Umumnya, makanan bergizi seimbang sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian anak yang berusia satu tahun ke atas. Namun, pada beberapa kasus, seperti anak mengalami penurunan nafsu makan, picky eating, atau kesulitan naik berat badan, bisa membuat orang tua khawatir. Hal tersebut karena jika berlangsung lama, anak berisiko kekurangan nutrisi penting.
Kenapa Anak Bisa Mengalami Penurunan Nafsu Makan?
Setiap anak pasti pernah melalui fase susah makan. Penyebabnya bisa beragam, misalnya:
- Sedang sakit atau dalam masa pemulihan.
- Tumbuh gigi yang membuat gusi terasa tidak nyaman.
- Bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja.
- Picky eating, yaitu anak hanya mau makan makanan tertentu.
- Masalah pencernaan, seperti sembelit atau cacingan.
- Faktor psikologis, misalnya stres atau perubahan rutinitas.
Umumnya, penurunan nafsu makan hanya bersifat sementara. Namun, bisa berlangsung lama, anak bisa berisiko kekurangan nutrisi penting yang bisa memengaruhi tumbuh kembangnya.
Maka, penting bagi orang tua untuk mengetahui langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah, kapan waktu yang tepat memberikan suplemen tambahan untuk anak, hingga strategi agar anak lahap makan.
Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Anak Susah Makan?
Sebelum memberikan suplemen tambahan pada anak, ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu coba saat menyediakan makanan untuk si kecil di rumah, di antaranya adalah:
- Variasikan menu makanan agar anak tidak cepat merasa bosan. Selain makanan, kamu juga bisa menghias makanan atau membentuk makanan menjadi karakter tertentu. Misalnya, nasi yang dibentuk bulat seperti bola.
- Berikan porsi kecil tapi sering, dibandingkan porsi besar yang membuat anak malas makan.
- Ciptakan suasana makan yang menyenangkan, jangan sampai makan menjadi momen yang penuh tekanan.
- Libatkan anak dalam memilih atau menyiapkan makanan.
- Tambahkan makanan pada energi sehat, seperti alpukat, keju, telur, atau yogurt.
- Pastikan anak cukup minum agar tetap terhidrasi, sehingga nafsu makan tetap stabil.
Langkah-langkah sederhana ini sering kali cukup membantu dalam meningkatkan nafsu makan si kecil.
Kapan Anak Membutuhkan Suplemen Tambahan?
Pertama, yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah pemberian suplemen bukan solusi utama. Dokter biasanya akan menyarankan jika:
- Penurunan nafsu makan berlangsung lama.
- Anak sulit naik berat badan atau terlihat kurang energi.
- Ada indikasi medis, seperti anemia atau defisiensi vitamin atau mineral tertentu.
Dengan begitu, tidak semua anak yang susah makan butuh suplemen tambahan. Maka, penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter anak sebelum memutuskan memberikan suplemen. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, anak bisa berisiko kekurangan nutrisi penting. Menurut Food to Table Nutrition, asupan suplemen tambahan bisa diberikan saat asupan makanan utama tidak mencukupi, terutama vitamin D dan omega-3 yang penting untuk pertumbuhan optimal.
Jenis Suplemen untuk Mendukung Kebutuhan Nutrisi Anak
Melansir Nuzest SG, Healthline, Eating Well, Cleveland Clinic, dan Mayo Clinic, berikut beberapa suplemen tambahan yang bisa mendukung kebutuhan nutrisi si kecil. Namun, perlu diingat bahwa suplemen bukan untuk mengganti makanan, melainkan hanya melengkapi.
1. Vitamin D dan Kalsium
Vitamin D dan kalsium bisa membantu penyerapan nutrisi, pertumbuhan tulang dan gigi, dan meningkatkan energi. Untuk itu, kamu sebagai orang tua bisa memberikan telur, ikan berlemak, dan susu fortifikasi, yang merupakan makanan dengan kandungan vitamin D. Selain itu, sinar matahari adalah salah satu sumber alami vitamin D yang bisa kamu dapatkan. Sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D adalah saat indeks UV rendah, sekitar jam 9 – 10 pagi atau jam 8 – 10 pagi dengan durasi berjemur antara 10 – 15 menit, dan setiap 2 – 3 kali seminggu.
2. Vitamin B Kompleks
Fungsi dari vitamin ini adalah membantu metabolism energi, sistem saraf, dan mengurangi kelelahan. Makanya, vitamin ini penting saat nafsu makan si kecil turun. Kandungan di dalamnya banyak ditemukan pada produk hewani seperti daging, telur, dan susu.
3. Zat Besi
Fungsinya adalah untuk membentuk sel darah merah dan mencegah anemia. Suplemen ini diberikan oleh dokter jika nafsu makan anak rendah akibat anemia, serta terlihat pucat dan lemas. Kamu bisa memberikan anak makanan berupa daging merah, hati ayam atau sapi, kuning telur, bayam, kacang-kacangan.
4. Vitamin C
Vitamin C mengandung antioksidan yang juga membantu penyerapan zat besi, hingga meningkatkan rasa nyaman makan. Kandungan dalam vitamin ini bisa ditemukan dalam jeruk, stroberi, tomat, dan sayuran warna cerah.
5. Zinc
Suplemen zinc bisa mendukung indera perasa, metabolisme, dan terbukti secara klinis membantu meningkatkan selera makan. Pastikan asupan cukup melalui daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, jangan lupa juga untuk menambahkan menu harian yang seimbang sesuai kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh kembang anak.
6. Omega-3
Suplemen ini bisa membantu mendukung perkembangan otak, menjaga mood dan konsentrasi tetap stabil. Diberikan saat anak sulit fokus, rewel, atau butuh dukungan tambahan untuk perkembangan otaknya. Kamu bisa memberikan ikan berlemak, seperti salmon, tuna, sarden, minyak ikan, biji chia, biji rami, dan kenari.
7. Probiotik
Jika anak sering sembelit, diare, atau kembung, biasanya mereka akan malas atau tidak nyaman untuk makan. Maka dari itu, kamu bisa memberikannya yogurt, tempe, miso, makanan fermentasi lainnya yang aman untuk si kecil guna menjaga kesehatan pencernaan dan memperbaiki flora usus.
Seperti yang sudah dijelaskan, suplemen tambahan bukan untuk menggantikan makanan bergizi anak. Untuk itu, diperlukan kebiasaan baru di rumah untuk mendukungnya.
Strategi Tambahan untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak
Health merekomendasikan strategi dan kebiasaan berikut untuk diterapkan harian kepada anakmu:
a. Bangun kebiasaan sarapan
Pastikan anak terbiasa sarapan, porsinya bisa sedikit saja di fase awal. Tentunya pastikan makanan yang bernutrisi tinggi dan dilengkapi vitamin penambah nafsu makan anak. Dengan terbiasa makan di pagi hari, metabolisme anak juga akan semakin aktif, hingga nafsu makannya naik.
b. Jadikan makan sebagai aktivitas menyenangkan dan santai
Alasan anak tidak nafsu makan mungkin karena merasa bahwa itu adalah aktivitas yang kurang menarik atau bahkan monoton. Maka dari itu, hindari memaksa dan biarkan anak eksplorasi makanan. Suasana positif akan membantu mendorong nafsu makannya.
c. Tambahkan menu makanan padat energi
Misalnya olesan mentega atau keju pada roti, smoothies buah dengan yogurt, atau bubur oatmeal dengan susu. Pastikan nutrisinya terpenuhi dan pastikan rasanya enak dan menggugah selera si kecil.
d. Gunakan porsi kecil untuk bangun kebiasaan
Anak biasanya lebih bersedia mencoba jika porsi kecil disajikan lebih sering. Misalnya snack setiap 2 jam agar metabolisme aktif. Pilih juga makanan yang disuka atau rasanya menarik.
e. Libatkan anak dalam persiapan makanan
Saat si kecil bantu memasak, mereka jadi lebih tertarik makan hasil karya mereka. Perkenalkan juga berbagai jenis bahan makanan baru ke anak, siapa tahu ada menu makan yang belum pernah dimakan, tapi ternyata sesuai seleranya.
f. Hidrasi sebelum makan
Segelas kecil air atau smoothies 30 menit sebelum makan bisa bantu cerna dan memancing rasa lapar. Buat kebiasaan dan menu minuman yang menarik supaya anak semakin tertarik mencoba asupan makanan baru.
g. Variasikan tekstur dan warna makanan
Penting untuk membuat waktu makan jadi petualangan visual dan sensorik bagi anak. Hal ini bisa sangat membangkitkan selera. Pastikan juga makanan yang disajikan mengandung vitamin penambah nafsu makan anak.
Mengatasi masalah nafsu makan anak bukan perkara mudah, apalagi bagi picky eater. Kamu sebagai orang tua bisa mulai dari variasi makanan dan suasana makan yang menyenangkan. Jika ternyata penurunan nafsu makan berlangsung lama, barulah konsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah anak memerlukan tambahan suplemen tertentu.
Dengan kombinasi makanan bergizi, strategi makan yang tepat, dan jika perlu dukungan suplemen tambahan sesuai rekomendasi medis, anak bisa kembali lahap makan dan tumbuh dengan sehat, serta ceria.