencuci tangan hingga bersih. Tapi, penggunaan masker harus dilakukan dengan cara tepat. 

Virus corona menyebar ke banyak negara dan hingga sekarang belum ada obat pasti maupun vaksin untuk pencegahannya. Satu-satunya cara pencegahan menghindari serangan virus corona adalah menjaga tubuh tetap sehat serta menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Tercatat per tanggal 7 Mei 2020 sudah terdapat 12.776 pasien positif virus corona di Indonesia dengan menyebabkan kematian terhadap 930 pasien sementara 2.381 tercatat telah sembuh.

Namun, penggunaan masker bukan hal yang sepele. Ada beragam jenis masker dengan fungsi yang berbeda. Salah dalam penggunaan, tentu saja mengurangi manfaat yang didapat.

 

Baca juga: Mengenal Vaksin Sinovac, Vaksin COVID-19 Pertama yang Digunakan di Indonesia

 

Dari sisi medis, ada dua jenis masker, yakni:

Masker bedah

Disebut masker bedah karena masker ini sering dipakai tenaga medis saat bekerja. Namun masker ini dapat dengan mudah diperoleh di apotek, minimarket bahkan toko kelontong dengan harga murah.

Kegunaan masker bedah untuk mencegah penularan penyakit akibat paparan cairan seperti batuk dan bersin, serta melindungi saluran pernapasan dari partikel-partikel asing yang besar seperti debu. Sedangkan untuk mencegah penularan virus corona, kurang efektif karena masker bedah tidak melindungi hidung dan mulut secara sempurna. Udara bisa masuk melalui sisi tepi masker.

Masker N95 & N99

Masker ini lebih mahal dibandingkan masker bedah. Tapi inilah masker yang paling efektif mencegah paparan virus corona. Sesuai namanya, masker N95 mampu mencegah partikel besar maupun kecil hingga 95%. Sedangkan masker N99 mencegah masuknya polutan di udara hingga 99%.

Dengan berbentuk seperti mangkok kecil, masker ini memiliki desain yang pas untuk menutup hidung dan mulut orang dewasa secara dewasa sehingga percikan air liur maupun udara tidak bisa langsung masuk ke dalam tubuh. Sedangkan untuk anak-anak, masker ini belum tentu efektif melindungi dari paparan virus karena bisa terlalu besar.

 

Baca juga: Yuk, Lakukan Cara Ini Agar Tidak Terserang Penyakit Akibat Banjir

Selain menggunakan masker sesuai kegunaannya, kamu juga harus tahu tata cara menggunakan masker yang benar. Meskipun kamu sudah pakai masker yang mahal, tapi perlindungannya berkurang jika cara menggunakannya tidak tepat. Cara tepat menggunakan masker adalah:

Cuci tangan sebelum memegang masker

Ini yang sering dilalaikan banyak orang, menggunakan masker tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Padahal, belum tentu tangan bersih dari polutan ataupun bakteri. Agar tangan tak menularkan bakteri maupun kuman, cucilah telapak tangan dengan sabun atau antiseptik sebelum memegang masker.

Cek kondisi masker

Pegang tali masker lalu cek kondisi masker. Pastikan masker bersih dari kotoran dan tidak ada kerusakan seperti lubang atau sobek. Kerusakan pada masker mengurangi fungsi perlindungan yang diberikan. Perlu diingat ya, saat mengecek kondisi masker, cukup memegang tali masker, tidak perlu pegang maskernya. Memegang masker bisa mengotori masker.

Tentukan sisi atas-bawah dan luar-dalam

Ini terutama untuk masker bedah, biasanya memiliki sisi atas dan bawah yang mirip. Yang membedakan adalah, sisi atas terdapat kawat hidung. Saat menggunakan masker, tekuk kawat hingga membentuk pola hidung agar masker menempel sempurna tidak ada celah.

Lalu, tentukan juga sisi luar dan dalam. Masker bedah biasanya memiliki dua sisi warna yang berbeda hijau putih atau biru putih. Sisi warna putih merupakan sisi dalam, dengan lapisan yang lebih lembut. Sedangkan warna hijau atau putih adalah sisi luar, dengan lapisan lebih kasar untuk mencegah cairan masuk.

Rutin mengganti masker

Jangan menggunakan satu masker yang sama dalam sehari. Kamu harus rutin mengganti masker paling tidak setiap empat jam untuk mencegah paparan penyakit seperti virus corona. Ingat ya, masker bedah maupun masker N95/N99 adalah masker sekali pakai. Jangan dicuci, tapi buanglah ke tempat sampah dengan cara dibungkus plastik. Ini untuk mencegah bakteri atau virus yang menempel di masker menyebar bebas ke udara.

 

Baca juga: 4 Hal Wajib Diperhatikan Agar Tak Kena Penyakit Diabetes

 

Sebagai tambahan informasi, pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia sudah mengumumkan dua orang yang positif terjangkit virus corona, setelah sebelumnya dinyatakan warga Indonesia bebas dari corona. Maka dari itu, salah satu langkah untuk mengantisipasinya adalah dengan rutin menggunakan masker. Selain itu juga, penggunaan masker memberikan manfaat lain untuk kamu, di antaranya adalah:

Meminimalkan paparan polusi udara

Banyaknya kendaraan bermotor dan asap industri menyebabkan kualitas udara buruk. Penggunaan masker saat di jalan raya bisa mengurangi paparan polusi udara. Masker akan mencegah masuknya karbonmonoksida dan karbondioksida serta partikel-partikel halus ke dalam tubuh.

Mencegah penularan dan penyebaran penyakit

Penyakit batuk dan flu bisa dengan mudah menular ke orang lain. Dengan menggunakan masker, kita bisa mencegah tertularnya penyakit. Apalagi saat berkunjung ke rumah sakit, kamu disarankan menggunakan masker agar tidak tertular virus pembawa penyakit dari pasien lain.

Melindungi wajah dari efek negatif sinar matahari

Paparan sinar matahari secara langsung dan terus menerus dapat menyebabkan kulit wajah terbakar. Dengan masker dan tabir surya, kulit wajah bisa terlindungi dari efek negatif sinar matahari.

Menggunakan masker memang mengurangi kenyamanan saat bernafas. Namun kita tidak tahu di mana virus berada. Lebih baik selalu tertib menggunakan masker untuk mencegah paparan virus corona.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan