Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Peran Vitamin D dalam Melawan Virus Covid-19 

26 Agustus 2021 | Allianz Indonesia
Kamu pasti sudah tahu vitamin D penting untuk kesehatan tulang, tetapi manfaatnya tidak berhenti di situ. Benarkah vitamin D dapat membantu kita melindungi diri dalam melawan COVID-19?

Vitamin D merupakan salah satu pemain utama yang bisa membantu kita dalam menjaga kesehatan tubuh. Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis vitamin D, yakni vitamin D2 yang biasanya didapatkan dari makanan atau sumplemen, dan vitamin D3 yang kerap disebut sebagai "vitamin sinar matahari" karena kemampuannya diproduksi dan diserap oleh tubuh sebagai respons terhadap sinar matahari. Jadi, selain bisa memperoleh vitamin D secara alami, kamu juga bisa mendapatkannya melalui makanan dan suplemen tertentu untuk memastikan kadar vitamin D yang cukup dalam tubuhmu.

Salah satu tugas utama vitamin D adalah mengatur penyerapan kalsium dan fosfor, serta memfasilitasi fungsi sistem kekebalan tubuh yang normal. Selain itu, vitamin D juga dapat bermanfaat bagi banyak sistem tubuh termasuk sistem muskuloskeletal, fungsi kognitif dan kesehatan mental, untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi yang normal, sistem pencernaan, rambut, kulit, serta meningkatkan ketahanan terhadap penyakit tertentu.

 

Baca Juga: Penting: Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Kamu Divaksin COVID-19

 

Manfaat Vitamin D yang Baik untuk Tubuh

Tak hanya sebatas sampai disitu, vitamin D juga menawarkan berbagai manfaat lain untuk kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah tiga manfaat dari vitamin D:

1. Vitamin D melawan penyakit. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vitamin D juga dapat berperan dalam mengurangi risiko multiple sclerosis, mengurangi risiko terkena penyakit jantung, membantu mengurangi kemungkinan kamu terkena flu.

2. Vitamin D membantu mengurangi depresi. Vitamin D juga memainkan peran penting dalam membantu kamu mengatur suasana hati dan menangkal depresi.

3. Vitamin D meningkatkan penurunan berat badan. Jika kamu sedang menjalankan program diet, cobalah untuk menambahkan suplemen vitamin D ke dalam daftar diet kamu. Mereka yang mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari mampu menurunkan berat badan lebih banyak karena ekstra kalsium dan vitamin D memiliki efek menekan nafsu makan.

Peran Vitamin D dalam Melawan Virus COVID-19

Apakah kamu pernah mendengar kalau belakangan ini sangat ramai dibicarakan bahwa vitamin D dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi COVID-19? Benarkah?

Berdasarkan informasi Harvard Health Publishing, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu kita dalam melindungi diri agar tidak terinfeksi, dan mengembangkan gejala serius COVID-19.

Seperti yang kita tahu, misalnya, orang dengan kadar vitamin D rendah mungkin lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan atas. Penelitian juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama mereka yang memiliki kadar vitamin D tinggi, lebih kecil kemungkinannya terkena infeksi saluran pernapasan akut dibandingkan mereka yang tidak.

Lalu, bagaimana sebenarnya vitamin D bekerja dalam tubuh kita? Vitamin D dapat membantu melindungi diri dari COVID-19 dengan cara:

1. Vitamin D dapat membantu meningkatkan pertahanan alami tubuh kita terhadap virus dan bakteri.

Berdasarkan informasi dari penelitian yang dilakukan di Universitas Sains dan Teknologi Shahjalal, Bangladesh, menunjukkan bahwa vitamin D memiliki mekanisme tersendiri untuk membantu tubuh mengurangi infeksi virus. Untuk mengurangi risiko flu biasa, vitamin D menggunakan tiga jalur, yakni penghalang fisik, kekebalan alami seluler, dan kekebalan adaptif. Dan sebuah tinjauan lain juga mendukung kemungkinan peran vitamin D dalam mengurangi risiko infeksi dan gejala fatal akibat COVID-19. Hal ini terdiri dari mempertahankan sambungan sel, dan sambungan celah, meningkatkan imunitas seluler dengan mengurangi badai sitokin dengan pengaruh pada interferon dan faktor nekrosis tumor dan mengatur kekebalan adaptif melalui penghambatan respons sel T helper tipe 1 dan merangsang induksi sel T.

2. Vitamin D dapat membantu mencegah respons peradangan yang berlebihan.

Peradangan telah terbukti berkontribusi besar pada beberapa orang yang terinfeksi COVID-19. Suplementasi vitamin D telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi saluran pernapasan akut. Mereka yang mengalami defisiensi vitamin D parah mengalami manfaat maksimal dari suplementasi. Hasilnya menunjukkan bahwa asupan vitamin D harian atau mingguan (tanpa dosis tambahan) menunjukkan efek perlindungan terhadap infeksi saluran pernapasan akut, terutama pada orang dengan defisiensi vitamin D.

3. Kadar vitamin D yang rendah dapat berkorelasi dengan tingkat infeksi COVID-19 yang lebih tinggi.

Dalam hasil studi “Association of Vitamin D Status and Other Clinical Characteristics With COVID-19 Test Results” menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko COVID-19 yang lebih tinggi.

Berapa dosis yang disarankan untuk dikonsumsi?

Jadi, setelah kamu tahu semua manfaat dan risiko bila kamu kekurangan vitamin D, kini waktunya kamu tahu berapa sih dosis vitamin D yang disarakan untuk dikonsumsi. Berdasarkan informasi Harvard Health Publishing, dosis vitamin D yang direkomendasikan adalah 600 IU setiap hari untuk orang dewasa berusia 70 tahun ke bawah dan 800 IU setiap hari untuk orang dewasa di atas 70 tahun. Suplemen harian yang mengandung 1.000 hingga 2.000 IU vitamin D kemungkinan aman bagi kebanyakan orang. Namun, perlu diperhatikan juga untuk orang dewasa, risiko efek berbahaya meningkat di atas 4.000 IU per hari.

 

Baca Juga: Sedang Positif COVID-19? Ikuti Tips Saat Perawatan Isolasi Mandiri

 

Vitamin D tentunya sangat bermanfaat untuk tubuhmu dan juga seluruh anggota keluarga. Untuk itu, perhatikan dan cukupi kebutuhan asupan harianmu dan keluarga ya. Bila perlu kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter pribadimu untuk memastikan dosis yang tepat untuk kamu konsumsi. Stay safe and healthy!

 

Sumber:

https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/treatments-for-covid-19

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1876034120305311

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32880651/

https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0255132

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/sumber-vitamin-d/

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan