kenapa tenggorokan sakit saat menelan

Kenapa Tenggorokan Sakit saat Menelan? Cek Penyebabnya

29 Juli 2026 | Allianz Indonesia
Kenapa tenggorokan sakit saat menelan? Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya peradangan atau iritasi pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, radang amandel, alergi, refluks asam lambung (GERD), udara yang terlalu kering, hingga kebiasaan merokok.

Selain rasa nyeri saat menelan makanan atau minuman, sakit tenggorokan juga sering disertai gejala seperti tenggorokan kering, suara serak, batuk, demam, atau amandel yang membengkak.

Sebagian besar masalah tersebut dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah, tetapi ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan dari dokter agar tidak menimbulkan komplikasi.

Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasi sakit tenggorokan yang tepat di bawah ini!

Secara medis, rasa nyeri saat menelan dikenal sebagai odynophagia, yaitu kondisi ketika proses menelan terasa sakit akibat peradangan, iritasi, atau gangguan pada tenggorokan maupun kerongkongan, melansir Cleveland Clinic

Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat seseorang mengalami sakit tenggorokan saat menelan.

Infeksi virus merupakan penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Beberapa virus yang dapat menyebabkan radang tenggorokan adalah virus influenza, rhinovirus (penyebab flu biasa), COVID-19, hingga virus Epstein-Barr yang dapat menyebabkan mononukleosis, yaitu infeksi yang disertai radang tenggorokan.

Selain nyeri saat menelan, infeksi virus biasanya disertai gejala seperti:

  • Batuk
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Demam ringan
  • Nyeri otot
  • Badan terasa lemas

Sebagian besar infeksi virus akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 5–7 hari dengan istirahat yang cukup dan menjaga daya tahan tubuh.

Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab tenggorokan terasa sangat sakit. Salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan radang tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes.

Infeksi ini biasanya memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan infeksi virus, seperti:

  • Nyeri hebat saat menelan
  • Demam tinggi
  • Amandel membengkak
  • Muncul bercak putih pada amandel
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

Jika penyebabnya adalah bakteri, dokter biasanya akan memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan kondisi pasien.

Amandel berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi. Ketika mengalami peradangan, ukuran amandel dapat membesar sehingga menimbulkan rasa sakit saat menelan.

Selain nyeri, penderita tonsilitis juga dapat mengalami bau mulut, suara berubah menjadi sengau, hingga kesulitan membuka mulut.

Tidak semua sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi. Pada penderita GERD, asam lambung dapat naik hingga mencapai kerongkongan dan tenggorokan.

Paparan asam lambung secara berulang dapat menyebabkan iritasi sehingga tenggorokan terasa nyeri, terutama pada pagi hari atau setelah makan. Gejala lain yang sering muncul misalnya:

  • Sensasi panas di dada (heartburn)
  • Mulut terasa pahit atau asam
  • Batuk kronis
  • Suara serak

Paparan debu, serbuk sari, bulu hewan, atau zat tertentu dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan lendir mengalir ke bagian belakang tenggorokan (postnasal drip). Kondisi ini sering menimbulkan iritasi sehingga tenggorokan terasa nyeri ketika menelan.

Berada terlalu lama di ruangan ber-AC atau lingkungan dengan kelembapan rendah dapat membuat tenggorokan kehilangan kelembapannya. Akibatnya, tenggorokan terasa kering, gatal, dan nyeri saat menelan makanan atau minuman.

Asap rokok mengandung ribuan zat kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Perokok aktif maupun pasif memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit tenggorokan berulang.

Jika kebiasaan ini terus berlangsung, iritasi kronis dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan yang lebih serius.

Berbicara terlalu lama, bernyanyi, atau berteriak dapat membuat otot dan jaringan di sekitar pita suara mengalami ketegangan. Akibatnya, tenggorokan terasa sakit, terutama ketika digunakan kembali untuk berbicara atau menelan.

Jika gejala berlangsung lebih dari satu minggu atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Cara mengatasi sakit tenggorokan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan dan mempercepat proses pemulihan.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu langkah paling penting. Air putih membantu menjaga kelembapan tenggorokan sekaligus mengurangi iritasi yang menyebabkan rasa sakit saat menelan.

Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan membersihkan area tenggorokan dari lendir maupun bakteri. Cara ini cukup sederhana dan dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari.

Saat tenggorokan terasa sakit, pilih makanan yang bertekstur lembut dan lebih mudah ditelan, seperti:

  • Bubur
  • Sup hangat
  • Oatmeal
  • Yogurt
  • Kentang tumbuk

Hindari makanan yang bertekstur keras dan pedas karena dapat memperparah iritasi.

Selama masa pemulihan, batasi konsumsi:

  • Makanan pedas
  • Makanan yang terlalu panas
  • Gorengan
  • Minuman beralkohol
  • Minuman berkafein berlebihan

Langkah ini membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan.

Sistem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal ketika tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tidur selama 7–9 jam setiap malam dapat membantu sistem imun di dalam tubuh melawan infeksi.

Jika penyebab tenggorokan sakit adalah udara kering, penggunaan humidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara di dalam ruangan sehingga tenggorokan terasa lebih nyaman.

Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya membantu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan, tetapi juga mengurangi risiko gangguan kesehatan lainnya.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik. Sementara itu, obat pereda nyeri atau pelega tenggorokan dapat digunakan sesuai petunjuk tenaga medis untuk membantu mengurangi keluhan.

Meskipun sebagian besar sakit tenggorokan dapat sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis segera. Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:

  • Nyeri tenggorokan lebih dari satu minggu
  • Demam tinggi
  • Sulit menelan hingga tidak bisa makan atau minum
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan leher yang semakin besar
  • Muncul bercak putih pada amandel
  • Suara serak lebih dari dua minggu
  • Nyeri yang semakin berat meski sudah melakukan perawatan di rumah

Pemeriksaan sejak dini membantu dokter mengetahui penyebab pasti sekaligus menentukan pengobatan yang paling sesuai.

Menjaga kesehatan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko berbagai penyakit dan biaya pengobatan yang tidak terduga. Untuk perlindungan kesehatan yang lebih optimal, kamu dapat mempertimbangkan  Allianz Preferred Medical yang memberikan manfaat perlindungan medis secara menyeluruh.

Jika menginginkan perlindungan berbasis syariah,  AlliSya Preferred Medical dapat menjadi pilihan untuk membantu memberikan rasa tenang bagi kamu dan keluarga dalam menghadapi berbagai kebutuhan layanan kesehatan di masa mendatang.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026