Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ini Perbedaan Gejala COVID-19 bagi yang Sudah Divaksin dan yang Belum

21 September 2021 | Allianz Indonesia
Seperti apa perbedaan gejala COVID-19 bagi yang sudah divaksin dan yang belum? Yuk, cari tahu dalam artikel berikut!

Hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlanjut. Demi menghambat laju penyebaran virus corona, pemerintah terus berupaya untuk mempercepat program vaksinasi dan distribusi vaksin ke pelosok daerah.

Meskipun telah divaksin, bukan berarti seseorang terbebas dari COVID-19. Vaksin merupakan salah satu cara yang paling efektif mencegah gejala berat apabila terinfeksi COVID-19, serta untuk pencegahan yang lebih optimal, seseorang tetap perlu menjalani protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Perbedaan gejala COVID-19 antara yang sudah divaksin vs belum

Sejumlah studi menunjukkan bahwa ada perbedaan gejala yang dialami oleh pasien COVID-19 yang telah divaksin dosis penuh, divaksin dosis pertama, dan mereka yang belum divaksin. Untuk mengetahui lebih detil, simak lima gejala teratas COVID-19 pada pada pasien dengan masing-masing kategori tersebut yang dikutip dari berbagai media.

Sudah divaksin lengkap: 

  1. Sakit kepala
  2. Hidung meler
  3. Bersin-bersin
  4. Sakit tenggorokan
  5. Hilang indra penciuman

Bagi pasien yang telah divaksin secara lengkap, batuk tak berhenti menempati urutan ke-8, demam menempati urutan ke-12 dan sesak napas menempati urutan ke-29. Sehingga, ketiga gejala ini tak lagi menjadi indikator utama terinfeksi COVID-19.

 

Baca juga: Peran Vitamin D dalam Melawan Virus COVID-19

 

Sudah divaksin dosis pertama:

  1. Sakit kepala
  2.  Hidung meler
  3. Sakit tenggorokan
  4. Bersin-bersin
  5. Batuk tak berhenti

Bersin-bersin menjadi gejala umum yang dilaporkan oleh mereka yang telah divaksin minimal satu dosis pertama. Jadi, jika kamu mengalami bersin-bersin tanpa penyebab yang jelas, ada baiknya kamu melakukan tes COVID-19, untuk mencegah penularan terhadap keluarga di rumah atau orang di sekitar kamu, khususnya yang berisiko tinggi.

Belum divaksin:

  1. Sakit kepala
  2. Sakit tenggorokan
  3. Hidung meler
  4. Demam
  5. Batuk tak berhenti

Kehilangan penciuman menjadi gejala urutan ke-9 dan sesak napas menjadi gejala urutan ke-30. Sehingga dapat disimpulkan, seiring dengan perkembangan varian COVID-19, maka gejala yang lazim ditemukan saat ini bagi mereka yang belum divaksin telah bergeser menjadi kelima gejala di atas.

 

Baca juga: Yuk Pahami Cara Isolasi Mandiri Apabila Anggota Keluarga Positif COVID-19

 

Perbedaan risiko terinfeksi COVID-19 bagi yang telah divaksin vs belum divaksin

Di samping perbedaan gejala, vaksin juga efektif mengurangi risiko fatal akibat terinfeksi COVID-19, yaitu kematian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dalam studi yang dirilis September 2021 mengumumkan bahwa, orang yang belum divaksin COVID-19 berisiko meninggal 11 kali lebih besar ketimbang orang yang telah divaksin.

Berdasarkan kajian cepat yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Mei 2021 tentang “Efektivitas dalam Mencegah Kematian karena COVID-19”, terbukti vaksin Sinovac efektif menurunkan risiko perawatan dan kematian hingga 98%. Angka ini jauh lebih tinggi dari orang yang belum divaksin atau baru menerima vaksin dosis pertama.

Agustus 2021 lalu, Kementerian Kesehatan merilis studi “Penularan, Perawatan dan Kematian akibat COVID-19 pada Tenaga Kesehatan di DKIJakarta, Januari-Juni 2021”, menunjukkan bahwa 75% kematian tenaga kesehatan yang terjadi di DKI Jakarta adalah mereka yang belum divaksin atau baru menjalankan vaksinasi dosis pertama. Dikutip dari CNN Indonesia dan berbagai sumber, berikut perbedaan risiko terinfeksi COVID-19 bagi orang yang telah melakukan vaksinasi dan yang belum.

  1. Orang yang telah divaksin berisiko lebih rendah terinfeksi COVID-19 ketimbang mereka yang belum divaksin. Jikalau terinfeksi, orang yang telah divaksin pun mengalami gejala penyakit yang lebih ringan ketimbang mereka yang belum divaksin.
  2. Orang yang telah divaksin menekan risiko kematian akibat COVID-19 hingga 98%.
  3. Orang yang telah divaksin memiliki risiko 70% lebih rendah untuk mengalami demam daripada mereka yang belum divaksin.
  4. Orang yang telah divaksin memiliki risiko 55% lebih rendah untuk mengalami kelelahan ketimbang mereka yang belum divaksin.
  5. Orang yang telah divaksin memiliki risiko 50% lebih kecil untuk mengalami sakit kepala dan kehilangan penciuman ketimbang mereka yang belum divaksin.
  6. Orang yang telah divaksin masih memiliki kemungkinan untuk mengalami sesak napas ringan dan pembengkakan kelenjar, namun kemungkinan ini lebih kecil dibandingkan mereka yang belum divaksin.

 

Baca juga: Anak Muda, Saatnya Pertimbangkan Kelebihan Asuransi Syariah

 

Mengingat vaksin penting untuk mencegah gejala berat dan risiko kematian, maka penting bagi kamu dan anggota keluarga untuk segera menjalankan vaksinasi. Namun, yang perlu diperhatikan setelah divaksin, jangan lupa untuk terus terapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan yang lebih optimal. Selain itu, kamu juga bisa melindungi diri dan keluarga dari risiko yang mungkin terjadi dengan asuransi kesehatan Allianz sebagai perlindungan finansial jika jatuh sakit di masa pandemi ini. 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan