Supaya manfaat dari asuransi kesehatan yang kamu miliki bisa dirasakan secara maksimal, penting untuk mengetahui cara mengajukan klaim dengan benar. Ada dua jenis metode klaim yang perlu kamu kenali, yaitu cashless dan reimbursement.
Melalui artikel ini, kamu akan menemukan panduan lengkap tentang klaim dengan metode reimbursement. Mulai dari langkah-langkah pengajuan, hingga dokumen apa saja yang perlu disiapkan agar klaimmu berjalan lancar.
Namun, sebelum masuk ke panduan lengkapnya, sebaiknya pahami dulu perbedaan singkat mengenai klaim melalui metode cashless dan reimbursement.
Pentingnya Memahami Cara Klaim Asuransi Kesehatan
Banyak orang berpikir, punya kartu asuransi kesehatan berarti semua urusan biaya rumah sakit langsung beres. Padahal, ada kalanya kamuberobat di fasilitas kesehatan non-rekanan, atau dalam situasi tertentu yang tidak bisa menggunakan fasilitas cashless. Di kondisi seperti ini, maka kamu perlu membayar biaya perawatan, lalu mengajukan klaim secara reimbursement agar beban finansial tersebut digantikan oleh pihak asuransi.
Untuk itu, memahami proses klaim sejak awal akan membantu kamu dalam menyiapkan dokumen dengan lebih lengkap, mempercepat proses klaim, dan tentunya membuat kamu lebih tenang saat fokus pada pemulihan diri atau keluarga.
Selain itu, juga terdapat beberapa hal yang perlu kamu simak dengan teliti sebelum dan saat memiliki polis asuransi agar klaim yang kamu ajukan berjalan lancar, yaitu:
- Pastikan membeli asuransi tambahan atau rider sesuai kebutuhan kamu
- Mengisi SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) dengan jujur
- Isi data tertanggung pada polis sesuai dengan data yang sebenarnya
- Pahami manfaat dan pengecualian polis
- Pastikan kamu membayar premi tepat waktu, agar tetap mendapatkan perlindungan dan manfaat polis serta menghindari agar polis tidak lapse (polis tidak aktif)
- Evaluasi kebutuhan secara berkala untuk menyesuaikan asuransi yang sesuai dan diperlukan
Perbedaan Singkat Cashless vs Reimbursement
Sebelum masuk ke langkah selengkapnya dalam mengajukan klaim secara reimbursement, kamu sebaiknya memahami perbedaan antara cashless dan reimbursement.
Cashless berarti kamu tidak perlu bayar terlebih dahulu di rumah sakit rekanan karena pihak rumah sakit akan melakukan klaim langsung ke pihak asuransi. Cara ini lebih praktis, tetapi hanya berlaku di jaringan rekanan.
Sementara reimbursement berarti kamu perlu membayar dulu, lalu mengajukan bukti untuk digantikan oleh asuransi. Cara ini fleksibel karena bisa dipakai di rumah sakit non-rekanan, tetapi membutuhkan dokumen lengkap dan proses verifikasi. Atau jika kondisi kamu termasuk dalam kondisi yang tidak dapat dijaminkan secara cashless.
Nah, di artikel ini akan fokus pada cara klaim asuransi kesehatan melalui reimbursement.
Langkah-Langkah Klaim Asuransi Kesehatan Reimbursement
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk melakukan klaim asuransi kesehatan secara reimbursement.
1. Segera Simpan Semua Bukti Saat Perawatan
Setiap kali kamu mendapatkan pelayanan medis, minta dan simpan:
- Kuitansi asli pembayaran
- Rincian tagihan atau breakdown bill yang menjelaskan biaya obat, tindakan, kamar rawat inap, jasa dokter, lab, resep obat yang diberikan, dan lain sebagainya
- Surat rujukan (jika ada)
- Salinan hasil pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, USG dan/atau lainnya
Pastikan untuk tidak membuang kuitansi atau dokumen kecil karena rumah sakit sering memberi beberapa lembar yang semuanya penting.
2. Dapatkan Surat Keterangan Medis atau Resume Medis
Kamu bisa meminta dokter atau bagian administrasi rumah sakit untuk surat keterangan medis yang berisi:
- Diagnosa akhir
- Tindakan atau prosedur yang dilakukan
- Tanggal perawatan atau dirawat
- Rekomendasi pengobatan lanjutan (jika perlu)
Surat ini merupakan salah satu dokumen yang dibutuhkan ketika klaim dilakukan verifikasi atau analisa lebih lanjut. Untuk lengkapnya dapat mengacu kepada prosedur pengajuan klaim reimbursement yang tercantum di polis kamu.
3. Isi Formulir Klaim Asuransi Kesehatan dengan Teliti
Di Allianz Indonesia, formulir klaim biasanya tersedia di website resmi atau kamu juga bisa memintanya lewat agen. Pastikan kamu mengisi seluruh informasi yang diminta, termasuk data-data seperti:
- Nama lengkap pemegang polis dan tertanggung
- Nomor polis atau nomor peserta
- Tanggal kejadian atau perawatan
- Rincian biaya dan data rekening untuk pengembalian dana
Saat mengisi dokumen, pastikan tanda tangan kamu sesuai dan tulis nomor telepon atau alamat email yang aktif dan tercatat di sistem agar pihak asuransi mudah menghubungi jika perlu klarifikasi.
4. Lampirkan Dokumen Identitas
Langkah berikutnya adalah kamu harus menyertakan fotokopi berikut:
- KTP pemegang polis, bisa akte lahir untuk anak
- Kartu peserta asuransi (jika ada)
5. Kirim Dokumen Klaim Lewat Saluran yang Disediakan
Allianz Indonesia menyediakan dua opsi utama untuk mengirimkan dokumen klaim, yaitu:
- Via aplikasi eAZy Connect, yang prosesnya lebih cepat karena ada nomor registrasi otomatis dan proses klaimnya bisa kamu pantau secara langsung
- Mengirimkan dokumen hardcopy ke Allianz Document Mangement Centre (ADMC)
Setelah kamu melakukan submit, catat nomor registrasi klaim untuk melakukan pelacakan status.
6. Proses Verifikasi dan Analisis Klaim Asuransi Kesehatan
Setelah semua langkah kamu lakukan, maka pihak asuransi akan mulai:
- Memeriksa kelengkapan dokumen
- Menilai kesesuaian manfaat dengan polis
- Menganalisis jumlah yang layak dibayar, setelah memperhitungkan deductible, co-payment, atau limit manfaat
Jika berdasarkan verifikasi dokumen, terdapat adanya kekurangan dokumen, maka kamu perlu melengkapi dokumen tambahan sesuai arahan perusahaan asuransi. Maka itu, pastikan dokumen awal sudah lengkap.
7. Keputusan Klaim
Jika klaim asuransi kesehatan kamu disetujui, pihak asuransi akan melakukan pembayaran klaim dengan cara melakukan transfer dana ke rekening yang kamu berikan. Jika klaim tidak disetujui karena tidak sesuai ketentuan polis, maka kamu akan menerima surat penjelasan alasan penolakan.
Checklist Dokumen Klaim Reimbursement
Berikut adalah daftar dokumen yang harus kamu lengkapi untuk melakukan klaim secara reimbursement.
- Formulir klaim terisi lengkap, termasuk nama pemegang polis dan dokter
- Kuitansi asli pembayaran
- Rincian tagihan atau breakdown bill
- Surat keterangan medis atau resume medis dari dokter
- Salinan hasil pemeriksaan penunjang diagnostik
- Salinan resep yang berkaitan dengan perawatan
- Fotokopi KTP pemegang polis atau peserta
- Fotokopi kartu peserta asuransi (jika tersedia)
- Surat keterangan dari polisi (jika kecelakaan) atau dokumen pendukung lain
- Formulir Surat Kuasa Pelepasan Informasi dan/atau Data Medik
Kesalahan Umum yang Membuat Klaim Ditolak
Agar klaim kamu tidak ditolak, hindari melakukan beberapa kesalahan umum ini:
- Mengirim dokumen tidak lengkap atau rusak.
- Mengajukan klaim di luar masa pengajuan klaim yang ditentukan polis.
- Klaim untuk kondisi yang dikecualikan dalam polis atau pre-existing condition tanpa deklarasi.
- Menuliskan biaya yang tidak wajar atau informasi palsu, yang bisa berakibat penolakan total dan bahkan sanksi.
Tips Supaya Klaim Kamu Lancar
Berikut beberapa tips yang bisa diikuti agar proses klaim yang kamu lakukan lancar.
- Simpan salinan digital semua dokumen, bisa dalam bentuk scan atau foto.
- Ajukan klaim sesegera mungkin setelah perawatan.
- Simpan nomor registrasi klaim dan catat komunikasi dengan agen atau call center.
- Baca syarat dan ketentuan polis agar kamu mengetahui batas waktu pengajuan, deductible, dan pengecualian.
Dengan memahami cara klaim asuransi kesehatan, terutama dengan cara reimbursement, ini akan mengurangi kecemasan saat kamu butuh biaya medis. Pastikan saja untuk menyimpan semua bukti, isi formulir dengan benar, dan kirim ke saluran resmi agar proses lebih cepat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai klaim asuransi di Allianz Indonesia, kamu bisa cek di Cara Klaim Asuransi Allianz Life. Di sana, kamu akan melihat berbagai informasi mengenai Klaim Asuransi Jiwa atau Klaim Asuransi Kesehatan & Kumpulan. Lakukan semua langkahnya agar klaim kamu bisa disetujui, ya.