Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tips Buka Puasa di Tengah Pandemi COVID-19

04 Mei 2020 | Allianz Indonesia
Pandemi COVID-19 mengakibatkan berbagai kegiatan harus dilakukan dari rumah, mulai dari bekerja, belajar hingga beribadah di rumah. World Health Organization (WHO) merekomendasikan kebijakan stay at home bagi warga di seluruh penjuru dunia guna memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19.

Hal tersebut juga berlaku di Indonesia di mana pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap stay at home. Kondisi tersebut menjadikan bulan suci ramadhan tahun ini menjadi sangat berbeda dari tahun sebelumnya.

Di samping umat islam berkewajiban menjalankan ibadah puasa, seluruh masyarakat juga diimbau untuk mengonsumsi makanan bergizi agar kebugaran dan imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik sebagai upaya untuk mencegah tertular virus selama masa pandemi COVID-19.    

Di tengah pandemi COVID-19, penting bagi umat islam menjaga tubuh tetap bugar agar terhindar dari virus tersebut. Lalu, bagaimana cara menstabilkan tubuh agar tetap sehat dan bugar saat menjalankan ibadah puasa selama pandemi COVID-19? 

 

Baca juga: Manfaat Berbagi dengan Sesama di Tengah Pandemi COVID-19

1. Konsumsi air putih 

Untuk menjaga daya tahan dan imunitas tubuh, pastikan selalu minum 8 gelas atau 2 liter setiap harinya. Pada saat menjalankan ibadah puasa, kebutuhan minum hanya bisa dipenuhi saat waktu buka dan sahur.

Untuk itu, terapkan pola 2-4-2 untuk membagi jumlah gelas air yang dikonsumsi saat puasa, yakni dua gelas pada saat sahur, 4 gelas setelah salat tarawih serta 2 gelas pada saat berbuka puasa.

Penerapan pola tersebut dapat membantu tubuh untuk terhindar dari dehidrasi serta mencegah terinfeksi pandemi COVID-19. 

2. Menjaga pola makan bergizi 

Pola makan bergizi merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga daya tahan dan imunitas tubuh pada saat berpuasa di tengah pandemi COVID-19. Upayakan untuk selalu mengonsumsi jenis makanan yang mengandung gizi lengkap mulai dari karbohidrat, protein lemak, vitamin sampai dengan mineral agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi. Selain itu, menjaga pola makan secukupnya dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan tubuh. 

Konsumsi buah dan sayur secara rutin juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bagi tubuhmu. 

3. Kurma

Kurma merupakan buah yang disunnahkan oleh Nabi ketika berbuka puasa. Buah kurma juga mengandung beragam banyak manfaat seperti mengandung nutrisi baik untuk mengembalikan energi tubuh. Apabila ketersediaan buah kurma habis, maka kamu bisa menggantikannya dengan mencoba buah-buah kering lainnya yang mengandung nutrisi tinggi.

 

Baca juga: Tradisi Ramadan yang Bisa Dilakukan Selama #diRumahAja dan Tetap Menyenangkan

 

Di bulan Ramadan, waktu berbuka puasa merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh umat islam. Setelah menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam, tentunya kamu berkeinginan menyantap makanan lezat yang mayoritas mengandung kalori tinggi, lemak jenuh tinggi dan juga beragam manisan.

Jenis makanan tersebut dapat membahayakan kesehatan kamu, karena dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya.  Lalu bagaimana cara kamu agar tetap bisa makan enak di tengah pandemi COVID-19 tanpa rasa takut?

  • Batasi makanan berlemak jenuh seperti goreng-gorengan, khususnya pada saat berbuka puasa. Mulailah berbuka puasa dengan air hangat dan makanan manis yang berasal dari buah-buahan seperti kurma, pisang dan lain sebagainya serta selalu konsumsi air putih. Hindari makan dengan cara berlebihan untuk menjaga sistem pencernaan tubuh dengan baik. 
  • Lebih dari 12 jam, tubuh tidak mendapat suplai makanan dan minuman apapun. Meskipun sedang melaksanakan ibadah berpuasa, tubuh tetap bisa beraktivitas seperti biasa, termasuk berolahraga. Luangkan waktu untuk berolahraga secara ringan baik setelah berbuka puasa maupun menjelang waktu buka puasa tiba. 
  • Perubahan pola dan waktu tidur saat puasa tanpa disadari mempengaruhi alasan mengapa kamu sering lemas dan mengantuk sepanjang hari. Untuk itu, pastikan bahwa kamu memperoleh waktu tidur yang cukup setidaknya kurang lebih 8 jam per hari. 

Yuk, perhatikan daya tahan dan imunitas tubuh kamu dengan baik agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi COVID-19. Stay healthy!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan