Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tren Terbaru Masa Depan Lingkungan Kerja Hybrid

07 Juli 2021 | Allianz Indonesia
COVID-19 membawa tren baru yaitu lingkungan kerja hybrid. Apakah model ini akan berhasil? Dan apakah model ini akan benar-benar jadi tren masa depan?

Pandemi kembali lagi membawa tren terbaru dalam hidup kita semua. Yup, kali ini dalam urusan pekerjaan. Setelah sejak awal pandemi, jutaan orang di seluruh dunia sudah dipaksa bekerja dari rumah, pandemi kini membuat kita semua beradaptasi semakin jauh. Tak hanya beradaptasi melakukan remote working, kini banyak perusahaan merencanakan secara jangka panjang untuk benar-benar menerapkan remote working bagi karyawan mereka.

Dari metode baru ini muncul lah tren terbaru yaitu Hybrid Workplace (lingkungan kerja hybrid). Apa sebenarnya lingkungan kerja hybrid ini? Dan apa saja alasan yang membuat banyak perusahaan besar akhirnya menerapkan sistem ini? Lalu perusahaan besar apa saja yang telah memulai mengadopsi model kerja hybrid? Yuk, kita cari tahu lebih jauh selengkapnya!

Apa Itu Lingkungan Kerja Hybrid?

Lingkungan kerja hybrid adalah model bisnis yang menggabungkan remote working dengan bekerja dari kantor. Jadi dengan model ini, para karyawan punya kesempatan untuk memanfaatkan kebebasan mereka untuk memilih kapan harus bekerja dan di mana mereka bekerja. Dengan begitu kamu sebagai karyawan bisa ikut menyesuaikan pekerjaan di mana saat kamu bisa bekerja dari rumah (atau dari mana saja), atau juga saat kamu harus diminta datang ke kantor untuk menghadiri pertemuan langsung.

 

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Alokasi Gaji Bagi First Jobber

 

Tentu saja model lingkungan kerja hybrid ini tidak bisa diterapkan kepada semua karyawan. Semua regulasinya kembali lagi tergantung kepada masing-masing perusahaan. Terutama pada karyawan yang ditempatkan bekerja di lapangan.

Alasan Apa yang Mendorong Perusahaan Mengadopsi Lingkungan Kerja Hybrid?

Di awal-awal pandemi COVID-19 dengan berbagai alasan, kita semua sebagai karyawan dan juga para pemberi kerja merasa khawatir apakah metode remote working akan berhasil mempertahankan produktivitas para karyawan. Ternyata asumsi tersebut terpatahkan, dan banyak karyawan justru sukses meningkatkan produktivitas mereka selama WFH.

Sebuah studi oleh Boston Consulting Group mengungkapkan bahwa 75 persen karyawan yang telah bertransisi atau tetap remote working selama pandemi COVID-19, setidaknya sama produktifnya dalam melakukan tugas individu mereka seperti sebelum pandemi. Dan sekitar setengahnya melaporkan bahwa mereka setidaknya sama produktifnya untuk tugas-tugas kolaboratif yang biasanya dilakukan di kantor.

Melihat perkembangan ini dan tren lingkungan kerja hybrid yang sukses, maka banyak perusahaan yang kini mengadopsi metode kerja ini. Berikut adalah beberapa alasannya:

1. Distribusi Kerja Tim yang Lebih Baik. Berbagai teknologi yang telah digunakan selama pandemi COVID-19 ini ternyata telah memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif bagi para karyawan. Dan lebih memudahkan mereka untuk mendelegasikan pekerjaan.

2. Produktivitas Meningkat dengan Adanya Efisiensi Waktu. Selama bekerja dari rumah, para karyawan tidak perlu bepergian dan menghabiskan waktu mereka di jalan menuju kantor dan kembali ke rumah. Efisiensi waktu ternyata menghasilkan peningkatan produktivitas bagi para karyawan.

3. Keuntungan Finansial. Bukan hanya bagi para pekerja yang bisa menghemat ongkos mereka untuk transportasi pergi dan pulang kantor. Bagi perusahaan pun, keuntungan finansial bisa mereka capai dengan menghemat biaya pengeluaran bulanan di kantor yang mungkin tidak diperlukan lagi. Perusahaan juga bisa dengan mudah merekrut berbagai karyawan berkualitas dari mana saja tanpa harus terhalangi masalah geografis.

Terdapat banyak perusahaan besar di dunia yang telah mengadopsi gaya kerja dengna lingkungan yang hybrid ini lho. Misalnya, perusahaan perangkat lunak, Microsoft, yang telah menerapkan model lingkungan kerja hybrid sejak Oktober 2020 dan mengizinkan karyawan yang terpilih untuk bekerja dari rumah 50 persen (atau kurang) dari waktu kerja mereka tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari manajer.

Satu lagi perusahaan yang menjalankan opsi lingkungan kerja hybrid adalah Ford Motor Company, di mana karyawan yang telah bekerja di rumah selama pandemi dapat memilih untuk terus bekerja dari jarak jauh dengan persetujuan manajer. Mereka hanya perlu melapor ke kantor secara langsung untuk situasi yang memerlukan interaksi tatap muka seperti proyek kelompok dan beberapa pertemuan.

 

Baca Juga: 7 Ciri Kamu Dapat Mengelola Keuangan dengan Baik

 

Setiap tren dan perubahan yang dipilih tentunya akan menjadi tantangan. Bukan hanya untuk kamu sebagai pekerja, tapi juga perusahaan dan pemberi kerja. Agar produktivitas kerja tetap terjaga, manajerial tim harus tetap melihat dinamika lingkungan kerja seperti apa yang paling sesuai untuk diterapkan perusahaan. Apakah kamu siap dengan lingkungan kerja hybrid? Don’t forget to stay safe and healthy!

 

Sumber:

https://www.bcg.com/en-ca/publications/2020/valuable-productivity-gains-covid-19

https://blogs.microsoft.com/blog/2021/03/22/the-philosophy-and-practice-of-our-hybrid-workplace/

https://www.theverge.com/2020/10/9/21508964/microsoft-remote-work-from-home-covid-19-coronavirus

https://www.theguardian.com/business/2021/mar/23/citigroup-ceo-ordains-zoom-free-fridays-to-ease-relentless-pandemic-workday

https://cloud.google.com/blog/products/workspace/the-future-of-work-with-google-workspace

https://www.businesstoday.in/current/corporate/covid-19-impact-infosys-to-prefer-flexible-hybrid-work-model-for-employees/story/425142.html

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan