Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Sering Cemas saat Bekerja dari Rumah? Ini Tips Supaya Kamu Bisa Bekerja Lebih Tenang

22 September 2021 | Allianz Indonesia
Kini waktunya kamu mengucapkan: “Selamat tinggal, segala rasa cemas!” Biar kamu bisa lebih tenang bekerja dari rumah, kami punya tip lengkap yang harus kamu coba!

Apakah kamu tipe orang yang memperhatikan perubahan kesehatan mental diri dan orang-orang tersayang di sekitarmu selama bekerja dari rumah selama masa pandemi ini? Well, terlepas dari banyak kenyamanan yang bisa kita nikmati dari work from home (WFH), tak bisa dipungkiri, bekerja dari rumah juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental, lho.

Bagi sebagian orang, bekerja dari rumah memiliki berbagai keuntungan dan sisi menarik, seperti tidak ada aturan berpakaian, hemat waktu perjalanan pergi dan pulang dari kantor, dan memungkinkan bagi kamu untuk memutuskan tempat di mana kamu bekerja.

Namun nyatanya, bekerja dari rumah juga bisa menjadi pengaruh yang buruk bagi kesehatan mentalmu. Berdasarkan penelitian Journal of Occupational and Enviromental Medicine edisi Maret 2021 yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 988 responden sejak April 2020 hingga Juni 2020, menjelaskan bahwa penerapan WFH akibat dari pandemi COVID-19 mempengaruhi penurunan status kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan, serta diikuti dengan peningkatan jumlah masalah kesehatan fisik dan mental baru. Sekitar dua pertiga responden melaporkan memiliki satu atau lebih masalah kesehatan fisik baru, dan hampir tiga perempat responden mengalami setidaknya satu masalah kesehatan mental baru.

Penelitian lain berjudul "Impact of COVID-19 on mental health and quality of life: Is there any effect?" yang dilansir  PLoS ONE melalui survei berbasis web yang dilakukan di 18 negara di Timur Tengah dan Afrika Utara termasuk Aljazair, Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Oman, Palestina, Qatar, Republik Yaman, Arab Saudi, Sudan, Suriah, Tunisia, dan Uni Emirat Arab menghasilkan, sekitar 40% dari peserta melaporkan peningkatan stres dari pekerjaan selama pandemi, 45,3% merasakan peningkatan tingkat stres dari masalah keuangan, dan 60,3% peserta mengalami peningkatan stres karena bekerja dari rumah selama pandemi.

Mengapa bisa begitu? Apa sebenarnya yang membuat para pekerja merasa cemas dan stres bekerja dari rumah? Hal krusial pertama yang banyak dialami pekerja dari rumah adalah pembagian waktu yang tidak terstruktur. Ditambah lagi dengan tantangan lain yang harus dihadapi, termasuk menghabiskan seluruh hari kerja di rumah bersama pasangan, anak-anak, atau orang tua yang sudah lanjut usia. Artinya, terdapat lebih banyak distraksi selama bekerja di rumah yang mengakibatkan seseorang bisa mengalami stres.

Atasi stres agar tidak cemas selama bekerja di rumah

Jika stres yang kamu alami sudah semakin memuncak, kini waktunya kamu mengatasi semuanya dengan baik dan benar. Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk meningkatkan kesehatan mentalmu selama bekerja dari rumah!

1. Pertahankan rutinitas pagi

Ayo angkat tanganmu kalau selama bekerja dari rumah, kamu biasa baru bangun pagi dari tempat tidur 10 menit hingga 15 menit menjelang meeting pagi! Kebiasaan memulai pagi dengan terburu-buru seperti ini bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya stres. Alasannya pertama, kamu akan merasa dikejar waktu. Lalu kedua, kamu ketinggalan banyak rutinitas pagi yang seharusnya bisa lebih membantu tubuh dan pikiranmu untuk siap melakukann aktivitas.

Oleh karena itu, kamu perlu mempertahankan rutinitas pagi hari yang biasa kamu lakukan saat pergi ke kantor, seperti bangun tepat waktu, mandi, berpakaian, dan sarapan pagi yang akan menjadi bahan bakar untuk tubuhmu beraktivitas dan mencukupi kebutuhan cairan selama sisa harimu. Rutinitas pagi ini akan membantu jam biologis tubuhmu untuk mempertahankan strukturnya. Dengan begitu otakmu juga bisa fokus saat bekerja dari rumah dan membantu kamu untuk merasa nyaman.

 

Baca juga: Burnout Selama WFH? Kenali Tanda-tanda, Penyebab, Serta Cari Tahu Cara Mengatasinya

 

2. Latih self-care secara teratur, tidak hanya saat stres

Bagi kebanyakan orang, kehidupan kantor yang dimulai dari jam 09.00 hingga jam 17.00 sore akan membentuk jadwal yang terstruktur mulai dari tiba di kantor, menyelesaikan pekerjaan, hingga waktu pulang tiba. Sedangkan, ketika kamu bekerja dari rumah, struktur itu bergantung pada diri kamu sendiri. Jika kamu tidak memiliki jadwal yang terstruktur, dampaknya sering kali membuatmu sulit untuk mencapai work-life balance dan menyediakan waktu untuk self-care. Ketidakseimbangan ini akhirnya dapat menyebabkan rasa cemas dan stres.

Untuk itu, saat kamu bekerja dari rumah, penting untuk memprioritaskan perawatan diri secara teratur, tidak hanya saat stres. Melakukan self-care ini dapat membantumu tetap terhubung dengan diri sendiri dan lebih memahami apa yang kamu butuhkan dalam hal keseimbangan kehidupan kerja. Luangkan waktu untuk mencari tahu cara terbaik untuk menjaga diri sendiri dan memenuhi kebutuhanmu. Cobalah mulai berbagai hal-hal yang kamu sukai seperti berolahraga secara teratur, berlatih meditasi, mencoba yoga, membaca buku favorit selama waktu senggang, hingga mendengarkan musik yang kamu sukai.

 

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Samping Kesehatan Fisik saat Pandemi COVID-19

 

3. Jangan panik setiap kali ada notifikasi masuk

Selama bekerja dari rumah, terkadang kamu mungkin mengalami hari di mana jadwal panggilan Zoom meeting yang berderet tanpa akhir, sementara kamu masih harus membalas email atau chat yang terus berdatangan dari klien, staf, atau rekan kerjamu. Wajar kalau kamu merasa cemas setiap kali ada notifikasi email atau chat yang masuk. Kamu pun pastinya ingin segera tahu apa isinya dan memberikan respon tepat dengan cepat. Hingga akhirnya hal ini bikin kamu terlambat makan siang.

Agar ini tidak menjadi kebiasaan, tipsnya mulailah mengatur momen kerja. Kamu juga perlu menentukan kapan waktu kamu akan online dan kapan waktu kamu akan offline. Saat kamu sedang meeting, kamu bisa mengatur status "sedang rapat" sehingga rekan kerjamu tidak akan bertanya-tanya mengapa kamu belum membalas atau tidak menghubungi mereka kembali. Trik berikutnya adalah di saat waktu istirahat kamu tidak perlu online, lalu matikan atau sembunyikan perangkatmu selama satu jam. Dengan begitu, kamu bisa lebih santai saat kembali bekerja dan nantinya bisa lebih fokus menjawab semua email masuk yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan respon lebih dulu.

 

Baca juga: Kenali Kebiasaan-kebiasaan yang Dapat Menurunkan Kekebalan Tubuh

 

4. Jangan ragu menolak permintaan yang tidak terkait dengan pekerjaan

Selama jam kerja, kamu mungkin menerima banyak permintaan, baik yang terkait dan yang tidak terkait dengan pekerjaan. Bagi sebagian orang, mungkin terasa sangat sulit untuk mengatakan tidak kepada orang lain dan menempatkan kebutuhan kamu pribadi di atas kebutuhan mereka.

Namun, ketahuilah bahwa menolak permintaan orang lain tidak apa-apa jika itu mengganggu kemampuan kamu untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabmu. Bila load pekerjaanmu sedang penuh, kamu bisa menolak permintaan secara sopan dengan bilang bahwa kamu akan mengerjakannya setelah pekerjaan yang sedang kamu lakukan telah selesai. Dengan begitu, mereka akan tahu kalau kamu membutuhkan waktu dan mereka tidak perlu mengejar-mengejar kamu.

5. Minta dukungan dari keluarga

Terakhir dan yang paling utama, percayalah bahwa tidak ada yang salah dengan meminta bantuan saat kamu membutuhkannya. Ingatlah, kamu tidak sendirian. Tentunya pasangan, anak-anak, dan orang-orang terkasih lainnya dapat mendukung kamu di saat kamu membutuhkan pertolongan mereka.

Jika saat kamu bekerja dari rumah kamu merasa kewalahan, cemas, hingga stres dan jika kondisi yang kamu alami menjadi tidak terkendali, beri tahu seseorang yang kamu percayai atau orang-orang terdekatmu, dan cari bantuan yang sesuai. Jika perlu, bicarakan kondisi kamu dengan dokter atau terapis,

Sama seperti keterampilan lainnya, mempelajari cara mengelola kecemasan selama kamu bekerja dari rumah tentunya membutuhkan latihan, waktu, dan kasih sayang untuk diri sendiri. Selain lima langkah yang bisa kamu lakukan untuk meningkat kesehatanmu, jangan lupakan untuk perhatikan kesehatan fisikmu juga ya! Salah satu perlindungan optimal selama masa WFH yang bisa melengkapi kebutuhan proteksimu dan juga orang-orang tersayang adalah dengan memiliki asuransi kesehatan dari Allianz Indonesia. Stay healthy!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan