Belakangan, peringatan mengenai potensi gempa dan tsunami akibat aktivitas megathrust di wilayah seperti Selat Sunda dan Mentawai kembali menjadi perhatian. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi tanpa diduga. Karena itu, penting untuk mengenali risiko dan melakukan langkah mitigasi sejak dini, sebelum keadaan darurat terjadi dan situasi menjadi lebih sulit dikendalikan.
Untuk mengetahui seberapa siap kamu menghadapi berbagai risiko tersebut, coba lakukan mini risk check berikut. Jawab setiap pernyataan dengan “YA” atau “TIDAK” sesuai kondisi kamu saat ini.
Mini Risk Check: Berapa Banyak yang Bisa Kamu Jawab “YA”?
1. Saya tahu risiko bencana yang paling mungkin terjadi di wilayah tempat tinggal saya.
Setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda. Kenali risiko yang paling relevan di lingkungan tempat tinggal, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kebakaran, atau bencana lainnya.
Mengetahui risiko di sekitar tempat tinggal bisa membantu kamu menentukan apa saja yang perlu dipersiapkan jika keadaan darurat terjadi.
Kamu bisa mencari informasi mengenai potensi bencana melalui sumber resmi seperti BMKG, BNPB, BPBD, atau pemerintah daerah.
2. Saya memiliki dana darurat untuk menghadapi pengeluaran tak terduga.
Bencana dapat menimbulkan pengeluaran yang tidak masuk dalam anggaran bulanan. Misalnya, kamu perlu membeli kebutuhan sehari-hari, memperbaiki kendaraan, rumah, atau memenuhi kebutuhan lain yang muncul secara tiba-tiba.
Dana darurat dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak tanpa langsung mengganggu kebutuhan rutin atau rencana keuangan lainnya.
Besarnya dana yang dibutuhkan tentu berbeda untuk setiap orang, tergantung kondisi keuangan dan kebutuhan rumah tangga.
3. Rumah dan barang berharga saya sudah dipertimbangkan perlindungannya.
Rumah, termasuk barang di dalamnya dapat mengalami kerusakan dengan level yang berbeda akibat berbagai risiko, tergantung lokasi dan kondisi lingkungan. Karena itu, coba cek kembali apakah aset yang kamu miliki sudah mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan risikonya.
Selain nilai barang, pikirkan juga dokumen penting dan benda yang sulit digantikan. Simpan dokumen penting di tempat yang aman dan mudah diambil jika sewaktu-waktu kamu perlu melakukan evakuasi. Tidak ada salahnya jika kamu juga melakukan back up penyimpanan dokumen dalam bentuk soft copy.
4. Kendaraan saya memiliki perlindungan yang sesuai dengan risikonya.
Kendaraan dapat membantu mobilitas ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga bisa mengalami kerusakan atau kehilangan.
Coba cek kembali perlindungan kendaraan yang kamu miliki. Pahami risiko apa saja yang ditanggung, termasuk ketentuan dan pengecualiannya.
Periksa kembali ketentuan polis secara berkala, terutama jika kondisi kendaraan atau kebutuhan kamu sudah berubah.
5. Saya memahami perlindungan kesehatan dan jiwa yang saya miliki.
Dalam situasi bencana, kebutuhan medis dapat muncul secara tiba-tiba. Karena itu, penting untuk memahami manfaat perlindungan kesehatan dan jiwa yang sudah kamu miliki.
Selain menyimpan dokumen polis, ketahui juga manfaat yang tersedia, bagaimana cara mengajukan klaim, dan siapa yang bisa dihubungi ketika membutuhkan bantuan.
6. Saya tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.
Kamu sebaiknya mengetahui jalur keluar, titik berkumpul, kontak darurat, dan lokasi aman yang dapat dituju. Jika tinggal bersama keluarga, pastikan setiap anggota memahami peran masing-masing saat keadaan darurat.
Red Cross juga menyarankan keluarga membuat rencana darurat, menentukan tempat berkumpul, menetapkan kontak darurat, serta berlatih menjalankan rencana tersebut.
Berapa Skor Persiapan Bencana Kamu?
Namun, yang perlu diperhatikan bahwa skor ini bukan ukuran mutlak kesiapan menghadapi bencana. Tujuannya adalah membantu kamu melihat bagian mana yang masih perlu diperbaiki sebelum keadaan darurat terjadi.
Swipe to view more
|
Jumlah Jawaban “YA” |
Hasil |
Apa yang Perlu Dilakukan? |
|
0–2 |
Saatnya Mulai Memetakan Risiko |
Masih ada beberapa risiko yang mungkin belum kamu pertimbangkan. Mulailah dengan mengenali potensi bencana di sekitar dan menentukan kebutuhan perlindungan yang paling penting. |
|
3–4 |
Sudah Cukup Siap, Tapi Masih Ada Celah |
Kamu sudah memiliki beberapa fondasi penting. Selanjutnya, pastikan rencana dan perlindungan yang dimiliki benar-benar sesuai dengan risiko serta kondisi kamu saat ini. |
|
5–6 |
Good Start, Jangan Lupa Review |
Persiapanmu sudah cukup baik. Tetap lakukan review secara berkala karena kondisi rumah, aset, keluarga, dan kebutuhan perlindungan dapat berubah. |
Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Risk Check?
Jika masih banyak jawaban “TIDAK”, tidak perlu langsung mempersiapkan semuanya sekaligus. Pertimbangkan risiko yang paling mungkin terjadi dan mulai dari langkah yang paling penting.
Kenali risiko di sekitar
Cari informasi mengenai potensi bencana di wilayah tempat tinggal melalui sumber resmi. Informasi tersebut dapat membantu kamu menentukan rute evakuasi, tas siaga, atau langkah khusus lainnya.
BPBD menekankan pentingnya mengetahui ancaman bencana serta melakukan tindakan sebelum bencana terjadi untuk mengurangi dampaknya.
Buat emergency plan bersama keluarga
Tentukan siapa yang perlu dihubungi, ke mana harus pergi, dan bagaimana anggota keluarga dapat saling bertemu jika terpisah. Rencana juga perlu mempertimbangkan serta melibatkan anak-anak, lansia, orang dengan kebutuhan khusus, dan hewan peliharaan jika ada.
Jangan berhenti pada membuat rencana di atas kertas. Latih beberapa langkah penting agar setiap anggota keluarga tidak bingung ketika situasi sebenarnya terjadi.
Siapkan tas siaga
Isi tas dengan kebutuhan yang benar-benar diperlukan saat harus meninggalkan rumah, seperti air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, dokumen penting, senter, baterai, dan kebutuhan pribadi.
Pastikan juga tas siaga ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan akses keluar rumah.
Review perlindungan secara berkala
Kebutuhan perlindungan bisa berubah ketika kamu membeli aset baru, pindah rumah, memiliki kendaraan, atau mengalami perubahan kondisi keluarga, seperti bertambahnya anggota keluarga. Karena itu, jangan menganggap perlindungan yang dibuat beberapa tahun lalu pasti masih sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Red Cross mengingatkan agar perlengkapan darurat diperiksa secara berkala dan diperbarui ketika kebutuhan rumah tangga berubah.
Jangan tunggu sampai bencana terjadi untuk mulai memikirkan risiko. Mengenali risiko lebih awal membantu kamu menentukan apa yang perlu dipersiapkan, mulai dari emergency plan, dana darurat, perlengkapan siaga, hingga perlindungan yang sesuai.
Persiapan bencana bukan berarti menganggap hal buruk pasti terjadi. Justru, kesiapan memberi kamu lebih banyak pilihan untuk bertindak ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana.