Selain rasa nyeri saat menelan makanan atau minuman, sakit tenggorokan juga sering disertai gejala seperti tenggorokan kering, suara serak, batuk, demam, atau amandel yang membengkak.
Sebagian besar masalah tersebut dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah, tetapi ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan dari dokter agar tidak menimbulkan komplikasi.
Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasi sakit tenggorokan yang tepat di bawah ini!
Kenapa Tenggorokan Sakit saat Menelan?
Secara medis, rasa nyeri saat menelan dikenal sebagai odynophagia, yaitu kondisi ketika proses menelan terasa sakit akibat peradangan, iritasi, atau gangguan pada tenggorokan maupun kerongkongan, melansir Cleveland Clinic.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat seseorang mengalami sakit tenggorokan saat menelan.
1. Infeksi Virus
Infeksi virus merupakan penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Beberapa virus yang dapat menyebabkan radang tenggorokan adalah virus influenza, rhinovirus (penyebab flu biasa), COVID-19, hingga virus Epstein-Barr yang dapat menyebabkan mononukleosis, yaitu infeksi yang disertai radang tenggorokan.
Selain nyeri saat menelan, infeksi virus biasanya disertai gejala seperti:
- Batuk
- Pilek
- Hidung tersumbat
- Demam ringan
- Nyeri otot
- Badan terasa lemas
Sebagian besar infeksi virus akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 5–7 hari dengan istirahat yang cukup dan menjaga daya tahan tubuh.
2. Infeksi Bakteri
Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab tenggorokan terasa sangat sakit. Salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan radang tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes.
Infeksi ini biasanya memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan infeksi virus, seperti:
- Nyeri hebat saat menelan
- Demam tinggi
- Amandel membengkak
- Muncul bercak putih pada amandel
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Jika penyebabnya adalah bakteri, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan kondisi pasien.
3. Radang Amandel (Tonsilitis)
Amandel berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi. Ketika mengalami peradangan, ukuran amandel dapat membesar sehingga menimbulkan rasa sakit saat menelan.
Selain nyeri, penderita tonsilitis juga dapat mengalami bau mulut, suara berubah menjadi sengau, hingga kesulitan membuka mulut.
4. Refluks Asam Lambung (GERD)
Tidak semua sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi. Pada penderita GERD, asam lambung dapat naik hingga mencapai kerongkongan dan tenggorokan.
Paparan asam lambung secara berulang dapat menyebabkan iritasi sehingga tenggorokan terasa nyeri, terutama pada pagi hari atau setelah makan. Gejala lain yang sering muncul misalnya:
- Sensasi panas di dada (heartburn)
- Mulut terasa pahit atau asam
- Batuk kronis
- Suara serak
5. Alergi
Paparan debu, serbuk sari, bulu hewan, atau zat tertentu dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan lendir mengalir ke bagian belakang tenggorokan (postnasal drip). Kondisi ini sering menimbulkan iritasi sehingga tenggorokan terasa nyeri ketika menelan.
6. Udara Kering
Berada terlalu lama di ruangan ber-AC atau lingkungan dengan kelembapan rendah dapat membuat tenggorokan kehilangan kelembapannya. Akibatnya, tenggorokan terasa kering, gatal, dan nyeri saat menelan makanan atau minuman.
7. Kebiasaan Merokok
Asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit tenggorokan berulang.
Jika kebiasaan ini terus berlangsung, iritasi kronis dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan yang lebih serius.
8. Penggunaan Suara Berlebihan
Berbicara terlalu lama, bernyanyi, atau berteriak dapat membuat otot dan jaringan di sekitar pita suara mengalami ketegangan. Akibatnya, tenggorokan terasa sakit, terutama ketika digunakan kembali untuk berbicara atau menelan.
Jika gejala berlangsung lebih dari satu minggu atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Cara Mengatasi Tenggorokan Sakit saat Menelan
Cara mengatasi sakit tenggorokan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan dan mempercepat proses pemulihan.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu langkah paling penting. Air putih membantu menjaga kelembapan tenggorokan sekaligus mengurangi iritasi yang menyebabkan rasa sakit saat menelan.
2. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan membersihkan area tenggorokan dari lendir maupun bakteri. Cara ini cukup sederhana dan dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari.
3. Konsumsi Makanan Bertekstur Lembut
4. Hindari Makanan dan Minuman yang Mengiritasi
Selama masa pemulihan, batasi konsumsi:
- Makanan pedas
- Makanan yang terlalu panas
- Gorengan
- Minuman beralkohol
- Minuman berkafein berlebihan
Langkah ini membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan.
5. Istirahat yang Cukup
Sistem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal ketika tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tidur selama 7–9 jam setiap malam dapat membantu sistem imun di dalam tubuh melawan infeksi.
6. Gunakan Humidifier
Jika penyebab tenggorokan sakit adalah udara kering, penggunaan humidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara di dalam ruangan sehingga tenggorokan terasa lebih nyaman.
7. Hindari Rokok
Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya membantu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan, tetapi juga mengurangi risiko gangguan kesehatan lainnya.
8. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter
Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik. Sementara itu, obat pereda nyeri atau pelega tenggorokan dapat digunakan sesuai petunjuk tenaga medis untuk membantu mengurangi keluhan.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Meskipun sebagian besar sakit tenggorokan dapat sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis segera. Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:
- Nyeri tenggorokan lebih dari satu minggu
- Demam tinggi
- Sulit menelan hingga tidak bisa makan atau minum
- Sulit bernapas
- Pembengkakan leher yang semakin besar
- Muncul bercak putih pada amandel
- Suara serak lebih dari dua minggu
- Nyeri yang semakin berat meski sudah melakukan perawatan di rumah
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter mengetahui penyebab pasti sekaligus menentukan pengobatan yang paling sesuai.
Menjaga kesehatan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko berbagai penyakit dan biaya pengobatan yang tidak terduga. Untuk perlindungan kesehatan yang lebih optimal, kamu dapat mempertimbangkan Allianz Preferred Medical yang memberikan manfaat perlindungan medis secara menyeluruh.
Jika menginginkan perlindungan berbasis syariah, AlliSya Preferred Medical dapat menjadi pilihan untuk membantu memberikan rasa tenang bagi kamu dan keluarga dalam menghadapi berbagai kebutuhan layanan kesehatan di masa mendatang.