Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

4 Tip Singkat Mempersiapkan CV Kerja yang Menarik Agar Dilirik Perekrut

30 Juni 2021 | Allianz Indonesia
Hal terpenting dari mencari pekerjaan adalah mempersiapkan CV yang menarik. Mau tahu bagaimana bikin CV yang menarik agar langsung dilirik para perekrut? Cari tahu selengkapnya!

Saat ini, kamu mungkin salah satu orang yang memiliki resolusi tentang kemajuan karier, ingin mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik, dan tentunya menghasilkan lebih banyak uang. Semua hal itu bisa kamu dapatkan dengan berburu pekerjaan baru, yang mungkin sudah kamu impikan sejak lama.

Buat kamu yang sedang mencari pekerjaan baru, bagaimana kabarnya sejauh ini? Sudah berapa banyak perusahaan yang kamu kirimkan CV? Kalau jawabannya sudah banyak banget, tapi kamu belum juga dilirik perekrut alias tidak dihubungi juga sampai sekarang bisa jadi CV kamu “tidak terlalu menarik” untuk dilihat.

Dalam hal berburu pekerjaan, CV kamu adalah senjata terpenting. Kamu memerlukan CV yang bisa membuatmu sukses menunjukkan keahlian dan pengalaman kerja kamu selama ini. Bagaimanapun, ini adalah kesempatan pertama kamu untuk menunjukkan kepada perekrut mengapa kamu adalah orang yang ideal untuk pekerjaan itu.

Hal pertama yang perlu kamu tahu adalah di mana posisi kamu saat ini. Jika kamu sudah memulai karier dengan baik sebelumnya, kamu mungkin memiliki CV lama yang tidak lagi sesuai dengan pekerjaan yang diincar juga tren saat ini. Bila kondisinya seperti itu, kamu harus fokus membuat CV baru yang lebih menarik perhatian para rekruter.

Namun, jika kamu baru ingin memulai karier dan belum pernah membuat CV sebelumnya, jangan khawatir. Pada dasarnya, ini adalah dokumen singkat yang menguraikan siapa kamu, pengalaman apa yang kamu miliki, apa yang telah kamu pelajari, dan dalam beberapa kasus, mengenai apa yang menarik minatmu di luar pekerjaan.

Nah, kamu tak perlu lagi khawatir, sebab kami telah mengumpulkan langkah-langkah sederhana untuk membantumu membuat CV yang menarik dan sukses dilirik perekrut. Yuk, simak selengkapnya!

 

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Alokasi Gaji Bagi First Jobber

 

  • Pilih format atau desain CV yang menarik tapi tidak berlebihan

Sebelum kamu mulai, ada baiknya kamu membiasakan diri dengan template CV populer. Kenapa ini harus kamu pertimbangkan? Sebab, format CV yang ada sangat bervariasi. Keputusan format mana yang akan kamu gunakan tentunya tergantung posisi karier kamu saat ini.

Misalnya, jika kamu adalah seorang lulusan baru, sangat kecil kemungkinan kamu memiliki pengalaman kerja untuk dipamerkan di CV kamu. Karena alasan itu, sebagian besar CV kamu sebaiknya difokuskan pada studi dan soft skill apa pun yang telah kamu sempurnakan selama ini. Di sisi lain, jika kamu sudah lama bekerja kamu harus mengetahui format apa yang sesuai untuk memuat semua keunggulanmu.

Melansir informasi dari Christian Eilers, Career Expert Zety.com, dari berbagai format CV yang biasa digunakan para pelamar, setidaknya ada tiga format umum yang bisa kamu pilih, di antaranya:

1. Reverse-chronological format. Kelebihan format ini adalah bentuknya merupakan CV tradisional dengan begitu sudah menjadi familiar bagi para perekrut. Kontranya, format ini sangat banyak digunakan bisa jadi perekrut menilai CV kamu sebagai CV standar dan kurang kreatif.

(Sumber Dokumentasi skillroads.com)

2. Combination format. Bila kamu adalah tipe pencari kerja berpengalaman, format ini sangat cocok untukmu. Terlebih bila kamu ingin mengubah karier yang diinginkan sebab dengan format ini dapat membantu kamu memfokuskan keterampilan yang dapat ditransfer. Kekurangannya, format ini adalah tipe yang jarang digunakan dan tidak direkomendasikan untuk pencari kerja tingkat pemula.

(Sumber Dokumentasi skillroads.com)

3. Functional format (skills-based). Nah, format satu ini sangat cocok untuk pencari kerja tingkat pemula, karena kamu bisa lebih menonjolkan keterampilan yang kamu punya dari pada pengalaman. Sayangnya, bagi para banyak perekrut, format ini bisa terlihat dengan jelas bahwa kamu menyembunyikan sesuatu. 

(Sumber Dokumentasi skillroads.com)
 
  • Sertakan informasi kontak dengan cara yang benar di bagian teratas

Langkah berikutnya setelah kamu memilih format yang sesuai dengan kondisimu adalah menentukan informasi kontak yang ingin kamu cantumkan.

Pada bagian informasi kontak CV yang baik, ada item dasar yang harus kamu sertakan serta detail pribadi yang direkomendasikan. Misalkan saja nama (nama depan dan nama belakang saja, nama tengah opsional), lalu nomor telepon (disarankan ponsel pribadi daripada nomor telepon rumah), e-mail, dan LinkedIn profile kamu. Biasanya, para perekrut akan mengecek akun LinkedIn kamu. Jadi, sebaiknya sebelum dimata-matai, rapikan kembali akunmu dan aktiflah di berbagai akun pencari kerja.

  • Mulailah dengan profil pribadi singkat

Biasanya apa yang membuat kamu menarik untuk menonton sebuah film? Tentu saja setelah melihat trailer dari film tersebut bukan? Nah, analoginya sama dengan profil pribadi singkat yang ada di CV kamu. Dalam waktu setidaknya kurang dari 7 detik, profil pribadi singkat di CV kamu ini harus mampu menarik keputusan awal perekrut untuk membaca secara keseluruhan CV kamu.

Tipnya, buat profil pribadi ini secara singkat, maksimal 100 kata yang dapat memberikan gambaran tentang kualifikasi dan keterampilan kamu. Pilihlah kata-kata yang relevan dengan lowongan pekerjaan dan jelaskan mengapa kamu adalah kandidat yang tepat. Jika kamu telah berpengalaman fokuskan bagian ini dengan pencapaian profesional terbaikmu. Bila kamu pemula, rangkum keterampilan apa yang telah kamu kuasai sejauh ini. Intinya, sebaiknya jangan hanya fokus pada apa yang kamu inginkan dari pekerjaan. Sebaliknya, tekankan apa yang bisa kamu tawarkan kepada perekrut.

  • Buat kerangka isi

Dalam setiap CV, bagian ini adalah bagian yang paling banyak memakan porsi. Di sini kamu harus memasukkan riwayat pendidikan, pengalaman kerja atau magang, hingga berbagai keterampilan pendukung.

Jika kamu memiliki pengalaman lebih dari 5-10 tahun, kamu mungkin perlu mengurangi bagian ini sedikit. Triknya adalah kamu harus membuat skala prioritas dan menempatkan ini dalam urutan kronologis terbalik (reverse-chronological format), dimulai dengan pengalaman terbaru terlebih dahulu.

Agar bagian ini lebih mudah dibaca, sebaiknya kamu menggunakan poin-poin untuk menunjukkan berbagai informasinya. Misalkan di bagian pengalaman kerja atau magang, dimulai dari jabatan, perusahaan tempat bekerja, dan periode selama kamu bekerja di sana. Bersamaan dengan ini, sertakan ringkasan singkat tentang pekerjaan kamu juga keterampilan dan pencapaian utama apa pun dalam peran tersebut,

#ProTip: Sebelum mengirimkan CV kamu, sebaiknya cek dahulu berbagai tip bermanfaat berikut ini ya!

1. Hati-hati dalam memilih font desain, penamaan file, dan format file yang diminta

Kamu memang punya kebebasan mendesain CV kamu sesuai selera. Tapi balik lagi, tujuan terpenting dari CV adalah menyampaikan semua informasi mengenai dirimu. Jadi, kalau kamu berpikir menggunakan font standar seperti Times New Roman, Arial, atau Calibri akan membuat tampilan CV kamu menjadi kurang menarik, tapi pada akhirnya CV akan mudah terbaca kamu akan pilih mana? Sebaiknya pilihlah font standar ya. Perhatikan juga penamaan file dan format file yang diminta ya. Seperti biasanya penamaan berdasarkan nama kamu dan format file yang diminta biasanya berjenis PDF atau words document.

2. Jangan sampai ada kata-kata yang disingkat atau typo

Sebelum kamu mengirim CV itu ke mana pun, penting untuk melakukan pengoreksian yang baik. Perekrut tidak akan terkesan jika CV kamu dipenuhi dengan kesalahan ejaan atau tata bahasa.

3. Perlukah foto?

Satu poin ini memang banyak menjadi perdebatan. Kembali lagi, kamu harus menyesuaikan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Bila membutuhkan foto ya artinya kamu harus menyertakannya. Tapi di berbagai negara seperti Amerika dan Inggris biasanya mencantumkan foto tidak direkomendasikan.

4. Cek berkali-kali bila perlu minta orang terdekat untuk membantu menilai

Please, double check! Kamu mungkin sudah merasa CV yang kamu buat luar biasa, namun jangan ragu untuk meminta pendapat orang lain untuk menilainya. Pertama, cek sendiri dengan membacanya keras untuk memastikannya apakah isinya sudah terasa mengalir dengan benar. Kedua mintalah orang lain untuk melihat serta menilainya juga.

 

Baca Juga: 7 Ciri Kamu Dapat Mengelola Keuangan dengan Baik

 

Kini kamu sudah tahu bagaimana langkah-langkah membuat CV yang menarik untuk dilirik para perekrut. Semoga semua prosesnya lancar dan kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan ya. Well, good luck. And also, stay safe and healthy!

Sumber:

https://zety.com/blog/how-to-make-a-resume

https://skillroads.com/blog/chronological-functional-combination-resume-format

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan