Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tertarik Belajar Literasi Finansial? Yuk, Tonton Film-Film Ini!

27 September 2021 | Allianz Indonesia
Tidak hanya seru, film-film ini juga dapat membantu kamu untuk belajar finansial. Apa saja? Simak dalam artikel berikut!

Hampir seluruh aspek kehidupan modern berkaitan dengan urusan finansial. Itu sebabnya, pemahaman tentang keuangan, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan, harus dikuasai oleh setiap orang. Dengan kata lain, setiap orang sudah sepatutnya memiliki kemampuan untuk memahami literasi finansial dengan baik dan benar. Sederhananya, literasi finansial sendiri merupakan istilah yang merujuk pada pengetahuan seputar keuangan.

Dengan memahami literasi finansial, maka seseorang akan terbantu dalam mengelola keuangannya dan memungkinkan untuk mencapai berbagai tujuan hidupnya. Ambil contoh, mereka yang memahami cara mengelola keuangan dengan baik, maka mereka paham bahwa asuransi kesehatan akan membantu seseorang mencapai tujuan tersebut.

Menariknya, dewasa kini, literasi keuangan bisa dipelajari melalui berbagai cara, termasuk menonton film. Di mana dari beberapa film, kita tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan tentang keuangan. Berikut sejumlah film yang perlu kamu tonton untuk meningkatkan pemahaman soal keuangan.

 

Baca juga: Di Rumah Saja? Berikut Game yang Bisa Mengasah Kemampuan Finansial

 

1. The Big Short

Merupakan film drama komedi yang mengisahkan tentang krisis ekonomi dunia pada tahun 2008 dari kacamata sejumlah orang, termasuk Michael Burry. Pemilik dan pengelola hedge fund bernama Scion Capital, Burry, disebut-sebut sebagai orang pertama yang memprediksi pecahnya gelembung harga pasar properti di Amerika Serikat (AS).

Burry juga memprediksikan berbagai instrumen pembiayaan perumahan, terutama yang berkategori subprime, akan rontok. Perkiraan Burry tidak meleset. Kenaikan bunga yang terjadi di AS, berbuntut pada jatuhnya nilai berbagai subprime mortgage alias hipotek yang kurang baik hingga memicu krisis finansial dunia.

Kisah film ini menuturkan pentingnya keahlian membaca situasi ekonomi makro, juga ketelitian dalam menganalisa kondisi pasar. Dalam film ini kamu juga akan berkesempatan mengenal berbagai konsep dan instrumen di pasar modal.

 

2. The Wolf of Wall Street

Film ini menceritakan tentang sepak terjang seorang pialang saham bernama Jordan Belfort. Dengan gaya satir, Belfort menuturkan kiprah pribadinya sebagai seorang broker saham dan perusahaannya yang bernama Stratton Oakmont di Wall Street pada era 1980-an.

Sebagai seorang pialang di bursa saham, Belfort dan perusahaannya sukses secara finansial. Namun dalam perjalanan bisnisnya, Belfort dan rekan-rekannya menempuh jalan yang tak pantas saat bertransaksi, yakni menggunakan taktik pump and dump, alias menggoreng saham untuk mencetak cuan.

Dari film ini, kita bisa semakin melek tentang pasar modal, terutama potensi dan risiko yang menyertainya, dan selalu waspada, serta cermat dalam mengambil keputusan investasi.

 

3. The Pursuit of Happyness

Dari judulnya, kita sudah bisa menebak tema atau garis besar cerita dari film ini. Didasarkan atas kisah nyata, film ini menuturkan perjuangan Chris Gardner yang bangkit dari titik terendah dalam hidupnya, yaitu mengalami kesulitan likuiditas, ditinggal pasangan hingga kehilangan tempat tinggal.

Di saat yang serba sulit, Gardner mendapat kesempatan untuk magang sebagai broker saham. Kendati jam kerjanya terbatas dan tidak mendapat bayaran secara tetap, Gardner tetap menjalani masa magangnya dengan sepenuh. Dari kegigihan tersebut, Gardner bisa kembali bangkit dari kondisi sebelumnya.

Ada banyak nilai positif yang terkandung dalam kisah hidup Gardner, mulai dari bagaimana hasil yang dituai seseorang tidak akan jauh dari upaya yang dilakukannya. Selain itu, kita juga bisa belajar tentang pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan.

 

Baca juga: Anak Muda, Saatnya Pertimbangkan Kelebihan Asuransi Syariah

 

4. Start Up

Merupakan drama televisi asal Korea Selatan yang ditayangkan sejak tahun lalu, Start-Up menuturkan jalinan kisah dari orang-orang yang bekerja di perusahaan rintisan alias start-up.

Karakter utama serial ini di antaranya Seo Dal-mi, perempuan muda penuh semangat yang berambisi menjadi Steve Jobs-nya Korea Selatan. Lalu, Nam-Do san yang merupakan pendiri sekaligus pengelola perusahaan bernama Samsan Tech. Figur penting lainnya adalah Han-Ji Pyeong, yang merupakan eksekutif di sebuah perusahaan pendanaan.

Selain menampilkan jalinan drama di antara para tokohnya, film ini juga menyampaikan pesan tentang pentingya kemampuan untuk melihat dan mengambil peluang, serta meningkatkan pemahaman seseorang tentang keuangan dengan mengisahkan pentingnya perencanaan bisnis.

 

5. Itaewon Class

Serial televisi Korea Selatan ini menggunakan bumbu yang banyak digunakan oleh film lain, yaitu balas dendam. Namun yang menarik, Itaewon Class menggunakan kegiatan bisnis sebagai latar belakang dalam cerita balas dendam Park Sae-ro-yi.

Park, tokoh utama film ini, memiliki dendam kepada Jang Geun-won, anak dari pemilik grup usaha Jangga Group. Pasalnya, ulah ceroboh Jang dalam mengemudikan mobil, mengakibatkan ayah Park meninggal dunia.

Dengan jalinan cerita yang memikat, Itaewon Class tak cuma memberi hiburan. Film ini juga menggugah kesadaran finansial dari para penontonnya. Setelah menyaksikan kisah Park cs, kita akan menyadari pentingnya menetapkan tujuan keuangan dan memahami investasi sebagai jalan mencapai tujuan keuangan di masa mendatang.

 

Baca juga: Kiat Sukses Menjalankan Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19

 

Literasi keuangan membawa banyak manfaat untuk kita. Selain bisa memanfaatkan produk-produk keuangan, memahami keuangan juga membuat kita pandai mengelola keuangan. Yuk, tingkatkan pengetahuanmu seputar keuangan, salah satunya melalui film.

Sumber poster film: IMDb

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan