Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Yuk Ketahui Tentang Asuransi Jiwa Murni

04 September 2020 | Allianz Indonesia
Asuransi jiwa murni bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mendapatkan proteksi jiwa secara efisien. Yuk, melihat lebih jauh serba serbi asuransi jiwa murni.

Dalam perencanaan keuangan pribadi, keberadaan proteksi dalam bentuk asuransi merupakan salah satu pondasi utama. Asuransi berperan sebagai jaring pengaman atau safety net yang bobotnya tidak kalah penting dengan keberadaan dana darurat. Bedanya, bila dana darurat diperuntukkan sebagai dana cadangan dalam menghadapi situasi darurat, maka asuransi berperan dalam memproteksi risiko-risiko kerugian finansial ketika terjadi kondisi tertentu.

Setiap keluarga penting memiliki setidaknya dua jenis asuransi. Yaitu, asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan penting dimiliki untuk memproteksi risiko kerugian finansial yang mungkin terjadi karena kondisi sakit. Adapun asuransi jiwa dibutuhkan terutama ketika kamu berperan sebagai pencari nafkah utama keluarga atau punya tanggungan anak, istri atau orang tua.

Kesadaran memiliki asuransi jiwa sudah cukup tumbuh di tengah masyarakat. Namun, masih ada juga yang bingung memilih asuransi jiwa paling tepat untuk kebutuhannya. Asuransi jiwa murni bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mendapatkan proteksi jiwa secara efisien. Yuk, melihat lebih jauh serba serbi asuransi jiwa murni.

Kelebihan asuransi jiwa murni

Asuransi jiwa murni biasa juga disebut asuransi jiwa berjangka (term life). Disebut murni karena ia memiliki satu fungsi yaitu memproteksi penghasilan si tertanggung. Sehingga, ketika suatu saat si tertanggung tutup usia, keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan hidup berbekal Uang Pertanggungan (UP) asuransi jiwa yang cair. Berikut ini beberapa kelebihan utama asuransi jiwa murni yang penting kamu ketahui.

 

Baca juga: Mengapa Kamu Perlu Memiliki Asuransi? Cek Alasan Penting Berikut

 

1. Perlindungan lebih efektif sesuai kebutuhan

Sesuai namanya, term life atau asuransi jiwa berjangka memiliki jangka waktu perlindungan. Mulai dari 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun hingga 20 tahun. Bahkan ada juga asuransi jiwa yang melindungi tertanggung hanya sepanjang perjalanan Jakarta-Medan, melalui asuransi perjalanan.

Nah, karena memiliki jangka waktu itu, proteksi asuransi jiwa murni menjadi lebih efektif. Gambarannya seperti ini. Kamu adalah seorang kepala keluarga yang menjadi pencari nafkah utama keluarga yang terdiri atas istri dan dua anak, masing-masing berusia 8 tahun dan 5 tahun. Kamu membutuhkan asuransi jiwa yang memproteksi penghasilan setidaknya sampai anak terkecil berusia 25 tahun, asumsi usia anak bisa mandiri dan menghidupi diri sendiri. Untuk kebutuhan itu, kamu cukup membeli asuransi jiwa dengan jangka waktu perlindungan 20 tahun.

Kamu tidak perlu membeli asuransi jiwa yang memberi proteksi sampai 99 tahun. Karena tujuan pembelian asuransi adalah memproteksi pendapatan sampai tanggungan yaitu anak mampu mandiri. Dengan begitu, asuransi jiwa yang kamu miliki bisa efektif memproteksi sesuai kebutuhan.

2. Premi lebih murah

Premi asuransi jiwa murni jauh lebih murah dibandingkan asuransi jiwa jenis endowmentwhole life ataupun unit link. Mengapa bisa demikian? Tak lain karena premi asuransi jiwa murni digunakan 100% untuk proteksi jiwa, bukan untuk keperluan lain seperti berinvestasi. Alhasil, biaya proteksi menjadi murah.

Contoh, produk asuransi jiwa murni dengan nilai uang pertanggungan Rp. 2 miliar untuk tertanggung berusia 28 tahun, preminya hanya berkisar Rp500-an ribu per bulan. Kamu bisa bandingkan dengan asuransi jenis lain baik yang tipe endowmentwhole life atau unit link, yang preminya lebih tinggi untuk nilai pertanggungan jauh lebih kecil.

Walau perlu diingat, besar premi asuransi dipengaruhi juga oleh usia tertanggung, gaya hidup atau riwayat kesehatan atau hasil pemeriksanaan kesehatan si tertanggung. Tapi, secara umum, premi asuransi jiwa murni tetap lebih murah dibandingkan asuransi jiwa jenis lain.

 

Baca Juga: Simak Jenis-jenis Asuransi yang Perlu Dimiliki Seorang Freelancer

 

3. Uang Pertanggungan bisa besar

Besar kecil nilai uang pertanggungan penting menjadi perhatian kamu ketika hendak membeli asuransi jiwa. Pasalnya, bila tujuan kamu adalah untuk memproteksi pendapatan, maka pastikan asuransi jiwa yang kamu miliki memang memadai untuk fungsi tersebut. Jangan sampai terjadi, kamu memilih asuransi jiwa yang memiliki nilai uang pertanggungan kurang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, sebetulnya kamu membutuhkan nilai uang pertanggungan hingga Rp. 1,5 miliar. Namun, kamu hanya membeli polis senilai Rp. 500 juta. Tentu angka itu terlalu kecil dan membuat proteksi yang kamu miliki menjadi kurang efektif.

Kamu berpeluang mendapatkan proteksi dengan nilai uang pertanggungan yang memadai bila memilih asuransi jiwa murni. Asuransi jiwa murni dapat memberikan nilai uang pertanggungan yang cukup besar tanpa perlu keluar biaya yang mahal. Hal itu dimungkinkan karena asuransi jiwa murni hanya berfokus pada proteksi jiwa, tanpa ada fitur lain-lain yang kadangkala menimbulkanbiaya-biaya baru.

Jadi, tidak perlu khawatir apabila budget premi asuransi yang disiapkan relatif terbatas. Karena dengan premi terbatas, kamu tetap memiliki peluang mendapatkan uang pertanggungan besar bila memilih asuransi jiwa murni. Banyak produk asuransi jiwa murni di pasar yang bisa memberikan nilai uang pertanggungan cukup besar hingga miliaran rupiah, hanya dengan premi senilai ratusan ribu rupiah.

4. Banyak pilihan periode pembayaran

Produk asuransi jiwa murni memiliki kelebihan lain yang tak kalah penting, yaitu fleksibilitas pembayaran premi. Kamu bisa memilih periode pembayaran premi apakah tiap bulan atau tiap triwulan semester atau bahkan tiap tahun. Sesuaikan saja dengan arus kas kamu sehingga pembayaran premi asuransi jiwa murni bisa lancar.

Bila kamu merasa berat bila pembayarannya bulanan, kamu bisa memilih pembayaran per semester atau per tahun. Seperti umumnya produk asuransi lain, asuransi jiwa murni juga memiliki grace period. Itu adalah periode di mana proteksi asuransi masih berlaku kendati kamu belum membayar premi yang diwajibkan. Grace period umumnya sekitar 45 hari sejak tenggat waktu pembayaran premi. Bila melewati 45 hari dan kamu tetap belum membayar premi, maka proteksi asuransi jiwa kamu otomatis hangus atau lapse. Jadi, pastikan kamu memilih periode pembayaran yang paling memungkinkan bagi arus kas kamu supaya proteksi asuransi jiwa terus bisa berjalan.

5. Pengurusan mudah

Membeli asuransi jiwa murni terbilang mudah. Kamu cukup menghubungi perusahaan penyedia asuransi jiwa murni dan mengutarakan kebutuhan kamu. Biasanya, nanti akan ada agen yang akan menindaklanjuti keperluan kamu. Beberapa produk asuransi jiwa murni tidak mensyaratkan cek kesehatan alias medical check up. Tapi, pastikan kamu jujur dalam mengisi kuesioner yang diberikan pihak asuransi. Pasalnya, jawaban kuesioner tersebut akan menjadi pertimbangan pihak perusahaan asuransi dalam mengukur risiko kamu.

Itulah 5 kelebihan penting asuransi jiwa murni yang penting untuk kamu ketahui. Nah, bicara tentang "kekurangan" asuransi jiwa murni, sebenarnya sulit untuk menyebutnya sebagai kekurangan. Pasalnya, semua akan kembali pada kebutuhan kamu. Produk asuransi jiwa seperti apa yang sesuai kebutuhan dan kemampuan budget yang kamu miliki. Banyak orang yang ragu memilih asuransi jiwa murni karena melihat hal-hal berikut ini sebagai kekurangan.

 

Baca juga: Ini 4 Alasan Utama Pentingnya Menyiapkan Kebutuhan Dana Pensiun Sejak Muda

 

Pertama, bila risiko tidak terjadi sampai kontrak asuransi jiwa murni berakhir, premi yang telah dibayarkan "hangus" atau "hilang". Tentu saja pemahaman ini tidak tepat. Ketika risiko tidak terjadi yang berarti kamu sebagai tertanggung masih sehat walafiat, justru harus disyukuri, bukan?

Membeli asuransi jiwa bisa diibaratkan seperti menyewa jasa satpam untuk menjaga keamanan rumah kamu. Setiap bulan kamu menggaji satpam untuk membantu keamanan rumah. Bila rumah kamu tidak ada kejadian pencurian, tentu kamu sangat bersyukur dan tidak lantas meminta gaji satpam itu untuk dikembalikan, bukan?

Kedua, asuransi jiwa murni tidak memiliki fitur investasi. Asuransi jiwa murni memang fokus untuk memproteksi nilai ekonomi si tertanggung dalam polis. Ia tidak memiliki fitur investasi. Dari kacamata lain, justru ketiadaan dua fitur itu membuat proteksi asuransi jiwa murni menjadi efektif.

Kamu membayar premi untuk satu tujuan yaitu proteksi jiwa. Sedang untuk keperluan investasi, kamu bisa melakukannya sendiri dengan produk yang yang lebih tepat, yaitu produk investasi seperti reksa dana, obligasi atau saham.

Itulah serba-serbi asuransi jiwa murni yang penting untuk dipahami. Produk asuransi jiwa murni bisa menjadi produk alternatif untuk menanggung jiwa orang lain. Jadi, jangan menundanya lagi. Segera lengkapi kebutuhan proteksi kamu dengan asuransi jiwa, ya.

 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan