Bahaya Minum Air Es pada saat Buka Puasa

Minum Air Es saat Berbuka Puasa, Aman atau Berbahaya?

8 Januari 2026 | Allianz Indonesia
Setelah seharian berpuasa, segelas air es memang terasa paling menyegarkan. Apalagi saat cuaca panas, rasanya langsung bikin lega. Tapi, apakah minum air es saat berbuka benar-benar aman untuk tubuh?

Banyak orang masih memiliki anggapan keliru bahwa minum air es langsung saat berbuka akan membantu tubuh lebih cepat terhidrasi. Faktanya, setelah berpuasa sekitar 12-14 jam, tubuh berada dalam kondisi dehidrasi ringan dan saluran pencernaan menjadi lebih sensitif.

Jadi, jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat, konsumsi minuman dingin justru dapat memicu gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan tubuh.

Karena itu, cara berbuka puasa, termasuk pilihan suhu minuman perlu diperhatikan agar tubuh tidak “kaget”.

Selama puasa, asupan cairan berhenti cukup lama sehingga cadangan air dalam tubuh pun berkurang. Kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing dan lemas
  • Sembelit
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Konsentrasi menurun

Dalam kondisi yang lebih serius, dehidrasi juga bisa meningkatkan risiko gangguan ginjal dan kram otot. Karena itu, mengembalikan cairan tubuh setelah berbuka puasa menjadi sangat penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar.

Salah satu risiko yang paling sering dibahas adalah bahaya minum air es saat berbuka puasa, terutama jika dikonsumsi langsung dalam jumlah besar. Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi:

Minuman yang terlalu dingin dapat menyebabkan otot-otot lambung berkontraksi secara tiba-tiba. Kontraksi ini membuat aliran darah ke saluran pencernaan berkurang, sehingga proses pencernaan menjadi lebih lambat dan tidak optimal. 

Akibatnya, tubuh menjadi kurang maksimal dalam menyerap nutrisi, vitamin, dan mineral dari makanan yang kamu konsumsi saat berbuka.

Perubahan suhu yang drastis dari kondisi lambung yang “kosong” ke suhu dingin dapat memicu rasa tidak nyaman seperti kram perut, perut kembung, dan rasa melilit. Hal ini sering dialami oleh orang yang langsung meneguk air es tanpa jeda.

Bagi kamu yang memiliki riwayat maag atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), minum air es saat perut kosong dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Gejalanya bisa berupa nyeri ulu hati, mual, rasa terbakar di dada, hingga mulut terasa asam.

Penyempitan pembuluh darah akibat suhu dingin dapat membuat penyerapan zat gizi menjadi kurang maksimal. Padahal, waktu berbuka puasa adalah momen penting untuk mengisi kembali energi dan nutrisi setelah puasa.

Melansir dari Heathline, minum air dingin saat berbuka puasa sebenarnya tidak berbahaya bagi sebagian orang. Namun, setelah puasa, tubuh memang butuh waktu untuk beradaptasi. Meskipun tidak ada bukti kuat bahwa air es berdampak buruk, ada kondisi di mana air es dapat meningkatkan risiko kesehatan tertentu atau menimbulkan rasa tidak nyaman. 

Beberapa kelompok yang disarankan lebih berhati-hati dalam mengonsumsi air es saat berbuka puasa antara lain:

  • Penderita maag dan GERD
  • Orang dengan gangguan sirkulasi darah
  • Anak-anak dan lansia
  • Penderita achalasia atau gangguan otot kerongkongan
  • Orang yang rentan migrain

Pada penderita achalasia, minum air es bahkan dapat memicu nyeri dada, sulit menelan, dan regurgitasi.

Jadi, apakah minum air es selalu berdampak buruk bagi kesehatan? Jawabannya, tidak selalu. Minum air dingin tidak memiliki dampak berbahaya secara permanen bagi orang sehat. Bahkan, bisa menurunkan suhu tubuh dan menghentikan keringat setelah aktivitas berat.

Namun, konteksnya berbeda saat berbuka puasa. Perut yang kosong dan sistem pencernaan yang “terkejut” membuat tubuh membutuhkan adaptasi suhu secara bertahap.

Agar kamu tetap bisa menikmati kesegaran minuman dingin tanpa risiko kesehatan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Jangan langsung minum air es: saat azan Magrib berkumandang, awali berbuka dengan kurma, buah, atau sup hangat. Ini membantu “membangunkan” sistem pencernaan secara perlahan.

2. Pilih air suhu ruang atau hangat: setelah camilan awal, minumlah air putih suhu ruang atau air hangat terlebih dahulu sebelum beralih ke minuman yang lebih dingin.

3. Beri jeda waktu: tunggu sekitar 10-15 menit agar tubuh menyesuaikan suhu. Setelah itu, kamu boleh minum air yang lebih dingin. 

4. Minum perlahan, jangan sekaligus: meneguk air es dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat tubuh “kaget” dan memicu produksi urin berlebihan, sehingga cairan tidak terserap optimal.

5. Hindari minuman es manis berlebihan: minuman es dengan kandungan gula tinggi seperti sirup atau es teh manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat dan meningkatkan rasa tidak nyaman setelah berbuka.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan harian, kamu disarankan minum sekitar 10 – 12 gelas air per hari yang dibagi antara:

  • Setelah berbuka
  • Setelah salat Tarawih
  • Saat sahur

Selain itu, konsumsi buah tinggi air seperti semangka, tomat, dan apel juga membantu menjaga hidrasi tubuh secara bertahap.

Untuk kebiasaan minum air es, meski diperbolehkan saat berbuka, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Jangan mengonsumsi terlalu cepat, terlalu dingin, dan dalam jumlah besar ketika perut masih kosong.

Kunci utamanya adalah memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi, memilih suhu minuman yang tidak ekstrem, dan mengutamakan pola makan serta minum yang seimbang selama Ramadan.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026