Beberapa kota seperti Beijing dan Xi’an memiliki kawasan dengan komunitas Muslim yang sudah berkembang selama berabad-abad. Dengan itinerary yang tepat, kamu bisa menggabungkan wisata sejarah, kuliner halal, dan waktu untuk beribadah dalam satu perjalanan.
Cina punya sejarah panjang dengan komunitas Muslim, termasuk masyarakat Hui yang tersebar di berbagai wilayah. Karena itu, makanan halal relatif mudah ditemukan di kawasan tertentu, terutama di sekitar masjid dan komunitas Muslim.
Namun, ketersediaan makanan halal tetap dapat berbeda di setiap kawasan. Riset sebelum perjalanan diperlukan agar pilihan restoran, tempat ibadah, dan rute perjalanan dapat disesuaikan dengan itinerary.
Rekomendasi Tempat Wisata Halal di Cina
Melansir Notes from China, berikut ini beberapa rekomendasi tempat wisata halal di Cina yang perlu dikunjungi ketika liburan di Negara Tirai Bambu tersebut:
1. Muslim Quarter
Muslim Quarter atau Huimin Jie merupakan salah satu tempat yang wajib masuk itinerary wisata halal di Cina. Kawasan ini berada di pusat kota Xi’an, tidak jauh dari Drum Tower dan Bell Tower. Area tersebut merupakan kawasan komunitas Muslim Hui yang sudah berkembang selama berabad-abad.
Hal menarik dari kawasan ini adalah suasananya yang hidup. Kamu bisa berjalan kaki melewati gang-gang yang dipenuhi kedai makanan, toko oleh-oleh, penjual jajanan, dan restoran. Berbagai makanan seperti daging kambing, daging sapi, mi, dumpling, hingga sate bisa ditemukan di kawasan ini.
Selain kuliner, kawasan ini juga menjadi tempat yang menarik untuk melihat perpaduan budaya Cina dengan tradisi Islam.
2. Great Mosque of Xi’an
Masih berada di sekitar Muslim Quarter, ada Great Mosque of Xi’an atau Masjid Agung Xi’an. Masjid ini dibangun pada tahun 742 M pada masa Dinasti Tang dan menjadi salah satu masjid tertua di Cina.
Berbeda dengan gambaran masjid yang biasanya memiliki kubah besar dan menara tinggi, masjid ini justru memadukan unsur arsitektur tradisional Cina dengan fungsi sebagai tempat ibadah. Kompleksnya terdiri dari beberapa halaman yang dikelilingi bangunan bergaya tradisional Cina.
Jika ingin berkunjung, perhatikan waktu salat dan gunakan pakaian yang sopan. Masjid ini masih menjadi tempat ibadah aktif, sehingga wisatawan perlu menghormati aktivitas jamaah.
3. Niujie atau Ox Street
Kalau itinerary kamu dimulai dari Beijing, sempatkan datang ke Niujie atau Ox Street. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Muslim di Beijing dan memiliki banyak restoran halal.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Niujie Mosque, yang memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu masjid penting di Beijing. Setelah mengunjungi masjid, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan mencoba kuliner khas Muslim setempat.
Niujie juga cukup menarik karena memungkinkan kamu mendapatkan pengalaman yang berbeda dari destinasi populer Beijing seperti Forbidden City dan Great Wall. Jadi, itinerary tidak hanya berisi tempat wisata mainstream, tetapi juga pengalaman budaya dan kuliner.
4. Guangzhou
Kalau ingin melihat sisi lain sejarah Islam di Cina, Guangzhou bisa menjadi pilihan. Kota ini memiliki Huaisheng Mosque, salah satu masjid bersejarah yang berkaitan dengan masuknya Islam ke Cina melalui jalur perdagangan.
Area di sekitar masjid juga dapat menjadi tempat untuk mencari makanan halal. Kamu bisa menemukan restoran yang menyajikan mi ala Lanzhou, sate kambing, hingga berbagai makanan dari komunitas Muslim yang tinggal di Guangzhou.
Guangzhou cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata sejarah, kuliner, dan suasana kota besar. Namun, karena pilihan halal lebih terkonsentrasi di kawasan tertentu, sebaiknya cari informasi restoran terlebih dahulu sebelum berpindah ke area wisata berikutnya.
5. Yunnan
Yunnan menawarkan pengalaman yang berbeda. Selain memiliki pemandangan alam dan kota tua yang menarik, provinsi ini juga memiliki komunitas Muslim Hui yang cukup besar.
Di Kunming, kamu bisa mengunjungi masjid seperti Shuncheng Mosque dan mencari restoran halal di kawasan sekitarnya. Kuliner yang bisa dicoba antara lain mi khas Yunnan yang disiapkan dengan bahan halal.
Perjalanan bisa dilanjutkan ke Dali, terutama jika kamu ingin menikmati suasana kota tua dan pemandangan pegunungan. Dali juga memiliki masjid dengan perpaduan arsitektur lokal dan Islam.
Yunnan cocok untuk kamu yang ingin membuat perjalanan yang tidak hanya berisi wisata kota, tetapi juga alam dan budaya lokal.
6. Lanzhou
Lanzhou bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang menyukai wisata kuliner. Kota ini dikenal dengan Lanzhou beef noodles atau Lanzhou lamian, mi tarik dengan kuah kaldu daging sapi yang menjadi salah satu makanan khas daerah tersebut.
Kawasan sekitar masjid dan komunitas Hui biasanya menjadi lokasi yang praktis untuk mencari makanan halal. Salah satu landmark yang dapat dikunjungi adalah Xiguan Mosque.
Kalau ingin membuat perjalanan bertema kuliner, Lanzhou bisa dipadukan dengan Xi’an karena keduanya berada di wilayah yang memiliki sejarah komunitas Muslim yang kuat.
7. Xining dan Yinchuan
Xining juga dapat menjadi pilihan untuk wisatawan yang ingin mengenal budaya Hui. Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Dongguan Mosque, yang menjadi salah satu masjid penting di kota tersebut.
Sementara itu, Yinchuan berada di Ningxia, wilayah yang memiliki hubungan erat dengan komunitas Hui. Kamu bisa mengunjungi tempat seperti China Hui Culture Park sekaligus mencoba makanan khas yang menggunakan bahan halal.
Kedua kota ini mungkin tidak sepopuler Beijing atau Shanghai bagi wisatawan Indonesia, tetapi justru menarik jika kamu ingin mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan komunitas Muslim lokal.
8. Xinjiang
Kalau ingin pengalaman wisata halal yang lebih kuat, Xinjiang bisa dimasukkan ke dalam pilihan itinerary. Wilayah ini memiliki komunitas Uyghur dan budaya yang berbeda dari kota-kota Cina bagian timur.
Di Urumqi, kamu bisa mengunjungi International Grand Bazaar dan mencari makanan khas Xinjiang seperti sate kambing, naan, dan mi laghman. Urumqi juga bisa menjadi titik awal sebelum melanjutkan perjalanan ke Kashgar.
Sementara itu, Kashgar menawarkan pengalaman yang berbeda lagi. Kota ini terkenal dengan Id Kah Mosque, salah satu masjid besar dan bersejarah di kawasan tersebut. Kamu juga bisa menjelajahi Kashgar Old City dan pasar tradisional yang memberikan suasana khas Asia Tengah.
Kuliner halal relatif mudah ditemukan di Xinjiang. Beberapa makanan yang bisa dicoba antara lain lamb kebab, polo atau nasi pilaf dengan daging kambing, samsa, laghman, dan naan.
Namun, perjalanan ke Xinjiang membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan rute Beijing-Xi’an. Sebelum berangkat, cek informasi perjalanan dan aturan terbaru untuk wilayah yang akan dikunjungi.
9. Quanzhou
Quanzhou cocok bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah hubungan perdagangan Cina dan dunia Islam. Kota pelabuhan ini memiliki Qingjing Mosque, salah satu peninggalan penting sejarah Islam di Cina.
Kamu bisa memasukkan Quanzhou sebagai tujuan tambahan setelah Guangzhou jika memiliki waktu lebih panjang. Selain masjid, kawasan kota tua dan peninggalan sejarah perdagangan membuat perjalanan terasa berbeda dari itinerary wisata Cina yang biasanya berfokus pada Beijing, Shanghai, atau Xi’an.
Baca juga: 10 Ramen Halal Terbaik di Tokyo dan Kyoto
Tips agar Wisata Halal di Cina Lebih Nyaman
Selain menentukan destinasi, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan, misalnya:
- Simpan tulisan 清真 (qīngzhēn) di ponsel agar lebih mudah saat mencari restoran Halal. Biasanya tulisan itu menandakan bahwa restoran tersebut menyediakan makanan halal dan dikelola sesuai ketentuan Islam. Namun, penting untuk memeriksa kembali informasi restoran sebelum makan, karena standar, menu, dan status operasional dapat berbeda.
- Tentukan lokasi masjid atau tempat salat di sekitar itinerary supaya waktu ibadah tetap bisa disesuaikan dengan perjalanan.
- Jarak antar destinasi di Cina dapat cukup jauh, sehingga waktu perjalanan sebaiknya dimasukkan ke dalam itinerary. Untuk kawasan Muslim Quarter, gunakan waktu sore hingga malam jika ingin menikmati suasana kuliner, tetapi bersiap menghadapi keramaian, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
- Cek kembali informasi restoran dan tempat ibadah sebelum berangkat. Status operasional, jam buka, metode pembayaran, maupun akses menuju suatu tempat bisa berubah.
- Siapkan metode pembayaran yang sesuai. Sebelum berangkat, cari tahu metode pembayaran yang umum digunakan dan pastikan metode pembayaran yang dibawa dapat digunakan selama perjalanan. Sebaiknya, siapkan juga alternatif pembayaran untuk mengantisipasi jika metode pembayaran utama tidak dapat digunakan.
Dengan persiapan tersebut, melakukan wisata halal di Cina tentu bisa terasa lebih praktis sekaligus tetap memberikan kesempatan untuk menikmati sejarah, budaya, dan kuliner lokal.
Untuk perjalanan ke Cina, perlindungan selama bepergian juga dapat dipertimbangkan agar kamu lebih siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Salah satu yang bisa kamu pertimbangkan adalah Allianz TravelPro, solusi asuransi perjalanan yang komprehensif dan fleksibel, yang kini juga bisa kamu beli secara online melalui OptimAll.
Perlindungan perjalanan ini memberikan manfaat mulai dari perlindungan medis, evakuasi dan repatriasi medis darurat, penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, hingga berbagai ketidaknyamanan lainnya yang dapat terjadi selama perjalanan ke dan dari destinasi tujuan.
Di samping itu, ketika dalam perjalanan kamu mengalami suatu kerugian dan ingin mengajukan klaim, kamu bisa mengajukan klaim melalui AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id atau Allianz Emergency di nomor +6221 5085 8886 untuk keadaan darurat di luar negeri.
Untuk mengetauhi jaminan produk asuransi perjalanan Allianz TravelPro secara lengkap, kamu juga bisa menghubungi AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id.