Mau Jadi Pahlawan Finansial? Ini Cara Melindungi Kondisi Keuangan Keluargamu

10 November 2021 | Allianz Indonesia
Layaknya pejuang kemerdekaan, seorang pahlawan finansial keluarga juga memiliki medan pertempuran seperti mengelola arus kas, mencari proteksi keluarga, serta mengatur tabungan dan investasi.

Keluarga adalah segalanya. Bagi banyak orang, keluarga adalah motivasi utama dalam bekerja. Maka tak heran jika ada banyak orang ingin menjadi pahlawan finansial bagi keluarganya. Tujuannya tidak lain agar keluarga bahagia dan sejahtera. Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 November, kamu juga bisa ambil bagian menjadi pahlawan keuangan keluarga dengan menyusun perencanaan finansial.

Layaknya pejuang kemerdekaan, seorang pahlawan finansial keluarga juga memiliki medan pertempuran yang harus dimenangkan. Medan pertempuran ini ada berbagai macam, mulai dari tantangan mengelola arus kas, tepat memberikan proteksi sesuai kebutuhan keluarga, serta mengatur tabungan dan investasi untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Berikut cara menjadi pahlawan finansial demi kesejahteraan keluarga di masa depan!

1. Menjadi pencari nafkah yang bertanggung jawab

Pertempuran pertama yang harus dimenangkan oleh seseorang pahlawan finansial keluarga adalah memiliki sumber penghasilan. Kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan menjalankan usaha sendiri atau bekerja bagi pihak lain, alias menjadi karyawan.

Sangat mungkin, kebutuhan yang akan dihadapi keluargamu akan melampaui pendapatan yang bisa kamu himpun. Dalam situasi seperti ini, ada baiknya kamu memantau peluang untuk mendapatkan pekerjaan dengan imbalan yang lebih baik. Sementara bagi kamu yang menjalankan usaha sendiri, kamu bisa terus menjajaki peluang untuk memperbesar skala bisnis atau merambah bisnis lain.

Selain itu, jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan, buka peluang baru agar tetap aman jika satu sumber penghasilan mengalami masalah. Bagi kamu yang berstatus sebagai karyawan maupun pebisnis, kamu bisa mencari pekerjaan lepas sampingan alias freelancer. Di masa ekonomi digital seperti sekarang, peluang menjadi freelancer sangat terbuka, dan imbalannya pun lumayan menggoda.

 

Baca juga: Intip Website Cari Kerja untuk Freelancer Pemula

 

2. Pandai mengelola arus kas keluarga

Seperti halnya perusahaan, keluarga juga membutuhkan pengelolaan arus kas. Tujuannya yaitu untuk memastikan kemampuan keuangan keluarga terjaga, sehingga setiap kebutuhan bisa terpenuhi.

Jika dipersingkat, tugas yang perlu kamu lakukan dalam mengatur arus kas keluarga adalah menyusun anggaran pengeluaran dan pemasukan yang perlu dipenuhi. Termasuk dalam pengelolaan arus kas ini ialah menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk tabungan dan dana darurat.

Dalam menyusun anggaran pengeluaran, kamu perlu mendata pengeluaran tetap dan pengeluaran variabel. Yang termasuk pengeluaran tetap misalnya cicilan kredit rumah, premi asuransi, tabungan untuk dana darurat, tabungan untuk tujuan keuangan lainnya, dan uang sekolah anak.

Idealnya, kamu perlu menyisihkan dana darurat sebanyak enam kali pengeluaran bulanan. Selain itu, sisihkan 10% dari penghasilan bulananmu untuk premi asuransi dan 10% untuk tabungan. Kamu pun boleh saja memanfaatkan fasilitas utang, asal rasio cicilan yang perlu dibayar setiap bulan dibandingkan dengan penghasilan tidak lebih dari 35%.

Sementara pengeluaran variabel misalnya biaya hiburan, biaya internet, biaya hang out, dan sebagainya. Jika kamu mau berhemat, maka kamu perlu membatasi biaya variabel ini, misalnya maksimal 10% dari penghasilan. Atau, dalam kondisi tertentu, kamu selalu bisa memangkas atau bahkan menghilangkan pos-pos yang terdapat pada pengeluaran variabel. Kamu bisa melakukan berbagai penghematan sejalan dengan kebijakan pembatasan. Semisal, memangkas biaya transportasi atau hang out seiring dengan kebijakan bekerja dari rumah dan pembatasan sosial di mal.

 

Baca juga: Jurus Memperkuat Dana Darurat agar Bisa Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19

 

3. Melindungi keluarga dari berbagai risiko

Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari risiko. Dan di masa kini, sejumlah risiko itu bisa membawa dampak yang negatif terhadap kondisi keuangan. Ambil contoh risiko meninggal atau jatuh sakit.

Untuk risiko meninggal, misalnya. Jika risiko ini terjadi pada orang yang bertugas mencari nafkah, tentu kehidupan ekonomi keluarga akan terganggu. Sedangkan risiko jatuh sakit, siapapun yang mengalaminya, pasti akan turut mengganggu kesehatan keuangan keluarga.

Tiap manusia tak bisa menghilangkan risiko-risiko itu. Tetapi, kita bisa meminimalkan dampak kehadiran risiko itu terhadap kondisi keuangan keluarga kita. Caranya, ya apalagi kalau bukan memanfaatkan produk asuransi.

Pahlawan finansial keluarga tentu tidak akan lupa menyediakan asuransi untuk memproteksi keluarganya. Agar keluarga tidak kesulitan saat ditinggal sang pencari nafkah, asuransi jiwa merupakan pelindung yang tepat. Sementara asuransi kesehatan menjadi penyangga keuangan di saat ada anggota keluarga yang jatuh sakit.

Berbagai pilihan produk asuransi jiwa dan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu bisa kamu dapatkan dari Allianz Indonesia, untuk informasi selengkapnya cek  di sini  .

4. Melakukan Investasi

Melakukan investasi merupakan hal lain yang harus dilakukan pahlawan finansial keluarga. Investasi perlu dilakukan untuk mengembangkan aset demi memenuhi tujuan finansial keluarga di masa depan.

Tujuan finansial, serta waktu yang ingin dicapai perlu ditetapkan terlebih dahulu oleh keluarga. Langkah berikutnya, kamu bisa mengidentifikasi profil risiko investasi untuk menentukan strategi investasi yang tepat.

Merujuk ke tujuan investasi dan kerangka waktu pencapaian, serta hasil identifikasi risk dan reward, kamu dan keluarga akan lebih mudah dalam menentukan jenis instrumen yang akan mengisi keranjang investasi.

5. Menyiapkan dana pensiun

Salah satu tujuan keuangan yang harus kamu rancang adalah menyiapkan dana pensiun demi masa tua yang nyaman dan bahagia. Bagi kamu yang sudah melek investasi dan sangat paham dengan seluk beluk pasar, sangat mungkin kamu mencapai tujuan ini dengan melakukan pengelolaan dana sendiri.

Namun kenyataannya, kebanyakan orang kesulitan untuk mengelola investasi sendiri dalam mencapai tujuan pemenuhan dana di usia pensiun. Ada yang terhambat oleh kemampuan atau literasi finansial. Ada juga yang tidak bisa melakukan investasi sendiri karena tidak punya cukup waktu.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan kebanyakan orang, sejumlah perusahaan keuangan menawarkan produk yang disebut dana pensiun lembaga keuangan atau DPLK. Salah satu DPLK yang bisa kamu pertimbangkan ialah DPLK dari Allianz Indonesia.

Baca juga: Nikmati Hidup Tenang di Hari Tua Karena Punya Dana Pensiun DPLK PDKP

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan