penyakit saat mudik

5 Jenis Penyakit saat Mudik Lebaran dan Tips Mencegahnya

12 Maret 2026 | Allianz Indonesia
Mudik Lebaran adalah momen yang paling dinantikan banyak orang. Namun perjalanan jauh, waktu tempuh yang panjang, hingga perubahan pola makan dan istirahat sering kali membuat tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Tidak sedikit orang jatuh sakit saat mudik Lebaran. Kondisi ini tentu bisa mengganggu perjalanan yang seharusnya menyenangkan. Berdasarkan pemantauan pos kesehatan mudik oleh Kemenkes RI pada 2024, terdapat beberapa penyakit yang paling sering dialami masyarakat selama mudik. Keluhan kesehatan ini umumnya dipicu oleh kelalahan, duduk terlalu lama, hingga perubahan rutinitas selama perjalanan. 

Agar lebih waspada, berikut beberapa penyakit yang paling sering dialami pemudik selama perjalanan.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di pos kesehatan dan dialami pemudik dewasa hingga lansia. 

Perjalanan jauh, kurang istirahat, stres selama perjalanan, serta pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan tekanan darah. Selain itu, pemudik yang memiliki riwayat hipertensi juga berisiko mengalami lonjakan tekanan darah jika tidak menjaga pola makan dan konsumsi obat secara teratur.

Flu menjadi salah satu penyakit yang paling sering muncul saat mudik. Perjalanan di tempat umum seperti terminal, stasiun, atau bandara membuat kamu lebih mudah terpapar virus dari orang lain.

Selain itu, perubahan suhu dari panas ke dingin, penggunaan AC dalam kendaraan, serta daya tahan tubuh yang menurun juga bisa memicu infeksi saluran pernapasan. Gejala yang muncul biasanya meliputi hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, dan demam ringan.

Sakit kepala juga menjadi keluhan umum yang sering dialami oleh masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran. Kondisi ini biasanya dipicu oleh kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, atau paparan panas selama perjalanan. 

Perjalanan yang padat dan kondisi lalu lintas yang macet juga dapat meningkatkan stres yang akhirnya memicu sakit kepala. 

Perubahan pola makan selama perjalanan juga dapat memicu masalah pencernaan, salah satunya nyeri lambung atau gastritis.

Banyak pemudik yang makan tidak teratur atau mengonsumsi makanan pedas dan asam selama perjalanan. Kebiasaan ini dapat memicu iritasi pada lambung sehingga menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman di perut.

Nyeri otot menjadi keluhan yang cukup sering dialami pemudik, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan panjang menggunakan bus, mobil, atau kereta. 

Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam di kendaraan dapat membuat otot menjadi kaku dan tegang. Hal ini sering menyebabkan nyeri pada leher, punggung, bahu, atau kaki. Selain membuat tubuh tidak nyaman, nyeri otot juga bisa mengganggu kualitas istirahat selama perjalanan.

Agar perjalanan mudik tetap lancar, kamu perlu menjaga kondisi tubuh dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit saat mudik Lebaran:

Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup sebelum memulai perjalanan. Tubuh yang kurang istirahat akan lebih mudah merasa lelah dan rentan terhadap penyakit.

Tidur yang cukup membantu menjaga sistem imun tetap kuat sehingga tubuh lebih siap menghadapi perjalanan panjang.

Menyiapkan obat pribadi merupakan langkah penting sebelum mudik. Kamu bisa membawa obat-obatan umum, seperti obat flu, obat sakit kepala, obat diare, atau obat mabuk perjalanan.

Selain itu, bagi pemudik dengan riwayat hipertensi, penting untuk tetap memantau tekanan darah dan membawa obat yang diresepkan dokter selama perjalanan.

Dengan membawa obat sendiri, kamu bisa segera mengatasi gejala awal penyakit tanpa harus mencari apotek di tengah perjalanan.

Minum air putih secara teratur sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Cairan yang cukup membantu menjaga stamina dan membuat tubuh tetap segar selama perjalanan.

Usahakan membawa botol minum sendiri agar lebih mudah mengontrol jumlah cairan yang dikonsumsi.

Saat membeli makanan di perjalanan, usahakan memilih tempat yang terlihat bersih dan higienis. Jika memungkinkan, kamu juga bisa membawa bekal dari rumah agar lebih aman dan sehat.

Selain itu, untuk mencegah nyeri lambung, sebaiknya tetap makan secara teratur, dan hindari makanan yang terlalu berminyak atau pedas.

Jika perjalanan berlangsung lama, sempatkan untuk berhenti sejenak dan melakukan peregangan ringan. Gerakan sederhana seperti berjalan kaki atau meregangkan otot dapat membantu melancarkan peredaran darah.

Peregangan juga membantu mengurangi rasa pegal dan kaku pada tubuh.

Tempat umum seperti terminal, rest area, atau stasiun biasanya dipenuhi banyak orang. Menggunakan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan virus penyebab flu dan penyakit pernapasan.

Langkah sederhana ini bisa membantu menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.

Tangan sering menyentuh berbagai permukaan yang mungkin terkontaminasi kuman. Oleh karena itu, penting untuk rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Kebiasaan ini dapat membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit.

Mudik Lebaran memang menjadi tradisi yang penuh kebahagiaan, tetapi perjalanan panjang juga bisa memicu berbagai penyakit saat mudik seperti flu, gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, hingga dehidrasi. Kondisi ini sering terjadi karena kelelahan, perubahan pola makan, serta paparan virus di tempat umum.

Dengan memahami risiko tersebut dan menerapkan berbagai langkah pencegahan, kamu bisa menghindari sakit saat mudik Lebaran. Mulai dari menjaga pola makan, cukup istirahat, hingga membawa perlengkapan kesehatan pribadi.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026