#YUKPAHAMI Pentingnya Meninjau Polis Asuransi secara Berkala

21 Januari 2022 | Allianz Indonesia
Mengevaluasi Polis Asuransi secara berkala memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk memastikan perlindungan yang ada di dalam Polis sesuai dengan kebutuhan yang senantiasa berubah. Idealnya, evaluasi Polis Asuransi dilakukan minimal setahun sekali. Ayo kenali manfaat mengevaluasi Polis Asuransi secara berkala, di sini.

Asuransi merupakan perlindungan yang sejatinya mengikuti kebutuhan seseorang sepanjang hidupnya. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan hidup setiap orang tentu mengalami perubahan. Itu sebabnya, Polis Asuransi pun perlu dievaluasi secara berkala, agar dapat mengikuti perubahan kebutuhan Pemegang Polis.

Idealnya, evaluasi Polis Asuransi perlu dilakukan saat terjadi perubahan dalam tahap kehidupan seseorang atau minimal setahun sekali. Mumpung masih awal tahun, momen ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi Polis Asuransi.

 

Baca juga:  #YUKPAHAMI Pentingnya Mengingat Polis Asuransi Jiwa Unit Link yang Dimiliki

 

Alasan mengapa meninjau Polis Asuransi penting

Kebutuhan asuransi ketika seseorang masih lajang tentu berbeda dengan ketika seseorang sudah menikah, bahkan memiliki anak. Begitu pula saat seseorang pertama kali bekerja, berbeda dengan ketika ia sudah menduduki level manajerial, menduduki puncak karir, atau bahkan menjadi pengusaha.

Itu sebabnya, Pemegang Polis perlu meninjau Polis Asuransi secara berkala untuk memastikan manfaat yang terkandung dalam Polis tersebut masih dapat memberikan manfaat yang tepat sesuai dengan rencana perlindungan finansial dan risiko bagi Tertanggung.

Berikut alasan pentingnya meninjau Polis asuransi secara berkala:

1. Agar terus memiliki perlindungan sesuai kebutuhan

Setiap orang dihadapkan pada suatu kebutuhan yang berbeda-beda saat menginjak suatu tahapan kehidupan atau milestone. Berikut beberapa contoh tahapan kehidupan yang mempengaruhi kebutuhan perlindungan seseorang:

  • Perubahan status perkawinan dari lajang menjadi menikah dan dari menikah menjadi bercerai. Perubahan status dari lajang menjadi menikah tentunya mempengaruhi kebutuhan perlindungan dari yang tadinya perlindungan untuk diri sendiri, menjadi perlindungan untuk pasangan juga. Sehingga, biaya Premi pun dapat meningkat. Sebaliknya, perubahan status dari menikah menjadi bercerai menyebabkan kebutuhan perlindungan berkurang, sehingga Premi yang dibayarkan juga dapat berkurang.
  • Perubahan dari menikah tanpa anak menjadi memiliki anak. Hal ini menimbulkan kebutuhan perlindungan semakin bertambah, yaitu perlindungan untuk anak, termasuk perlindungan kesehatan untuk anak.
  • Kematian anggota keluarga, baik orang tua, pasangan, maupun anak. Peristiwa ini menimbulkan perubahan akan kebutuhan perlindungan atas pencari nafkah atau jumlah tanggungan.
  • Pertumbuhan penghasilan seiring dengan perkembangan karir. Meningkatnya karir yang bisa menyebabkan gaya hidup berubah juga perlu disertai dengan evaluasi Polis Asuransi, sehingga perlindungan yang dibutuhkan disesuaikan kembali dengan nilai gaya hidup yang makin meningkat seiring meningkatnya kemampuan dalam membayar Premi.
  • Perubahan gaya hidup cenderung tidak sehat membuat risiko penyakit kritis semakin besar. Itu sebabnya seseorang perlu melengkapi diri dengan asuransi penyakit kritis pada saat Tertanggung masih dalam keadaan sehat.
  • Perubahan status dari karyawan menjadi pengusaha. Tahapan ini menimbulkan kebutuhan Uang Pertanggungan (UP) pada Asuransi Jiwa meningkat, seiring dengan bertambahnya risiko ketidakpastian finansial yang dihadapi keluarga.

 

Baca juga:  Tahun Baru, Saat yang Tepat untuk Evaluasi Asuransi

 

2. Menghindari Polis lapse

Melakukan evaluasi secara berkala juga bertujuan agar Pemegang Polis menyadari apakah Polis Asuransi yang ia miliki masih aktif atau tidak. Pengecekan ini dapat menghindari Polis lapse atau tidak aktif karena contohnya atas kelalaian dari Pemegang Polis dalam hal pembayaran Premi telah melewati tanggal berakhir masa leluasa pembayaran Premi.

Risiko Polis lapse juga bisa terjadi pada asuransi dengan pembayaran Premi secara manual dan Pemegang Polis tidak menyadari kapan Premi jatuh tempo. Jika tidak dievaluasi, maka Pemegang Polis berisiko telat bayar, sehingga bisa menyebabkan Polis lapse.

3. Menyegarkan ingatan tentang syarat klaim

Mengevaluasi Polis Asuransi juga berguna untuk membaca kembali syarat-syarat pengajuan klaim, pengecualian manfaat serta Manfaat Asuransi yang tercakup dalam Polis Asuransi. Ini berguna untuk mempermudah proses ketika Pemegang Polis mengajukan klaim di kemudian hari. 

Membaca kembali Manfaat Asuransi dalam Polis juga dapat menjadi sarana bagi Pemegang Polis untuk menyesuaikan kembali nilai perlindungan, contohnya di produk asuransi jiwa unit link tertentu, Pemegang Polis dapat menambah atau mengurangi Manfaat Asuransi Dasar dan Pertanggungan Tambahan sesuai dengan kebutuhannya.

Dewasa ini, banyak perusahaan asuransi menyediakan proses klaim yang semakin mudah. Di Allianz Indonesia contohnya, nasabah dapat mengajukan klaim dengan praktis, cepat, dan mudah melalui eAZy Connect.

 

Baca juga:  #YUKPAHAMI Pentingnya Mengingat Polis Asuransi Jiwa Unit Link yang Dimiliki

 

Bagaimana, sudah semakin paham mengenai pentingnya mengevaluasi Polis Asuransi secara berkala? Ayo, jangan lupa cek Polis Asuransi dan pastikan perlindungan yang kamu miliki dapat mengurangi kerugian finansial yang dapat timbul di kemudian hari.

*Informasi di atas mengacu kepada ketersediaan tipe produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang masih dijual di Allianz. Untuk informasi produk lebih lanjut silakan merujuk pada Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) Umum dan Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) Personal serta Polis produk terkait atau hubungi AllianzCare 1500 136/ AllianzCare Sharia 1500 139 untuk informasi selanjutnya.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan