#YukPahami Lebih Dalam Tentang Asuransi Jiwa Tradisional

7 Januari 2022 | Allianz Indonesia
Asuransi jiwa murni bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mendapatkan proteksi jiwa secara efisien. Yuk, melihat lebih jauh serba serbi asuransi jiwa murni.

Dalam perencanaan keuangan pribadi, keberadaan proteksi dalam bentuk asuransi merupakan salah satu pondasi utama. Asuransi berperan sebagai jaring pengaman atau safety net yang bobotnya tidak kalah penting dengan keberadaan dana darurat. Bedanya, bila dana darurat diperuntukkan sebagai dana cadangan dalam menghadapi situasi darurat, maka asuransi berperan dalam memproteksi risiko-risiko kerugian finansial ketika terjadi kondisi tertentu.

Setiap keluarga penting memiliki setidaknya dua jenis asuransi, yaitu, asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan penting dimiliki untuk memproteksi risiko kerugian finansial yang mungkin terjadi karena kondisi sakit. Adapun asuransi jiwa dibutuhkan terutama ketika kamu berperan sebagai pencari nafkah utama keluarga atau punya tanggungan anak, istri atau orang tua.

Kesadaran memiliki asuransi jiwa sudah cukup tumbuh di tengah masyarakat. Namun, masih ada juga yang bingung memilih asuransi jiwa paling tepat untuk kebutuhannya. Asuransi jiwa tradisional bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mendapatkan proteksi jiwa. Yuk, lihat lebih dalam tentang asuransi jiwa tradisional.

Kelebihan asuransi jiwa tradisional

Asuransi jiwa tradisional memiliki fungsi utama yaitu memproteksi penghasilan si Tertanggung. Sehingga, ketika suatu saat si Tertanggung tutup usia, keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan hidup berbekal Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa tradisional. Berikut ini beberapa kelebihan utama asuransi jiwa tradisional yang penting kamu ketahui.

 

Baca juga:  Mengapa Kamu Perlu Memiliki Asuransi? Cek Alasan Penting Berikut 

 

1. Perlindungan untuk ketenangan finansial

Salah satu contoh asuransi jiwa tradisional yaitu asuransi jiwa berjangka (term life insurance)  Allianz PASTI  yang memiliki Masa Asuransi hingga usia Tertanggung 86 tahun untuk perlindungan finansial jangka panjang. Gambaran perlindungan finansialnya seperti ini, mari ilustrasikan seorang kepala keluarga berusia 35 tahun yang merupakan pencari nafkah utama untuk istri dan anaknya, ia kemudian memiliki asuransi jiwa tradisional Allianz PASTI dengan Premi Berkala sebesar Rp16.575.000 per tahun untuk Uang Pertanggungan Rp500.000.000 dan masa pembayaran Premi 20 tahun. Jika kepala keluarga tersebut meninggal dunia akibat bukan kecelakaan dalam Masa Asuransi, kondisi finansial istri dan anak akan terjamin melalui Uang Pertanggungan yang akan didapatkan senilai Rp 1 miliar (200% Uang Pertanggungan). Selain itu, di produk Allianz PASTI tersedia juga manfaat penyakit kritis jika Tertanggung terdiagnosa salah satu dari 77 jenis penyakit kritis.

Dengan memahami kebutuhan perlindungan, asuransi jiwa tradisional yang kamu miliki bisa lebih efektif memproteksi kondisi finansial keluarga secara jangka panjang.

2. Pilihan masa pembayaran Premi sesuai kebutuhan

Produk asuransi jiwa tradisional contohnya  Allianz PASTI  tersebut memiliki kelebihan lain yang tak kalah penting, yaitu pilihan masa pembayaran Premi selama 5, 10, 15, 20 tahun atau sama dengan Masa Asuransi sesuai kebutuhan. Contohnya, jika kamu memilih masa pembayaran Premi selama 5 tahun, kamu sebagai Tertanggung akan tetap terlindungi selama Masa Asuransi hingga usia 86 tahun, Tersedia juga pilihan frekuensi pembayaran Premi bulanan, kuartalan, semester ataupun tahunan. Sesuaikan saja dengan arus kas kamu sehingga pembayaran Premi asuransi jiwa tradisional bisa berjalan lancar. Apabila kamu merasa keberatan jika periode pembayaran Premi dilakukan setiap bulannya, maka kamu bisa memilih pembayaran Premi per semester atau tahunan.

Penting untuk memperhatikan jatuh tempo pembayaran Premi, sehingga Premi dapat dibayarkan tepat waktu. Hal ini perlu diingat agar Polis asuransi tetap aktif dan Manfaat Asuransi pun tetap tersedia. 

 

Baca Juga:  Simak Jenis-jenis Asuransi yang Perlu Dimiliki Seorang Freelancer

 

3. Menjadi bijak dengan perlindungan finansial

Biasanya orang ragu memilih asuransi jiwa tradisional karena melihat Premi yang telah dibayarkan "hangus". Tentu saja pemahaman ini tidak tepat. Dengan nilai Premi yang dibayarkan secara rutin pun, ketenangan finansial secara jangka panjang melalui Manfaat Asuransi yang tersedia dapat bernilai ketika risiko menimpa. Meskipun risiko tidak terjadi, berarti kamu sebagai Tertanggung masih sehat, justru harus disyukuri, bukan?

Membeli asuransi jiwa bisa diibaratkan seperti menyewa jasa satpam untuk menjaga keamanan rumah kamu. Setiap bulan kamu menggaji satpam untuk membantu keamanan rumah. Bila rumah kamu tidak ada kejadian pencurian, tentu kamu sangat bersyukur dan tidak lantas meminta gaji satpam itu untuk dikembalikan, bukan?

Kedua, asuransi jiwa tradisional tidak memiliki fitur investasi. Asuransi jiwa tradisional memang fokus untuk memproteksi nilai ekonomi si Tertanggung dalam Polis. Dari kacamata lain, ketiadaan fitur investasi ini membuat proteksi asuransi jiwa tradisional menjadi efektif.

 

Baca juga:  Ini 4 Alasan Utama Pentingnya Menyiapkan Kebutuhan Dana Pensiun Sejak Muda

 

Selain manfaat meninggal dunia dan penyakit kritis dari asuransi jiwa tradisional  Allianz PASTI  , saat masa tua pun dapat terbantu jika Tertanggung masih hidup hingga usia 86 tahun di akhir pertanggungan Polis berupa Manfaat Akhir Kontrak.

Tersedia pula pilihan asuransi jiwa tradisional berbasis Syariah yaitu AlliSya AMAN dengan kelebihan berupa manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan saat menunaikan Ibadah Haji Resmi atau Ibadah Umroh senilai 500% Santunan Asuransi.

Itulah serba-serbi asuransi jiwa tradisional yang penting untuk dipahami. Produk asuransi jiwa tradisional bisa menjadi produk asuransi alternatif untuk menanggung jiwa dan melindungi kondisi finansial keluarga. Jadi, jangan menundanya lagi, segera lengkapi kebutuhan proteksi kamu dengan asuransi jiwa dari Allianz Indonesia. Selamat memilih!

*Informasi di atas mengacu kepada ketersediaan tipe produk asuransi jiwa tradisional yang masih dijual di Allianz. Untuk informasi produk lebih lanjut silakan merujuk pada Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) Umum dan Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) Personal serta Polis produk terkait atau hubungi AllianzCare 1500 136/ AllianzCare Sharia 1500 139 untuk informasi selanjutnya.

 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan