Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tidak Tahu Positif COVID-19 saat Divaksin, Apa Dampaknya?

23 September 2021 | Allianz Indonesia
Apa yang terjadi jika kamu mendapatkan vaksin, tetapi tanpa sadar sebenarnya kamu sedang terinfeksi COVID-19 pada saat itu?

Melakukan vaksinasi COVID-19 merupakan langkah penting dalam mencegah dampak buruk dari penyebaran virus ini. Berdasarkan data vaksinasi COVID-19 yang dilansir  covid19.go.id per 18 September 2021, sejumlah 78.540.519 orang telah menerima vaksinasi pertama, 44.716.570 orang telah menerima vaksinasi kedua, dan 838.878 orang telah menerima vaksinasi ketiga.

Apakah kamu juga sudah mendapatkan jatah vaksin COVID-19? Jika belum, ayo, segera divaksin dan ajak seluruh anggota keluarga serta orang-orang sekitarmu untuk mendapatkan vaksin! Sebab, menunda vaksinasi sama dengan meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19 dan memungkinkan untuk mengalami gejala yang lebih parah.

Tak bisa dipungkiri, sebagian masyarakat belum divaksin karena memiliki dua kekhawatiran. Pertama, kekhawatiran tentang dampak yang ditimbulkan jika seseorang tanpa diketahui dan disadari melakukan vaksinasi saat sedang terinfeksi COVID-19. Kedua, berapa waktu yang tepat untuk melakukan vaksinasi bagi seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19?

Apakah kamu punya kekhawatiran yang sama? Apa yang bisa kamu lakukan bila dirimu atau orang-orang di sekitarmu mengalami salah satu atau kedua “skenario” di atas? Yuk, baca lebih lanjut untuk mendapatkan berbagai informasi yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber.

#Skenario1: Apa yang terjadi jika kamu mendapatkan vaksin, tetapi tanpa sadar, kamu sedang terinfeksi COVID-19 pada saat itu?

Melalui situs resminya, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Indonesia dalam Pedoman Tanya-Jawab Seputar Vaksinasi COVID-19 mengatakan bahwa, apabila seseorang tidak mengetahui dirinya sedang terinfeksi COVID-19 dan tidak ada gejala klinik yang dicurigai atau dalam kondisi sehat, lalu diberikan vaksin COVID-19, secara medis tidak ada efek samping yang akan ditimbulkan.

Dr. Thad Stappenbeck, ketua Institut Penelitian Cleveland Clinic Lerner yang dilansir oleh Ideastream mengatakan bahwa memperoleh vaksin tanpa menyadari sedang terinfeksi COVID-19, tidak akan membuat kamu lebih sakit atau mengurangi rasa sakit. Tetapi, yang terjadi bisa membuat vaksin menjadi kurang efektif.

Jawaban yang sama juga diungkapkan Dr. Beth Daly, kepala Biro Pengendalian Penyakit Menular New Hampshire, dalam wawancara dengan wmur.com. Menurutnya, jika kamu sedang terinfeksi COVID-19 dan tidak mengetahuinya, lalu mendapatkan vaksinasi, maka kamu sepenuhnya berharap bahwa vaksin itu akan tetap efektif untukmu.

Dampak yang akan timbul

Lalu, apa saja risiko yang sebenarnya terjadi bila kamu ternyata sedang terinfeksi COVID-19 dan pergi keluar lalu mendapatkan vaksin?

1. Kamu menyebabkan penyebaran COVID-19

Perlu kamu ketahui kembali bahwa COVID-19 ini bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi baik melalui batuk dan bersin, atau melalui sentuhan ke permukaan yang terkontaminasi virus.

Dengan kamu melakukan perjalanan dari rumah menuju tempat vaksinasi yang dijadwalkan dan tidak tahu bahwa status kamu telah terinfeksi COVID-19, itu artinya kamu dapat menyebabkan penyebaran, menularkan dan menginfeksi orang-orang yang kamu temui.

Belum lagi ditambah kebanyakan tempat vaksinasi berada di dalam ruangan dengan sejumlah orang yang baru akan divaksin atau telah melakukan vaksinasi dosis pertama, maka kamu berpotensi membuat semua orang terkena COVID-19.

 

Baca juga: Yuk Pahami Cara Isolasi Mandiri Apabila Anggota Keluarga Positif COVID-19

 

2. Mengancam keselamatan para petugas kesehatan yang bekerja

Tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan serta petugas layanan publik merupakan kelompok berisiko tinggi tertular COVID-19. Mengapa? Karena saat mereka bekerja, mereka berhadapan langsung dengan pasien atau masyarakat dalam jumlah yang banyak.

Maka kehadiran orang yang mungkin positif, dengan atau tanpa gejala, dapat menimbulkan ancaman juga bagi petugas kesehatan yang bekerja. Oleh karena itu, bila kamu mungkin memiliki riwayat kontak dengan seseorang yang positif, atau memiliki gejala ringan sebaiknya tinggal di rumah, dan menjadwalkan ulang vaksinasi agar tidak membahayakan kesehatan orang lain.

3. Menurunkan efektivitas vaksin

Seperti sudah dibahas dari berbagai sumber di atas sebelumnya, ketika seseorang sudah sakit karena ada virus di dalam tubuhnya, kemungkinan vaksinasi yang diterima tidak akan menimbulkan efek berbahaya. Namun, yang memungkinkan terjadi adalah ketika sedang ada virus aktif di dalam tubuh, maka efektivitas vaksin itu sendiri akan berkurang. Namun, hal tersebut juga kembali tergantung pada apakah seseorang menunjukkan gejala dan seberapa parah gejala itu sendiri.

 

Baca juga: Peran Vitamin D dalam Melawan Virus Covid-19

 

4. Efek samping pada sistem kekebalan tubuh

Kerja vaksin tergantung pada kinerja dan antibodi seseorang yang telah menerima vaksin tersebut. Ketika seseorang sedang sakit, lalu menerima vaksin, maka kemungkinan akan mengalami peradangan aktif di dalam tubuh, yang artinya sistem kekebalan tubuhnya sudah sibuk melawan hal yang sama dan mungkin tidak dapat meningkatkan respon yang sama. Berbeda bila dibandingkan dengan orang yang dalam kondisi sehat dan efektif ketika dosis vaksin disuntikkan ke dalam tubuh. Hal itu dapat berdampak langsung pada respon imun yang dihasilkan oleh vaksin.

 

Baca juga: Kenali Kebiasaan-kebiasaan yang Dapat Menurunkan Kekebalan Tubuh

 

Memang tidak mudah mengetahui apakah saat ini kamu sedang atau tidak terinfeksi COVID-19 jika tidak menjalani tes klinis, khususnya bagi kamu yang tidak mengalami gejala apapun.

Maka sebagai langkah preventif, sebaiknya kamu mengecek kondisi kesehatan sebelum datang ke tempat pelayanan vaksinasi COVID-19. Selain itu, demi keselamatan diri dan orang-orang sekitar, di tempat pelayanan vaksinasi, kamu juga harus menjawab pertanyaan dengan sejujurnya saat akan dilakukan skrining sebelum vaksinasi berupa pemeriksaan fisik meliputi cek suhu tubuh dan tekanan darah serta penggalian informasi status kesehatan melalui pertanyaan standar yang akan diajukan petugas kesehatan.

#Skenario2: Lalu, bagi kamu yang pernah terinfeksi COVID-19, berapa lama waktu yang tepat untuk menunggu sebelum melakukan vaksinasi?

Jika kamu pernah positif COVID-19 dan saat ini sudah sembuh, apakah kamu masih perlu divaksinasi? The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bahwa setiap orang harus divaksinasi, terlepas dari apakah mereka sudah pernah atau tidak pernah terinfeksi COVID-19.

Ada berbagai alasan mengapa kamu harus tetap mendapatkan vaksin meski sudah pernah terinfeksi COVID-19. Menurut informasi CDC:

  • Para ahli masih mempelajari lebih lanjut tentang berapa lama kamu dapat terlindungi dari COVID-19 setelah kamu dinyatakan pulih.
  • Vaksinasi membantu melindungi kamu bahkan jika kamu sudah pernah menderita COVID-19. Studi menunjukkan bahwa orang yang tidak melakukan vaksinasi dengan kondisi sudah pernah menderita COVID-19, dua kali lebih tinggi risikonya untuk mengembangkan penyakit daripada mereka yang telah divaksinasi penuh.

Lalu, berapa lama kamu harus menunggu sebelum vaksinasi?

Sebelum merencanakan untuk mendapatkan vaksinasi, hal utama yang harus kamu lakukan apabila kamu terinfeksi COVID-19 dengan gejala atau tanpa memiliki gejala adalah kamu harus menunggu sampai dinyatakan pulih dengan pernyataan berupa surat dokter atau hasil Test COVID-19. Artinya, kamu harus benar-benar menjalani perawatan dan melakukan isolasi terlebih dahulu hingga dinyatakan sembuh. Panduan ini juga berlaku untuk orang yang terkena COVID-19 sebelum mendapatkan vaksin dosis kedua.

Bila kamu sudah dinyatakan sembuh, beradasarkan informasi the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan bahwa orang yang telah pulih harus tetap menerima vaksin COVID-19 dan mereka dapat menunda vaksinasi selama 90 hari setelah infeksi awal.

Pastikan untuk mengetahui lebih jelas mengenai perawatan apa yang harus kamu jalani saat atau setelah terinfeksi COVID-19 atau jika kamu ingin berkonsultasi lebih detail tentang penerimaan vaksin COVID-19. Di samping itu, untuk perlindungan yang optimal, selalu lengkapi proteksi diri dan orang-orang tersayang dengan asuransi kesehatan dari Allianz Life Indonesia. Stay safe!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan