Puasa Sunnah

Kapan Puasa Syakban 2026 Dimulai? Catat Tanggalnya!

5 Januari 2026 | Allianz Indonesia
Puasa sunah pada bulan Syakban menjadi salah satu amalan terbaik untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan. Selain melatih dan menguatkan fisik dan mental, puasa sunah juga membantu kamu menata hati dan menyambut bulan penuh ampunan dengan kondisi yang lebih siap secara spiritual.

Islam menganjurkan umatnya memperbanyak puasa sunah terutama pada bulan Syakban, bulan sebelum datangnya Ramadan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ini adalah waktu terbaik untuk mempersiapkan diri sebelum ibadah puasa wajib.

Dengan melakukan puasa sunah, tubuh lebih terbiasa menahan lapar, dahaga, dan amarah, sehingga saat memasuki Ramadan, ritmenya sudah terbentuk. Selain itu, puasa sunah juga memperkuat ibadah, menambah pahala, serta menjadi momen untuk memperbaiki kekurangan ibadah puasa pada Ramadan sebelumnya.

Menurut Majelis Ulama Indonesia, bulan Syakban adalah waktu yang baik untuk memperbanyak puasa sunah. 

Puasa Syakban sendiri sebenarnya tidak ditentukan jumlah harinya. Namun, Rasulullah SAW berpuasa banyak di bulan ini, tapi tidak sampai sebulan penuh. Maka, kamu bisa memilih beberapa hari sesuai kemampuan, misalnya beberapa hari di awal, tengah, atau menjelang Ramadan, agar tubuh dan hati siap menyambut puasa wajib.

Menurut Baznas, beberapa keutamaan puasa sunah di bulan Syakban antara lain:

1. Sunah yang ditekankan. Aisyah RA berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada bulan Syakban.” (HR. Bukhari & Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa Syakban adalah bulan persiapan spiritual yang sangat istimewa.

2. Tidak wajib, tapi sangat dianjurkan. Walaupun bukan kewajiban, puasa Syakban mendatangkan pahala besar dan menjadi wasilah untuk meneladani Rasulullah.

3. Bulan diangkatnya amalan. Rasulullah SAW bersabda: “Bulan Syakban adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Allah, dan aku suka agar pada saat amalku diangkat aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i). 

Berpuasa di bulan Syakban ini juga memberikan manfaat untuk menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan.

Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Kementerian Agama, 1 Syakban 1446 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menetapkan 1 Syakban 1447 H pada 20 Januari 2026.

Artinya, kamu sudah bisa mulai merencanakan puasa sunah Syakban sejak tanggal tersebut. Untuk NU dan pemerintah, kepastian awal Syakban biasanya ditetapkan melalui rukyatul hilal.

Melansir dari Baznas, berikut beberapa penjelasan tentang batasan puasa di bulan Syakban, yaitu

1. Boleh puasa banyak hari, asal tidak satu bulan penuh. Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunah di bulan Syakban, bahkan hampir sepanjang hari, namun tidak sebulan penuh. Beliau masih menyisakan beberapa hari untuk tidak berpuasa.

2. Hari-hari awal bulan Syakban. Memulai puasa sunah di awal bulan Syakban adalah salah satu bentuk persiapan menyambut Ramadan. Dengan begitu, umat Islam dapat membiasakan diri untuk berpuasa sebelum memasuki kewajiban berpuasa di bulan Ramadan. 

3. Puasa pada pertengahan bulan Syakban. Malam nifsu Syakban yang jatuh pada malam ke-15 Syakban adalah waktu yang istimewa. Di mana, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam ini, termasuk menjalankan ibadah puasa.  

4. Puasa hingga pertengahan bulan Syakban. Sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sunah hingga pertengahan bulan Syakban. 

5. Puasa satu atau dua hari. Tidak ada aturan khusus yang mengharuskan umat Islam berpuasa setiap harinya dalam bulan Syakban. Maka, waktu terbaik puasa di bulan Syakban dapat disesuaikan dengan kemampuan dan niat masing-masing.

Cara melakukannya sama seperti puasa sunah lainnya, yaitu:

  • Berniat pada malam hari sebelum fajar, baik dalam hati maupun secara lisan dengan membaca, “Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ”. Artinya, “Saya berniat puasa sunah Syakban esok hari karena Allah Ta’ala.”
  • Menahan makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga magrib atau terbenamnya matahari.
  • Memperbanyak ibadah tambahan seperti salat sunah, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
  • Berbuka puasa dengan makanan halal dan membaca doa berbuka.

Dengan persiapan yang tepat, puasa sunah Syakban bisa menjadi penguat lahir batin sebelum memasuki Ramadan. Jadikan bulan ini sebagai momen memperbaiki diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026