mengatasi jet lag

8 Cara Mengatasi Jet Lag Setelah Penerbangan Panjang

21 Juli 2026 | Allianz Indonesia
Mengatasi jet lag perlu dilakukan agar tubuh dapat beradaptasi kembali dengan zona waktu baru setelah bepergian, terutama dalam penerbangan jarak jauh yang melintasi beberapa zona waktu. Umumnya, jet lag dapat diatasi dengan mengatur waktu tidur, mendapatkan paparan sinar matahari, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi.

Jet lag biasanya ditandai dengan sulit tidur pada malam hari, mengantuk di siang hari, tubuh terasa lelah, hingga sulit berkonsentrasi karena jam biologis tubuh belum menyesuaikan diri dengan waktu di tempat tujuan. 

Meski umumnya hanya bersifat sementara, jet lag dapat mengganggu kenyamanan selama liburan maupun perjalanan bisnis. Bahkan, jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas dan membuat pengalaman bepergian menjadi kurang maksimal.

Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu tubuh pulih lebih cepat sehingga kamu bisa kembali beraktivitas dengan optimal.

Ada banyak cara mengatasi jet lag yang dapat dilakukan sebelum, selama, maupun setelah perjalanan. Berikut penjelasannya:

Jika memungkinkan, mulailah mengubah jadwal tidur 2-3 hari sebelum keberangkatan. Apabila tujuan perjalananmu memiliki zona waktu yang lebih cepat, biasakan tidur lebih awal secara bertahap. 

Sebaliknya, jika tujuanmu memiliki zona waktu yang lebih lambat, kamu bisa mulai tidur sedikit lebih larut agar tubuh tidak mengalami perubahan mendadak yang terlalu drastis.

Sinar matahari merupakan salah satu faktor penting yang membantu mengatur jam biologis tubuh dan menyesuaikan ritme sirkadian dengan lebih cepat. Setelah tiba di destinasi tujuan, luangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan pada pagi atau siang hari sesuai waktu setempat agar tubuh lebih cepat beradaptasi.

Melansir Healthline, perjalanan jarak jauh dapat menyebabkan tubuh mudah kehilangan cairan karena kelembapan udara di dalam kabin relatif rendah. Oleh karena itu, minumlah air putih secara cukup sebelum, selama, dan setelah penerbangan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mengurangi rasa lelah, sakit kepala, dan ketidaknyamanan akibat jet lag.

Minuman beralkohol maupun berkafein dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lebih sulit menyesuaikan diri dengan zona waktu baru. Jika ingin tidur lebih mudah setelah tiba di tujuan, sebaiknya batasi konsumsi kedua jenis minuman tersebut, terutama menjelang waktu tidur.

Jika memungkinkan, berdirilah setiap 1-2 jam sekali untuk berjalan singkat di lorong pesawat atau melakukan peregangan ringan di kursi selama penerbangan. Cara ini membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus mengurangi rasa pegal setelah duduk terlalu lama.

Setelah tiba di destinasi, usahakan langsung mengikuti jadwal tidur sesuai waktu setempat. Hindari tidur terlalu lama pada siang hari karena dapat memperlambat proses adaptasi tubuh terhadap zona waktu baru.

Selain tidur, waktu makan juga memengaruhi ritme biologis tubuh. Mulailah sarapan, makan siang, dan makan malam mengikuti jadwal tempat tujuan agar tubuh lebih cepat mengenali ritme baru. Pilih makanan bergizi seimbang agar tubuh memiliki energi yang cukup selama proses adaptasi.

Jet lag biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sebagai gambaran, tubuh membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk menyesuaikan diri dengan setiap zona waktu yang dilewati.

Karena itu, jika memiliki agenda penting seperti rapat atau kompetisi, sebaiknya datang satu atau dua hari lebih awal agar tubuh memiliki waktu beradaptasi.

Jet lag adalah gangguan sementara pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang terjadi setelah seseorang melakukan perjalanan melintasi beberapa zona waktu dalam waktu singkat.

Jam biologis tubuh mengatur berbagai fungsi penting, seperti waktu tidur, produksi hormon, suhu tubuh, hingga rasa lapar. Ketika seseorang berpindah ke zona waktu yang berbeda, tubuh masih mengikuti waktu di tempat asal sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

Ada beberapa faktor penyebab yang membuat seseorang lebih rentan mengalami jet lag, berikut penjelasannya:

Semakin banyak zona waktu yang dilewati dalam satu perjalanan, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami jet lag. Sebagai contoh, penerbangan dari Indonesia ke Eropa atau Amerika Serikat biasanya melintasi beberapa zona waktu sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi.

Arah perjalanan juga memengaruhi tingkat keparahan jet lag. Perjalanan ke arah timur umumnya terasa lebih berat dibandingkan ke arah barat karena tubuh harus "mempercepat" jam biologis yang biasanya lebih sulit dilakukan.

Duduk dalam pesawat selama berjam-jam menyebabkan tubuh kurang bergerak, lelah, dan dapat mengalami dehidrasi ringan. Faktor-faktor ini dapat memperburuk gejala jet lag setelah tiba di tujuan.

Begadang atau kurang tidur menjelang keberangkatan membuat tubuh sudah berada dalam kondisi lelah sejak awal perjalanan. Akibatnya, proses adaptasi terhadap zona waktu baru menjadi lebih sulit.

Udara di dalam kabin pesawat memiliki kelembapan yang rendah sehingga tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Meskipun dehidrasi bukan penyebab langsung jet lag, kondisi ini dapat membuat gejala terasa lebih berat.

Setiap orang dapat mengalami gejala jet lag yang berbeda-beda, tergantung usia, kondisi kesehatan, jumlah zona waktu yang dilewati, dan kemampuan tubuh beradaptasi. Beberapa gejala yang paling umum meliputi:

Sulit tidur: Gejala yang satu ini paling sering dialami ketika bepergian jauh. Kamu mungkin merasa mengantuk pada siang hari, tetapi justru sulit tidur saat malam hari sesuai waktu di tempat tujuan.

Mengantuk pada siang hari: Sebaliknya, ada juga yang merasa sangat mengantuk di siang hari ketika seharusnya beraktivitas. Hal ini terjadi karena tubuh masih mengikuti waktu di negara asal.

Tubuh terasa lelah: Meski tidak melakukan aktivitas berat, mereka yang mengalami jet lag sering merasa energi tubuh berkurang dan mudah lelah.

Sulit berkonsentrasi: Kurangnya kualitas tidur dapat memengaruhi fungsi otak sehingga seseorang menjadi sulit fokus, mudah lupa, dan kurang produktif.

Perubahan suasana hati: Jet lag juga dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, atau merasa kurang bersemangat.

Gangguan pencernaan: Sebagian orang mengalami perubahan nafsu makan, sembelit, diare ringan, atau perut terasa tidak nyaman. Hal ini terjadi karena sistem pencernaan juga dipengaruhi oleh ritme sirkadian tubuh.

Penurunan performa fisik: Bagi atlet atau orang yang melakukan aktivitas fisik tinggi selama perjalanan, jet lag dapat menurunkan performa tubuh untuk sementara waktu.

Selain mengetahui cara mengatasi jet lag, kamu juga dapat mengurangi risikonya dengan beberapa langkah berikut:

Pilih jadwal penerbangan yang sesuai: Jika memungkinkan, pilih jadwal penerbangan yang memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dengan baik sebelum tiba di tujuan.

Istirahat yang cukup sebelum berangkat: Pastikan kebutuhan tidur terpenuhi sebelum perjalanan agar tubuh tidak memulai perjalanan dalam kondisi kelelahan.

Siapkan itinerary yang fleksibel: Jangan langsung menjadwalkan aktivitas yang terlalu padat pada hari pertama. Berikan kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri terlebih dahulu.

Jaga pola makan dan aktivitas fisik: Tetap mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik ringan selama perjalanan membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

Jet lag merupakan kondisi yang umum terjadi setelah penerbangan lintas zona waktu, tetapi bukan berarti harus mengganggu seluruh perjalananmu. Dengan menyesuaikan jadwal tidur, menjaga tubuh tetap terhidrasi, mendapatkan paparan sinar matahari, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi, gejala jet lag umumnya dapat berkurang dalam beberapa hari. 

Selain mempersiapkan kondisi fisik, jangan lupa melengkapi perjalanan dengan perlindungan yang sesuai. Allianz TravelPro adalah perlindungan perjalanan yang memberikan manfaat komprehensif, mulai dari perlindungan medis, evakuasi dan repatriasi medis darurat, penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, serta berbagai ketidaknyamanan lainnya yang dapat terjadi selama perjalanan ke dan dari destinasi tujuan.

Kamu juga bisa menghubungi AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id untuk mengetahui jaminan produk asuransi perjalanan Allianz TravelPro lengkap. Dengan begitu, kamu bisa memilih dan membeli asuransi perjalanan yang tepat dan sesuai dengan rencana perjalanan kamu.

Di samping itu, ketika dalam perjalanan kamu mengalami suatu kerugian dan ingin mengajukan klaim, kamu bisa mengajukan klaim melalui AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id atau Allianz Emergency di nomor +6221 5085 8886 untuk keadaan darurat di luar negeri.

Dengan perlindungan yang tepat, kamu bisa lebih tenang menikmati setiap momen perjalanan tanpa perlu khawatir menghadapi berbagai situasi tak terduga.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026