Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Mengapa Kamu Perlu Memiliki Asuransi? Cek Alasan Penting Berikut

03 September 2020 | Allianz Indonesia
Masih meragu mengapa asuransi itu penting dan kamu butuhkan? Yuk, lihat lebih jauh mengapa asuransi penting untuk kamu miliki.

Dalam menjalankan aktivitas hidup sehari-hari, pasti ada saja risiko yang kita hadapi dan bisa terjadi. Kala risiko itu terjadi, tidak jarang pengaruhnya cukup besar terhadap stabilitas keuangan pribadi. Contohnya, kejadian sakit. Ketika terjatuh sakit dan membutuhkan perawatan serta pengobatan, kamu perlu mengeluarkan biaya untuk mengakses keduanya. Biayanya mungkin tidak besar bila sakit yang kamu derita termasuk ringan. Tapi bagaimana bila ternyata penyakit yang kamu derita cukup berat dan biaya pengobatannya melebihi kemampuan keuangan?

Stabilitas keuangan pribadi bisa terguncang. Bahkan kamu mungkin terpaksa harus berutang kesana sini agar bisa membayar biaya pengobatan. Cerita akan berbeda bila kamu memiliki asuransi kesehatan. Asuransi bisa menutup biaya pengobatan yang kamu butuhkan sehingga stabilitas keuangan pribadi tidak perlu terguncang terlalu dalam. Masih meragu mengapa asuransi itu penting dan kamu butuhkan? Yuk, lihat lebih jauh mengapa asuransi penting untuk kamu miliki.

1. Asuransi adalah safety net utama

Dalam pengelolaan keuangan yang sehat, setiap orang idealnya membangun dan memiliki jaring pengaman alias safety net. Jaring pengaman finansial ini terutama ditopang oleh dua hal yaitu keberadaan dana darurat yang memadai dan asuransi. Dana darurat akan sangat berguna membantu kamu menghadapi kejadian-kejadian tak terduga yang membutuhkan kehadiran dana tunai segera. Hanya saja, dana darurat ini memiliki keterbatasan nilai. Rata-rata orang diharapkan memiliki dana darurat sebesar minimal 6 kali nilai pengeluaran bulanan.

Jadi, bila pengeluaran kamu per bulan mencapai Rp. 7 juta, maka jumlah dana darurat yang ideal adalah Rp. 42 juta. Masalahnya, dana darurat memiliki keterbatasan. Ketika seseorang terjatuh sakit dan membutuhkan biaya perawatan selama seminggu di rumah sakit hingga menghabiskan biaya Rp. 50 juta, dana darurat bisa langsung habis begitu saja. Di sinilah penting juga melengkapi safety net keuangan pribadi dengan asuransi.

 

Baca juga: Simak Jenis-jenis Asuransi yang Perlu Dimiliki Seorang Freelancer

 

Asuransi menjadi jaring pengaman utama kamu menghadapi risiko terjadinya kerugian finansial dalam jumlah besar. Sebagai contoh, setiap bulan kamu membayar premi asuransi kesehatan sebesar Rp. 700 ribu untuk mendapatkan proteksi kesehatan dengan nilai mencapai Rp. 300 juta selama setahun. Dengan begitu, dengan uang kecil sebesar Rp. 700 ribu per bulan, kamu melindungi potensi risiko pengeluaran biaya rumah sakit senilai Rp. 300 juta. Ketika suatu saat kamu sakit dan membutuhkan pengobatan yang memakan biaya hingga Rp. 300 juta, keuangan pribadi kamu tidak perlu terpengaruh.

2. Asuransi dulu, investasi kemudian

Minat orang berinvestasi saat ini semakin meningkat bila dibandingkan dekade silam. Berbagai jenis investasi mulai obligasi, reksa dana hingga saham, terus menunjukkan kenaikan baik dari segi jumlah dana kelolaan maupun jumlah investor ritel. Bila kamu juga berminat memulai investasi untuk keperluan masa depan, pastikan kamu sudah memenuhi lebih dulu kebutuhan asuransi.

Penting untuk mendahulukan terpenuhinya proteksi sebelum kamu memulai investasi. Ibarat orang hendak berenang di arus yang deras, proteksi seperti pelampung perlu dikenakan lebih dulu. Sehingga ketika arus air yang deras mengguncang, ia bisa bertahan karena sudah mengenakan pelampung sebagai proteksi. Asuransi adalah pelampung yang membantu kamu mengurangi risiko guncangan keuangan pribadi, termasuk guncangan akibat kerugian berinvestasi.

3. Asuransi adalah bukti cinta dan tanggung jawab

Setiap orang pasti ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga yang ia cintai. Bila saat ini kamu telah menikah dan menjadi penanggung jawab atau pencari nafkah keluarga, salah satu keinginan adalah memberikan stabilitas finansial pada tanggungan setidaknya hingga tanggungan bisa hidup mandiri.

Nah, pernahkah kamu memikirkan bagaimana keluarga yang kamu cintai bisa tetap stabil finansialnya ketika kamu mendadak tutup usia? Ketika pencari nafkah meninggal dunia, pendapatan yang selama ini digunakan untuk menghidupi keluarga mendadak terhenti. Kamu bisa meminimalisir guncangan finansial tersebut agar tidak sampai terjadi pada keluarga yang kamu cintai. Caranya adalah dengan mengasuransikan pendapatan yang saat ini kamu miliki dengan membeli polis asuransi jiwa. Sehingga, ketika kelak kamu tidak bisa menghidupi keluarga lagi, asuransi jiwa bisa mengeluarkan sejumlah uang pertanggungan yang bisa digunakan oleh keluarga kamu untuk melanjutkan hidup.

 

Baca juga: 6 Cara Mengelola Keuangan saat Ekonomi Sedang Melemah

 

Asuransi bukanlah untuk mencegah kematian, melainkan berfungsi memproteksi nilai ekonomi seseorang. Asuransi dibutuhkan agar kehidupan terus berjalan ketika terjadi guncangan finansial yang besar. Dalam konteks ini, berasuransi berarti tanda kamu bertanggung jawab penuh pada kesejahteraan keluarga tercinta.

4. Asuransi membantu efektivitas perencanaan keuangan

Kamu pasti memiliki berbagai mimpi dan cita-cita yang membutuhkan sokongan finansial. Untuk mewujudkannya, kamu menyusun strategi perencanaan keuangan misalnya dengan menabung atau berinvestasi selama jangka waktu tertentu. Perencanaan keuangan yang kamu miliki bisa lebih efektif berjalan, ketika faktor risiko-risiko kerugian finansial sudah kamu minimalisasi secara baik dengan asuransi.

Contoh mudahnya begini. Setiap bulan kamu berinvestasi senilai 20% dari pendapatan rutin untuk berbagai tujuan keuangan jangka pendek, menengah maupun panjang. Bila kamu memiliki asuransi kesehatan, maka saat kamu terjatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan, arus kas tidak terganggu karena ada asuransi yang menutup biaya tersebut. Alokasi anggaran untuk berinvestasi tetap aman dan tujuan keuangan kamu bisa lebih mudah diwujudkan.

Sebaliknya, bila kamu belum memiliki asuransi, maka arus kas akan terganggu untuk membiayai pengobatan. Bisa-bisa alokasi pendapatan yang sedianya digunakan untuk investasi menjadi terganggu.

5. Asuransi bukan untuk investasi

Banyak orang salah mengira manfaat asuransi yang sebenarnya dan mencampuradukkan fungsi asuransi dengan investasi. Investasi berarti menempatkan dana di sebuah instrumen dengan harapan dana itu bertumbuh melampaui laju inflasi jangka panjang. Investasi yang mampu tumbuh di atas laju inflasi, berarti investasi yang cukup menguntungkan. Jadi, bisa dibilang investasi tujuan utamanya adalah untuk mencari keuntungan dan melipatgandakan kekayaan.

Ini jelas berbeda dengan asuransi. Kamu membutuhkan asuransi untuk melindungi keuangan pribadi dari kerugian finansial akibat terjadinya risiko yang datang tak terduga. Risiko itu bisa berupa kejadian sakit, meninggal dunia, kebakaran rumah atau kehilangan kendaraan bermotor.

Perlindungan asuransi kamu dapatkan dengan cara mentransfer risiko ke penyedia asuransi atau perusahaan asuransi. Untuk itu, kamu wajib membayar sejumlah premi sebagai biaya proteksi. Jadi, fungsi utama asuransi adalah untuk memproteksi, bukan untuk mencari keuntungan.

Dengan memahami 5 alasan utama tersebut, kamu kini lebih menyadari pentingnya memiliki asuransi. Jadi, jangan tunda lagi kebutuhan berasuransi.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan