Dengan kemudahan ini, investasi emas digital mulai dilirik oleh banyak orang, terutama generasi muda yang ingin berinvestasi secara fleksibel.
Namun, sebelum kamu memutuskan untuk mulai investasi, penting untuk memahami kelebihan, kekurangan, serta perbandingannya dengan emas fisik!
Selain itu, pastikan bahwa transaksi yang kamu jalani dalam pembelian emas digital melalui akad yang jelas, transparan, serta pastikan emas yang diperjualbelikan ada secara fisik dan dapat kamu ambil dalam bentuk fisik.
Berdasarkan laporan dari lembaga seperti World Gold Council dan berbagai industri keuangan, harga emas digital umumnya mengikuti pergerakan harga emas global. Melansir dari Gotrade dan Metro Tv News, ini kelebihan dan kekurangan investasi emas digital yang perlu kamu pahami sebelum mulai berinvestasi.
Kelebihan Investasi Emas Digital
1. Modal awal rendah dan praktis
Investasi emas digital memungkinkan kamu mulai dengan nominal kecil, bahkan dari puluhan ribu rupiah. Seluruh proses pembelian, penjualan, hingga pemantauan harga dilakukan lewat aplikasi. Meski memudahkan, pastikan kamu menggunakan platform investasi emas digital yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan begitu, kamu tidak perlu datang ke toko emas atau menyimpan emas secara fisik di rumah. Cocok untuk pemula yang ingin belajar investasi secara bertahap tanpa tekanan finansial.
Selain itu, investasi digital emas juga memudahkan kamu dalam melakukan pemantauan. Semua data investasi tersimpan rapi dalam satu aplikasi, mulai dari jumlah gram hingga nilai portofolio. Dengan begitu, kamu tidak perlu mencatat manual atau menyimpan dokumen fisik.
2. Likuiditas tinggi
Emas digital umumnya bisa dijual kapan saja sesuai harga pasar saat itu. Proses pencairannya juga relatif cepat dibandingkan emas fisik yang perlu dijual kembali ke toko atau pegadaian.
Untuk itu, bagi sebagian orang, emas digital dapat menjadi salah satu opsi aset yang relatif likuid.
3. Risiko kehilangan fisik lebih kecil
Karena tidak berbentuk fisik, kamu tidak perlu khawatir emas hilang, dicuri, atau rusak. Penyimpanan biasanya dilakukan oleh lembaga kustodian yang bekerja sama dengan platform investasi dengan biaya penyimpanan yang relatif rendah.
Sebagian besar platform sudah memasukkan biaya penyimpanan dalam spread harga. Dengan begitu, kamu tidak perlu menyewa safe deposit box atau tempat penyimpanan khusus. Hal ini membuat biaya tambahan jadi lebih terkendali.
4. Transparansi harga real-time
Harga emas digital biasanya mengikuti harga emas dunia dan diperbarui secara berkala. Kamu bisa memantau pergerakan harga kapan saja langsung dari aplikasi. Transparansi ini membantu kamu mengambil keputusan beli atau jual dengan lebih rasional.
5. Bisa dibeli secara bertahap (cicilan investasi)
Emas digital cocok untuk strategi investasi rutin seperti nabung bulanan. Kamu bisa membeli sedikit demi sedikit tanpa harus menunggu dana kamu terkumpul lebih banyak. Dalam jangka panjang, strategi ini membantu meredam risiko fluktuasi harga.
6. Cocok untuk diversifikasi portofolio
Emas digital bisa menjadi pelengkap investasi lain seperti saham atau reksa dana. Karakter emas yang cenderung stabil membantu menyeimbangkan risiko portofolio. Diversifikasi ini penting untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang, termasuk saat inflasi atau ketidakpastian ekonomi.
7. Bisa dikonversi ke emas fisik (di platform tertentu)
Banyak platform investasi emas digital menyediakan fitur pembelian otomatis untuk pembelian berkala. Fitur ini membantu kamu lebih disiplin dalam berinvestasi tanpa harus memantau harga setiap hari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membantu membangun aset emas secara konsisten.
Kekurangan Investasi Emas Digital
1. Ketergantungan pada platform penyedia
Investasi emas digital sangat bergantung pada kredibilitas platform yang kamu gunakan. Jika platform bermasalah atau tutup, maka proses transaksi atau pemantauan kamu bisa mengalami kendala.
Selain itu, karena berbasis digital dan akses internet, selalu ada risiko gangguan sistem, jaringan, atau keamanan siber. Meskipun jarang terjadi, risiko ini tetap perlu dipertimbangkan. Terutama jika platform tidak memiliki sistem keamanan yang kuat.
Karena itu, memilih penyedia yang diawasi regulator sangat penting.
2. Tidak langsung memegang aset fisik
Berbeda dengan emas fisik, kamu tidak bisa langsung menyentuh atau menyimpan emas tersebut. Bagi sebagian orang, hal ini mengurangi rasa aman secara psikologis. Terutama bagi investor konservatif yang lebih percaya aset berwujud.
Namun, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, beberapa penyedia investasi emas digital juga menyediakan opsi untuk cetak emas fisik.
3. Potensi biaya tersembunyi
Beberapa platform mengenakan spread beli-jual yang cukup lebar. Jika tidak diperhatikan, biaya ini bisa mengurangi potensi keuntungan. Penting untuk membaca syarat dan ketentuan sebelum mulai berinvestasi.
4. Tidak cocok untuk tujuan koleksi atau warisan fisik
Jika tujuanmu membeli emas untuk diwariskan dalam bentuk fisik, emas digital kurang ideal. Meski ada opsi untuk cetak emas fisik, proses konversi ke emas fisik bisa memakan waktu dan biaya tambahan.
5. Harga jual bisa lebih rendah dari emas fisik
Pada beberapa kondisi, harga jual emas digital bisa sedikit lebih rendah karena spread. Ini bisa memengaruhi keuntungan, terutama untuk investasi jangka pendek.
Balik lagi ke fungsi utama emas adalah lebih cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang, karena kemungkinan keuntungannya lebih banyak didapatkan. Jadi, sebaiknya, jika tidak ada keperluan mendesak, jangan mudah tergiur menjual emas, meskipun harga sedang naik.
6. Risiko regulasi dan kebijakan
Perubahan kebijakan atau regulasi bisa memengaruhi operasional platform emas digital. Hal ini berpotensi memengaruhi kenyamanan investor. Meski jarang, risiko ini tetap perlu diantisipasi.
7. Kurang optimal untuk lindung nilai ekstrem
Dalam kondisi krisis ekstrem, emas fisik sering dianggap lebih aman karena bisa langsung digunakan. Emas digital tetap bergantung pada sistem keuangan dan platform. Ini membuatnya sedikit kurang ideal sebagai aset “ultimate safe haven”.
Baca juga: 6 Tips Agar Terhindar dari Investasi Bodong
Apakah Emas Digital Lebih Menguntungkan dari Emas Fisik?
Jawabannya, tergantung pada selera kamu masing-masing. Secara harga, emas digital dan emas fisik sama-sama mengikuti pergerakan harga emas dunia. Melansir Groww, perbedaannya lebih terletak pada kemudahan, dan tempat pembeliannya. Emas digital unggul dari sisi fleksibilitas, efisiensi biaya, dan kemudahan transaksi.
Sementara itu, emas fisik lebih unggul bagi kamu yang mengutamakan kepemilikan aset nyata, dan nilai emosional. Namun, keduanya sama-sama cocok untuk kamu yang fokus pada investasi jangka menengah hingga panjang.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, kamu bisa memanfaatkan investasi emas digital sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang yang lebih seimbang.