Fenomena ini dikenal sebagai post-vacation fatigue, yaitu rasa lelah yang muncul setelah liburan berakhir. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat saat kembali bekerja atau beraktivitas.
Meski umumnya hanya bersifat sementara, memahami penyebab rasa lelah setelah liburan dan cara mengatasinya dapat membantu tubuh pulih lebih cepat sehingga kamu bisa kembali beraktivitas dengan optimal.
Apa Itu Post-Vacation Fatigue?
Post-vacation fatigue adalah rasa lelah yang muncul setelah liburan berakhir, dilansir dari theSkimm.
Kondisi ini bisa bersifat fisik maupun mental, terutama jika selama liburan kamu banyak berpindah tempat, kurang tidur, atau memiliki jadwal yang padat.
Tingkat keparahannya pun berbeda-beda. Ada yang hanya merasa mengantuk selama satu hari, tetapi ada juga yang membutuhkan beberapa hari hingga tubuh benar-benar kembali ke ritme normal.
Mengapa Tubuh Bisa Lelah Setelah Liburan?
Liburan memang menyenangkan, tetapi tubuh tetap harus beradaptasi dengan banyak perubahan. Melansir Progressive Medical Center, beberapa kebiasaan selama liburan justru membuat tubuh bekerja lebih keras dibanding hari-hari biasa.
1. Pola Tidur Berubah
Saat liburan, banyak orang tidur lebih larut dan bangun lebih siang dari biasanya. Ketika harus kembali ke rutinitas harian seperti bekerja atau sekolah, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali jam biologisnya sehingga rasa lelah masih dapat dirasakan selama beberapa hari.
2. Jadwal Perjalanan yang Padat
Berpindah dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan energi yang tidak sedikit. Apalagi jika perjalanan dilakukan sejak pagi hingga malam tanpa waktu istirahat yang cukup.
3. Terlalu Banyak Aktivitas
Mengunjungi banyak destinasi dalam waktu singkat memang menyenangkan, tetapi dapat menguras energi, apalagi jika ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu yang lama. Tanpa disadari, berpindah dari satu tempat ke tempat lain sepanjang hari membuat tubuh mengeluarkan energi lebih besar dibanding rutinitas sehari-hari.
4. Kurang Memenuhi Kebutuhan Cairan
Perjalanan panjang membuat sebagian orang lupa minum air putih. Saat berlibur ke daerah bercuaca dingin, rasa haus biasanya berkurang sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh tetap membutuhkan cairan. Sebaliknya, saat berlibur ke daerah bercuaca panas, banyak wisatawan yang lebih memilih minuman manis atau dingin karena dianggap lebih menyegarkan.
Padahal, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting selama berlibur. Karena itu, pastikan kamu minum air putih secara rutin sepanjang hari. Sebagai informasi, dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat tubuh terasa lemas dan sulit berkonsentrasi.
5. Pola Makan Berubah
Selama liburan, jadwal makan sering menjadi tidak teratur. Selain itu, banyak orang memanfaatkan waktu liburan untuk mencoba berbagai makanan khas atau kuliner baru. Mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, atau dalam porsi yang lebih besar dari biasanya juga bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman setelah liburan selesai.
6. Perjalanan Jauh
Perjalanan menggunakan mobil, kereta, atau pesawat dalam waktu lama dapat membuat otot terasa kaku. Jika perjalanan melintasi zona waktu yang berbeda, tubuh juga bisa mengalami jet lag.
7. Overstimulasi Selama Liburan
Selama berlibur, tubuh dan otak menerima banyak rangsangan baru, mulai dari berpindah tempat, bertemu banyak orang, mencoba berbagai aktivitas hingga mengikuti jadwal perjalanan yang padat. Setelah liburan berakhir, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan beradaptasi kembali sehingga rasa lelah kemungkinan masih dapat dirasakan.
8. Stres saat Kembali ke Rutinitas
Sebagian orang justru merasa tertekan ketika memikirkan pekerjaan atau tugas yang menumpuk setelah liburan. Perubahan suasana dari masa libur ke rutinitas harian juga dapat memengaruhi tingkat energi dan kondisi mental.
Cara Mengatasi Lelah Setelah Liburan
Kabar baiknya, post-vacation fatigue umumnya dapat membaik dalam beberapa hari. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu proses pemulihan berjalan lebih cepat.
1. Kembali ke Jadwal Tidur yang Teratur
Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama seperti sebelum liburan. Semakin cepat ritme tidur kembali normal, semakin mudah tubuh menyesuaikan diri.
2. Minum Air Putih yang Cukup
Penuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih mudah memulihkan energi setelah perjalanan.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Perbanyak buah, sayur, protein tanpa lemak, dan makanan yang kaya vitamin. Asupan nutrisi yang baik membantu tubuh memperbaiki jaringan dan mengembalikan energi.
4. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Tidak perlu langsung berolahraga berat. Jalan santai atau peregangan selama 20-30 menit sudah cukup membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa pegal.
5. Beri Waktu untuk Beradaptasi
Kalau memungkinkan, hindari langsung mengisi hari pertama setelah liburan dengan agenda yang terlalu padat.
Tubuh akan lebih mudah menyesuaikan diri jika diberi waktu untuk kembali ke rutinitas secara bertahap.
6. Batasi Konsumsi Kafein Berlebihan
Kopi memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara. Namun, konsumsi berlebihan justru dapat mengganggu kualitas tidur pada malam hari.
Apakah Kamu Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Rasa lelah setelah liburan umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Kalau keluhan berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, semakin berat, atau disertai demam, sesak napas, nyeri dada, maupun penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan juga diperlukan jika kelelahan membuat kamu sulit menjalankan aktivitas sehari-hari atau muncul bersamaan dengan keluhan kesehatan lainnya.
Lelah setelah liburan terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas sehari-hari. Perubahan pola tidur, perjalanan panjang, aktivitas yang padat, hingga kurangnya asupan cairan menjadi beberapa alasan kelelahan setelah liburan.
Sebagian besar kondisi ini akan membaik dengan istirahat yang cukup, pola makan yang seimbang, dan tidur yang berkualitas. Namun, jika rasa lelah berlangsung terlalu lama atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Agar liburan kamu terasa lebih tenang, kamu juga bisa melengkapinya dengan perlindungan asuransi perjalanan. Allianz TravelPro adalah perlindungan perjalanan yang memberikan beragam manfaat, mulai dari perlindungan medis, evakuasi dan repatriasi medis darurat, penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, serta berbagai ketidaknyamanan lainnya yang dapat terjadi selama perjalanan ke dan dari destinasi tujuan.
Kamu juga bisa menghubungi AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id untuk mengetahui jaminan produk asuransi perjalanan Allianz TravelPro lengkap. Dengan begitu, kamu bisa memilih dan membeli asuransi perjalanan yang tepat dan sesuai dengan rencana perjalanan kamu.
Di samping itu, ketika dalam perjalanan kamu mengalami suatu kerugian dan ingin mengajukan klaim, kamu bisa mengajukan klaim melalui AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id atau Allianz Emergency di nomor +6221 5085 8886 untuk keadaan darurat di luar negeri.