Secara sederhana, dalam asuransi kesehatan, deductible adalah sebagian biaya yang perlu kamu keluarkan sendiri untuk bill perawatan yang ditanggung polis sebelum perusahaan asuransi mulai membayar sesuai ketentuan pertanggungan.
Sebagai contoh, kamu jatuh sakit dan harus menjalani rawat inap dengan total biaya rumah sakit adalah Rp87 juta. Jika polis kamu memiliki deductible Rp15 juta, maka kamu perlu membayar Rp15 juta secara mandiri. Sementara itu, sisa biaya sebesar Rp72 juta akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi sesuai ketentuan polis, selama diagnosis dan perawatannya termasuk dalam manfaat yang dijamin dan tidak termasuk dalam pengecualian polis.
Setelah deductible terpenuhi, perusahaan asuransi mulai membayar biaya perawatan yang ditanggung sesuai polis. Namun, perlu diingat, deductible juga dapat kembali ke jumlah awal pada periode polis berikutnya, sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam polis. Artinya, di setiap periode polis, kamu perlu memenuhi kembali jumlah deductible tersebut sebelum manfaat pertanggungan polis dapat dibayarkan. Jadi, jangan menganggap deductible yang sudah terpenuhi akan selalu berlaku untuk seluruh masa perlindungan.
Karena itu, memahami deductible penting sebelum memilih perlindungan kesehatan. Selain melihat besarnya premi atau kontribusi, kamu juga perlu mengetahui biaya yang mungkin tetap menjadi tanggungan pribadi serta bagaimana mekanisme pembayarannya. Berikut penjelasan lengkap mengenai deductible dalam asuransi kesehatan.
Cara Kerja Deductible dalam Asuransi Kesehatan
Secara sederhana, mekanisme deductible dapat dipahami melalui beberapa tahapan, sebagai berikut:
- Pertama, polis menentukan jumlah deductible yang harus dipenuhi.
- Kedua, ketika kamu menggunakan layanan kesehatan yang termasuk dalam pertanggungan, biaya yang menjadi tanggunganmu akan diperhitungkan terhadap minimum deductible yang harus dibayar sesuai ketentuan polis.
- Ketiga, setelah jumlah biaya yang diperhitungkan mencapai deductible, perusahaan asuransi akan mulai membayar biaya perawatan yang memenuhi ketentuan pertanggungan.
Karena itu, penting untuk membaca polis dengan teliti agar kamu mengetahui jenis biaya apa saja yang diperhitungkan sebagai deductible dan bagaimana mekanismenya berlaku.
Apa Manfaat Sistem Deductible?
Penerapan deductible bukan hanya berkaitan dengan pembagian biaya antara nasabah atau peserta dan perusahaan asuransi. Sistem ini juga dapat memberikan beberapa manfaat dari sisi pengelolaan perlindungan kesehatan.
1. Potensi Premi Dapat Lebih Rendah
Dalam desain produk tertentu, deductible dapat berkaitan dengan premi atau kontribusi yang lebih rendah untuk Nasabah.
Hal ini memungkinkan kamu memilih perlindungan yang lebih sesuai dengan kemampuan finansial, selama kamu siap menyediakan dana untuk memenuhi deductible ketika membutuhkan perawatan.
2. Mendorong Penggunaan Asuransi Secara Lebih Bijak
Karena ada sebagian biaya yang menjadi tanggungan pribadi, kamu dapat terdorong untuk menggunakan manfaat asuransi secara lebih terencana. Meski begitu, deductible seharusnya tidak membuat kamu menunda perawatan medis yang memang diperlukan.
Beberapa Negara yang Telah Menerapkan Deductible
Konsep deductible atau mekanisme serupa juga telah digunakan dalam berbagai sistem perlindungan kesehatan di sejumlah negara. Meski begitu, mekanisme dan besarannya dapat berbeda sesuai sistem kesehatan dan jenis perlindungan yang berlaku.
1. Singapura
Singapura menerapkan deductible dalam skema perlindungan kesehatan seperti MediShield Life dan Integrated Shield Plan. Dalam MediShield Life, deductible merupakan sejumlah biaya yang perlu dibayarkan terlebih dahulu sebelum manfaat asuransi mulai diberikan. Deductible berlaku berdasarkan tahun polis dan besarannya dapat berbeda sesuai jenis perawatan dan kelas kamar.
2. Belanda
Di Belanda, sistem asuransi kesehatan dasar mengenal eigen risico, yaitu sejumlah biaya yang perlu ditanggung sendiri oleh peserta sebelum perusahaan asuransi membayar biaya kesehatan tertentu. Pada 2026, eigen risico wajib ditetapkan sebesar €385 per tahun untuk peserta berusia 18 tahun ke atas. Peserta juga dapat memilih tambahan voluntary excess dengan konsekuensi premi yang lebih rendah.
3. Swiss
Swiss juga menerapkan deductible dalam asuransi kesehatan wajib. Peserta dapat memilih deductible standar atau deductible yang lebih tinggi. Jika memilih deductible yang lebih tinggi, premi asuransi dapat menjadi lebih rendah, tetapi peserta perlu menanggung biaya kesehatan lebih besar terlebih dahulu.
Kapan Asuransi Kesehatan dengan Deductible Bisa Menjadi Pilihan?
Asuransi kesehatan dengan deductible dapat menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin mendapatkan perlindungan kesehatan sekaligus mempertimbangkan kemampuan membayar premi atau kontribusi.
Namun, pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi finansial dan kebutuhan kesehatan. Pastikan kamu memahami besarnya deductible, kapan deductible berlaku, biaya apa saja yang diperhitungkan, serta apakah terdapat kewajiban pembayaran lain.
Dengan memahami mekanisme deductible sejak awal, kamu dapat memiliki ekspektasi yang lebih jelas mengenai biaya yang mungkin perlu ditanggung sendiri ketika menggunakan manfaat asuransi kesehatan.
Pada akhirnya, memilih asuransi kesehatan bukan hanya tentang mencari premi atau kontribusi yang paling rendah. Yang tidak kalah penting adalah memahami manfaat, ketentuan pertanggungan, serta mekanisme pembagian biaya yang berlaku.
Dengan perlindungan yang sesuai, kamu dapat lebih siap menghadapi kebutuhan kesehatan sekaligus mengelola risiko biaya medis yang tidak terduga.