Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ini 4 Alasan Utama Pentingnya Menyiapkan Kebutuhan Dana Pensiun Sejak Muda

22 Juli 2020 | Allianz Indonesia
Persiapan pensiun memang penting dilakukan jauh-jauh hari. Namun, tidak sedikit kalangan yang bingung harus memulai darimana untuk menyiapkannya.

Setiap orang menginginkan masa tua kelak bisa dijalankan dengan nyaman dan sejahtera. Tapi, sejauh mana usaha yang sudah dilakukan untuk mewujudkan cita-cita itu? Riset yang pernah dirilis oleh HSBC tahun 2018 bertajuk Future of Retirement, mengungkapkan, baru 1 dari 3 orang Indonesia yang telah memulai persiapan bekal pensiun mereka.

Kebanyakan persiapan pensiun orang Indonesia ditempuh dengan cara konvensional. Seperti bersiap bekerja lagi sebagai wiraswasta, mengambil tabungan yang telah dikumpulkan selama ini, menyewakan properti, menjual barang berharga, sampai menjaminkan rumah dan berharap bantuan finansial dari si anak. Ironisnya, walau telah mengantongi rencana akan membiayai pensiun seperti apa, 80% orang Indonesia khawatir bakal kehabisan dana saat pensiun. 

Persiapan pensiun memang penting dilakukan jauh-jauh hari. Namun, tidak sedikit kalangan yang bingung harus memulai darimana untuk menyiapkannya. Di kalangan anak muda, kebutuhan untuk menyiapkan kesiapan bekal pensiun malah cenderung tidak dianggap penting karena dinilai sebagai kebutuhan yang tidak mendesak alias masih lama dipenuhi.

 

Baca juga: Terkena PHK karena Pandemi Corona? Ini 5 Ide Usaha yang Bisa Kamu Jalankan

 

Batas usia pensiun bertambah, persiapan lebih leluasa

Terjadinya pandemi Covid-19 meningkatkan urgensi memiliki persiapan pensiun dari jauh-jauh hari. Ketika tiba-tiba terjadi krisis ekonomi karena pandemi yang memicu gelombang PHK, banyak orang kehilangan pendapatan tiba-tiba. Akan menjadi pukulan ganda bagi kalangan yang sudah mendekati pensiun lalu terkena PHK mendadak namun belum memiliki persiapan apa-apa untuk bekal pensiun. Itulah mengapa persiapan pensiun perlu ditempuh sedari muda selagi masih produktif finansial sehingga guncangan finansial yang datang lebih cepat dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Allianz Pension Report 2020 yang dipublikasikan pada Mei lalu, mengungkapkan, Indonesia menempati peringkat terbaik dari sisi sustainabilitas sistem pensiun yang responsif terhadap perkembangan demografi terkini. Penilaian itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang telah memanjangkan batas usia pensiun di Indonesia. Seperti diatur dalam aturan turunan Undang Undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, usia pensiun pertama kali adalah 56 tahun.

Batas usia pensiun itu bertambah 1 tahun menjadi 57 tahun per Januari 2019 lalu dan akan terus bertambah 1 tahun setiap rentang tiga tahun hingga mencapai batas usia 65 tahun. Kebijakan itu ditempuh seiring semakin panjangnya usia harapan hidup di Indonesia yaitu 70 tahun untuk laki-laki dan 72 tahun untuk perempuan. Penyesuaian batas usia pensiun itu dinilai bisa memperkuat pendanaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Pensiun yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Makin panjangnya batas usia pensiun juga menjadi kabar baik bagi kalangan pekerja muda. Usia pensiun masih lama berarti kamu memiliki kesempatan waktu lebih panjang juga untuk menyiapkan bekal pensiun. Maka itu, mumpung saat ini masih muda dan produktif, sebaiknya kamu mulai memperhatikan urgensi menyiapkan bekal pensiun dari jauh-jauh hari. Cek di sini 4 alasan utama mengapa penting bagi kamu menyiapkan pensiun sedari muda:

1. Antisipasi kehilangan pendapatan

Ketika kamu pensiun, kamu otomatis kehilangan pendapatan rutin yang selama ini kamu dapatkan. Contoh mudah, kamu saat ini bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi yang prospektif untuk terus melesat di masa mendatang. Peluang promosi jabatan terbentang lebar. Pendapatan pun kamu dapatkan secara rutin ditambah berbagai macam jenis tunjangan.

Namun, masa produktif itu ada batas kadaluarsanya yaitu saat kamu mencapai batas usia pensiun, yang saat ini ditetapkan di usia 57 tahun. Ketika itu terjadi, otomatis kamu tidak lagi mendapatkan penghasilan sebagaimana kala masih produktif. Sedangkan hidup terus berjalan, bukan? Bila usia harapan hidup di Indonesia adalah 70 tahun, maka ada rentang waktu sekitar 13 tahun bagi kamu menjalankan hidup sebelum akhirnya tutup usia. Nah, selama 13 tahun itu, darimana kamu akan membiayai semua kebutuhan sehari-hari? Mulai dari kebutuhan primer seperti pangan, sandang dan papan hingga kebutuhan yang lazim meningkat di usia tua yaitu kebutuhan biaya perawatan kesehatan atau pengobatan.

Kebutuhan biaya selama masa pensiun itu perlu kamu siapkan jauh-jauh hari mumpung saat ini masih produktif bekerja. Bila saat ini usia kamu masih di kisaran 27 tahun, kamu memiliki waktu sedikitnya 30 tahun untuk menyiapkan kebutuhan dana pensiun kelak. Waktu yang cukup panjang sehingga sayang bila kamu biarkan berlalu begitu saja.

2. Inflasi jangka panjang itu nyata

Selama dunia ini menganut rezim moneter uang kertas, selama itu pula inflasi tidak bisa kamu abaikan. Nilai uang terus menurun seiring waktu. Dengan gaji sebesar Rp10 juta per bulan saat ini, kamu mungkin masih bisa membiayai semua kebutuhan hidup mulai dari yang pokok sampai yang sifatnya rekreatif. Tapi, 30 tahun lagi, uang sebesar itu bisa jadi hanya cukup untuk membeli sepiring nasi. Mungkin itu sedikit susah dibayangkan saat ini, tapi bukan sebuah hal yang mustahil terjadi.

Contoh mudah, tahun 1990-an silam, cukup dengan Rp200 saja kamu bisa menikmati semangkuk bakso. Bandingkan dengan hari ini. Untuk menikmat semangkuk bakso, sedikitnya kamu membutuhkan uang Rp20.000, bukan? Inflasi tak terelakkan karena ia koheren dengan pertumbuhan ekonomi. Selama perekonomian dunia terus bertumbuh, tingkat permintaan barang akan terus meningkat, di sanalah kenaikan harga barang dan jasa akan terus terjadi menggerus nilai mata uang.

Kamu bisa mengantisipasi penurunan nilai uang di masa mendatang itu dengan cara menyiapkan bekal pensiun melalui investasi. Investasilah di instrumen yang mampu tumbuh nilainya di atas inflasi. Juga, pastikan investasi di produk yang sudah terdaftar dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan agar kamu terhindar dari jebakan investasi bodong. Dengan begitu, nilai pendapatan atau daya beli kamu bisa tetap terjaga hingga berpuluh tahun mendatang.

 

Baca juga: 6 Cara Mengelola Keuangan saat Ekonomi Sedang Melemah

 

3. Menghindari jebakan "sandwich generation"

Sebanyak 25% pensiunan di Indonesia mendapatkan bantuan finansial dari anak-anak mereka menurut riset HSBC tahun 2018 silam. Sebanyak 3 dari 4 orang usia produktif di Indonesia berharap mendapatkan bantuan finansial dari anak-anak mereka kala pensiun nanti. Apakah kamu termasuk kalangan ini? Membiayai orang tua yang sudah pensiun rentan melahirkan jebakan sandwich generation. Yaitu ketika si anak terjepit dua kebutuhan besar antara membiayai keluarga kecilnya sendiri dan membiayai kehidupan orang tua mereka yang telah pensiun.

Kamu bisa memutus rantai sandwich generation itu dengan memiliki perencanaan pensiun yang matang. Siapkan kebutuhan dana pensiun jauh-jauh hari selagi masih produktif memiliki penghasilan seperti sekarang supaya di masa tua kelak kamu tidak perlu membebani anak untuk membiayai kebutuhan kamu.

4. Manfaatkan compound interest

Usia muda dan memiliki pendapatan lumayan adalah amunisi penting untuk menyiapkan masa depan sejahtera. Kamu bisa mengoptimalkan keuntungan itu dengan memanfaatkan hukum compound interest. Hukum ini menyatakan, semakin panjang waktu investasi, maka semakin kecil yang yang perlu kamu investasikan setiap periode. 

Sebagai contoh, setelah menghitung kebutuhan dana pensiun, ternyata kamu membutuhkan sekitar Rp5 miliar untuk pensiun kelak dengan mempertahankan gaya hidup saat ini. Saat ini usia kamu adalah 27 tahun dan berencana pensiun di usia 57 tahun. Kamu memiliki waktu 30 tahun untuk menyiapkan dana pensiun tersebut melalui investasi rutin.

Target dana Rp5 miliar bisa kamu dapatkan dengan berinvestasi rutin setiap bulan selama 30 tahun di instrumen investasi yang mampu tumbuh 20% per tahun. Besar uang yang perlu kamu investasikan per bulan cukup sebesar Rp579.595 per bulan.

Tapi bila kamu menunda persiapan pensiun dan baru memulainya di usia 40 tahun sehingga waktu pengumpulan tinggal 17 tahun, maka yang harus kamu investasikan tiap bulan adalah Rp2,91 juta untuk target dana yang sama. Semakin awal kamu memulai investasi dana pensiun, semakin ringan nilai pendapatan yang perlu kamu sisihkan berkat hukum compound interest.

Itulah 4 alasan utama mengapa penting bagi kamu menyiapkan kebutuhan dana pensiun jauh-jauh hari dengan berinvestasi. Jangan lupa untuk berinvestasi di lembaga resmi dan terpercaya. Pastikan lembaga tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Nah, tunggu apa lagi? Lekas mulai segera.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan