Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Kenali Modus-modus Penipuan yang Dilakukan Oleh Oknum Agen Asuransi

29 Mei 2020 | Allianz Indonesia
Ada pula oknum tidak bertanggung jawab yang kadang melakukan penyalahgunaan perannya sebagai agen. Apa saja modus-modus penipuan tersebut?

Sebagai suatu produk finansial, sebagian besar produk asuransi ditawarkan kepada masyarakat melalui agen pemasar. Kehadiran agen pemasar ini bisa menolong para calon nasabah untuk lebih memahami suatu produk asuransi. Para calon nasabah bisa menanyakan berbagai informasi mengenai produk asuransi dan konsultasi tentang produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, manfaat-manfaat yang ditawarkan suatu produk asuransi, cara klaim, dan lain sebagainya.

Namun, terlepas dari peran positif yang dilakukan oleh para agen asuransi ini, ada pula oknum tidak bertanggung jawab yang kadang melakukan penyalahgunaan perannya sebagai agen. Jadi, jika kamu hendak membeli asuransi, kenali modus-modus penipuan yang dilakukan oleh oknum agen asuransi tadi. Tujuannya supaya kamu terhindar dari kerugian yang besar dan agar tidak kapok membeli asuransi. Apa saja modus-modus tersebut?

 

1. Menyarankan calon nasabah untuk tidak menyatakan kondisi kesehatan yang sesungguhnya ketika mengisi formulir aplikasi polis

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada para calon nasabah, agen asuransi umumnya menawarkan untuk membantu mengisi formulir aplikasi asuransi. Bagi agen asuransi yang “nakal”, mereka umumnya menawarkan agar nasabah tidak terus terang mengenai kondisi kesehatan yang sesungguhnya. Hal ini dilakukan agar calon nasabah diterima oleh perusahaan asuransi. Namun, hal ini termasuk aksi yang tidak jujur dan berpotensi klaim ditolak nantinya karena perusahaan asuransi merasa tidak ada “itikad baik”(utmost good faith) antara kedua belah pihak.

 

Baca juga: Suatu Hari Bersama Agen Asuransi

 

2. Agen asuransi menyimpan premi untuk dirinya sendiri, dan tidak meneruskannya pada perusahaan asuransi

Ini bisa terjadi pada saat pertama kali si oknum agen asuransi menjaring calon nasabah. Agar kamu tidak terkena modus penipuan semacam ini, hindari mentransfer uang premi ke rekening pribadi agen asuransi, melainkan transferlah ke rekening perusahaan asuransi.

 

3. Ketika nasabah mau upgrade atau downgrade polis, agen malah menerbitkan polis yang baru

Ini modus selanjutnya yang bisa terjadi dalam penipuan agen asuransi. Alih-alih melakukan upgrade terhadap polis kamu, oknum agen asuransi malah membuka polis baru sesuai dengan manfaat yang kamu inginkan. Hal ini bertujuan agar agen dapat komisi atas pembukaan polis baru.

Sepintas, kamu mungkin tidak akan sadar karena manfaat yang tertera di polis kamu sesuai dengan yang kamu inginkan. Cara paling gampang mengetahui apakah polis kamu merupakan polis lama yang di-upgrade atau polis baru ialah dari nomor polis yang tertera. Jika itu polis lama, maka nomor polis tidak berubah. Sebaliknya, jika itu merupakan polis baru, maka nomor polis kamu akan berubah.Jika kamu jeli, hal ini merugikan kamu karena boleh jadi premi yang harus kamu bayar untuk polis baru lebih tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Jika polis kamu yang lama punya nilai tunai, kamu juga perlu waspada, karena bisa jadi nilai tunai dari polis yang lama ditarik untuk membayar premi polis baru.

Kamu bisa mengantisipasi hal ini. Jadi, biasanya ketika nasabah mengajukan upgrade, perusahaan asuransi akan mengirimkan notifikasi pemberitahuan bahwa underwriter sedang mempertimbangkan permohonan upgrade kamu. Ketika kamu menerima notifikasi, teliti nomor polis yang tertera, apakah nomor polis tersebut masih sama dengan polis lama atau bukan. Jika tidak sama, segera laporkan hal ini ke customer service agar mereka bisa segera menangani kasus ini. Jika polis baru kamu sudah terlanjur terbit dengan nomor berbeda, laporkan juga hal ini dan minta perusahaan asuransi mengganti kerugian yang kamu tanggung. Biasanya, perusahaan asuransi akan memberikan sanksi pada agen nakal seperti ini.

Kamu juga bisa mencegah hal seperti ini dengan membaca dengan teliti setiap formulir atau dokumen yang diberikan agen untuk kamu tanda tangani. Hindari untuk memberikan tanda tangan pada dokumen atau formulir yang masih kosong, dan jangan sembarangan memberikan tanda tangan pada dokumen atau formulir yang kamu belum baca dan tidak mengerti isinya.

 

Baca juga: Mengenali Agen Asuransi yang Terpercaya

 

4. Agen asuransi juga gemar menyarankan nasabahnya untuk pindah-pindah asuransi

Tujuannya juga sama, agar ia mendapatkan komisi pembukaan polis baru. Biasanya, mereka membujuk nasabah untuk pindah dengan menjanjikan pelayanan yang prima, seperti yang ia berikan ketika bergabung di perusahaan asuransi lama. Nasabah yang khawatir akan menemukan masalah klaim jika tidak dibantu si agen asuransi, sering kali terbujuk rayuan ini. Padahal, perusahaan asuransi yang kredibel akan membantu setiap nasabah, walaupun agennya berganti..

Lalu, pindah-pindah asuransi sangat berisiko membuat premi yang harus kamu bayar semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Setiap produk asuransi juga menawarkan manfaat yang berbeda-beda dan unik. Pindah asuransi membuat kamu berisiko melepas suatu manfaat yang tidak ditawarkan oleh asuransi baru.

 

5. Agen tidak menjelaskan secara rinci tentang produk asuransi yang ia jual, khususnya pada asuransi investasi atau unit link

Lagi-lagi, hal ini bisa terjadi karena agen tidak menerangkan produk asuransi secara detil karena ingin proses penjualan yang cepat, sehingga ia bisa mendapatkan komisi. Agar calon nasabah tertarik dan tidak berubah pikiran, ia memberikan ilustrasi yang paling “indah”, yakni jika investasi calon nasabah berkembang optimal. Dengan asumsi investasi berkembang maksimal, maka nasabah cukup bayar premi secara tunai selama 10 tahun saja, misalnya, kemudian pembayaran premi selanjutnya bisa diambil dari nilai tunai.

Acap kali agen asuransi tidak menyingkapkan fakta bahwa investasi juga bisa merugi. Unuk menghindari hal ini, sebaiknya kamu mempelajari dengan baik ilustrasi/proposal asuransi yang diberikan oleh agen. Jika ada yang tidak dimengerti dari ilustrasi/proposal yang diberikan agen, tanyakan ke agen sampai mendapatkan kejelasan.

 

Baca juga: Yuk, Mulai Resolusi Tahun Baru untuk Hidup Lebih Sehat!

 

Tapi jangan khawatir, masih banyak agen asuransi yang profesional

Meski ada berbagai modus penipuan yang dilakukan oleh oknum asuransi, namun kamu tidak perlu khawatir atau menjadi kapok membeli produk asuransi. Sebab, masih banyak agen asuransi yang baik hati dan siap melayani kamu secara profesional. Dengan bantuan para agen, kamu bisa menemukan beberapa layanan berikut:

  • Konsultasi mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu,
  • Menjelaskan secara detil tentang produk asuransi, meliputi manfaat dan ilustrasi premi yang perlu kamu bayar serta manfaat nilai tunai (jika ada),
  • Memandu kamu mengisi formulir pengajuan asuransi dengan benar dan meminta kamu menyertakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan,
  • Sigap membantu kamu dalam mengurus klaim,

Itulah dia beberapa modus-modus penipuan yang dilakukan oleh agen asuransi sekaligus layanan yang bisa kamu peroleh dari agen asuransi. Dengan mengetahui kedua hal ini, semoga kamu semakin waspada dan terhindar dari penipuan agen asuransi.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan