lelah setelah liburan

Penyebab Lelah Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya

20 Juli 2026 | Allianz Indonesia
Liburan sering kali identik dengan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Namun, tidak sedikit orang justru merasa lebih lelah, bahkan sulit berkonsentrasi setelah selesai liburan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti perubahan pola tidur, jadwal yang padat, perjalanan jauh, hingga tubuh yang belum sepenuhnya beradaptasi kembali dengan rutinitas sehari-hari.

Fenomena ini dikenal sebagai post-vacation fatigue, yaitu rasa lelah yang muncul setelah liburan berakhir. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat saat kembali bekerja atau beraktivitas. 

Meski umumnya hanya bersifat sementara, memahami penyebab rasa lelah setelah liburan dan cara mengatasinya dapat membantu tubuh pulih lebih cepat sehingga kamu bisa kembali beraktivitas dengan optimal. 

Post-vacation fatigue adalah rasa lelah yang muncul setelah liburan berakhir, dilansir dari theSkimm.

Kondisi ini bisa bersifat fisik maupun mental, terutama jika selama liburan kamu banyak berpindah tempat, kurang tidur, atau memiliki jadwal yang padat.

Tingkat keparahannya pun berbeda-beda. Ada yang hanya merasa mengantuk selama satu hari, tetapi ada juga yang membutuhkan beberapa hari hingga tubuh benar-benar kembali ke ritme normal.

Liburan memang menyenangkan, tetapi tubuh tetap harus beradaptasi dengan banyak perubahan. Melansir Progressive Medical Center, beberapa kebiasaan selama liburan justru membuat tubuh bekerja lebih keras dibanding hari-hari biasa.

Saat liburan, banyak orang tidur lebih larut dan bangun lebih siang dari biasanya. Ketika harus kembali ke rutinitas harian seperti bekerja atau sekolah, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali jam biologisnya sehingga rasa lelah masih dapat dirasakan selama beberapa hari.

Berpindah dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan energi yang tidak sedikit. Apalagi jika perjalanan dilakukan sejak pagi hingga malam tanpa waktu istirahat yang cukup.

Mengunjungi banyak destinasi dalam waktu singkat memang menyenangkan, tetapi dapat menguras energi, apalagi jika ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu yang lama. Tanpa disadari, berpindah dari satu tempat ke tempat lain sepanjang hari membuat tubuh mengeluarkan energi lebih besar dibanding rutinitas sehari-hari.

Perjalanan panjang membuat sebagian orang lupa minum air putih. Saat berlibur ke daerah bercuaca dingin, rasa haus biasanya berkurang sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh tetap membutuhkan cairan. Sebaliknya, saat berlibur ke daerah bercuaca panas, banyak wisatawan yang lebih memilih minuman manis atau dingin karena dianggap lebih menyegarkan. 

Padahal, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting selama berlibur. Karena itu, pastikan kamu minum air putih secara rutin sepanjang hari. Sebagai informasi, dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat tubuh terasa lemas dan sulit berkonsentrasi.

Selama liburan, jadwal makan sering menjadi tidak teratur. Selain itu, banyak orang memanfaatkan waktu liburan untuk mencoba berbagai makanan khas atau kuliner baru. Mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, atau dalam porsi yang lebih besar dari biasanya juga bisa membuat tubuh terasa kurang nyaman setelah liburan selesai.

Perjalanan menggunakan mobil, kereta, atau pesawat dalam waktu lama dapat membuat otot terasa kaku. Jika perjalanan melintasi zona waktu yang berbeda, tubuh juga bisa mengalami jet lag.

Selama berlibur, tubuh dan otak menerima banyak rangsangan baru, mulai dari berpindah tempat, bertemu banyak orang, mencoba berbagai aktivitas hingga mengikuti jadwal perjalanan yang padat. Setelah liburan berakhir, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan beradaptasi kembali sehingga rasa lelah kemungkinan masih dapat dirasakan.

Sebagian orang justru merasa tertekan ketika memikirkan pekerjaan atau tugas yang menumpuk setelah liburan. Perubahan suasana dari masa libur ke rutinitas harian juga dapat memengaruhi tingkat energi dan kondisi mental.

Kabar baiknya, post-vacation fatigue umumnya dapat membaik dalam beberapa hari. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Usahakan tidur dan bangun pada jam yang sama seperti sebelum liburan. Semakin cepat ritme tidur kembali normal, semakin mudah tubuh menyesuaikan diri.

Penuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih mudah memulihkan energi setelah perjalanan.

Perbanyak buah, sayur, protein tanpa lemak, dan makanan yang kaya vitamin. Asupan nutrisi yang baik membantu tubuh memperbaiki jaringan dan mengembalikan energi.

Tidak perlu langsung berolahraga berat. Jalan santai atau peregangan selama 20-30 menit sudah cukup membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa pegal.

Kalau memungkinkan, hindari langsung mengisi hari pertama setelah liburan dengan agenda yang terlalu padat.

Tubuh akan lebih mudah menyesuaikan diri jika diberi waktu untuk kembali ke rutinitas secara bertahap.

Kopi memang bisa membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara. Namun, konsumsi berlebihan justru dapat mengganggu kualitas tidur pada malam hari.

Rasa lelah setelah liburan umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Kalau keluhan berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, semakin berat, atau disertai demam, sesak napas, nyeri dada, maupun penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan juga diperlukan jika kelelahan membuat kamu sulit menjalankan aktivitas sehari-hari atau muncul bersamaan dengan keluhan kesehatan lainnya.

Lelah setelah liburan terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan rutinitas sehari-hari. Perubahan pola tidur, perjalanan panjang, aktivitas yang padat, hingga kurangnya asupan cairan menjadi beberapa alasan kelelahan setelah liburan.

Sebagian besar kondisi ini akan membaik dengan istirahat yang cukup, pola makan yang seimbang, dan tidur yang berkualitas. Namun, jika rasa lelah berlangsung terlalu lama atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. 

Agar liburan kamu terasa lebih tenang, kamu juga bisa melengkapinya dengan perlindungan asuransi perjalanan. Allianz TravelPro adalah perlindungan perjalanan yang memberikan beragam manfaat, mulai dari perlindungan medis, evakuasi dan repatriasi medis darurat, penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, serta berbagai ketidaknyamanan lainnya yang dapat terjadi selama perjalanan ke dan dari destinasi tujuan.

Kamu juga bisa menghubungi AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id untuk mengetahui jaminan produk asuransi perjalanan Allianz TravelPro lengkap. Dengan begitu, kamu bisa memilih dan membeli asuransi perjalanan yang tepat dan sesuai dengan rencana perjalanan kamu.

Di samping itu, ketika dalam perjalanan kamu mengalami suatu kerugian dan ingin mengajukan klaim, kamu bisa mengajukan klaim melalui AllianzCare 1500 136 atau email ke Travel@Allianz.co.id atau Allianz Emergency di nomor +6221 5085 8886 untuk keadaan darurat di luar negeri.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan

Jan 07, 2026

Jan 20, 2026