Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

HUT ke-494, Jakarta Masih Menyimpan Keunggulan untuk Meningkatkan Taraf Hidup

22 Juni 2021 | Allianz Indonesia
Jakarta merupakan kota yang selalu menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia untuk mengingkatkan taraf hidup mereka.

Setiap tanggal 22 Juni, Ibu kota DKI Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT). Memasuki usia yang ke-494, HUT DKI Jakarta tahun ini mengangkat tema “Jakarta Bangkit”. Seperti dikutip dari Detik, Juni 2021, tema ini diusung untuk mengobarkan semangat warga Jakarta untuk bersama-sama membangkitkan perekonomian, kehidupan sosial, dan pembangunan di Ibu kota tercinta.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi (PDB) Jakarta pada kuartal pertama tahun 2021 mencapai Rp717,36 triliun, atau menurun 1,65% dari kuartal pertama tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi yang minus di Jakarta ini seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional yang menurun 0,74% di periode yang sama. Meski mengalami penurunan, BPS mencatat PDB Jakarta semakin membaik, dilihat dari semakin mengecilnya kontraksi ekonomi sejak kuartal ketiga tahun 2020. Sebagai pusat perekonomian dan pusat pemerintahan, PDB Jakarta merupakan yang tertinggi di antara kota-kota lain di Indonesia.

 

Baca juga: Memahami Apa Itu Cryptocurrency Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

 

Masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah

Meski memiliki perekonomian yang paling mapan di antara semua kota di Tanah Air, Jakarta masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah. Beberapa persoalan yang dihadapi Jakarta antara lain kualitas udara yang buruk, kemacetan, tingkat pengangguran yang tinggi, serta sistem pengelolaan sampah yang masih tumpeng tindih.

Menurut laporan Centre for Research on Energy and Clean Air seperti dikutip Kompas, Agustus 2020, kebijakan kerja dari rumah yang berlaku sejak pandemi COVID-19 tidak membuat kualitas udara di Jakarta membaik. Dampak gas beracun yang ada di udara bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti infeksi saluran pernafasan dan penyakit pernafasan lainnya.

BPS juga mencatat, pandemi menyebabkan pengangguran di Jakarta bertambah. Pada Februari 2021 lalu, jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 8,75 juta orang, bertambah dibandingkan 6,93 juta orang pada Februari 2020.

Jakarta tetap diminati karena sejumlah keunggulan ini

Terlepas dari sejumlah masalah yang dihadapi, Jakarta masih menjadi “magnet” bagi penduduk dan pendatang untuk meningkatkan taraf hidup. Daya tarik Jakarta ini disebabkan sejumlah alasan, yaitu:

1. Menawarkan lebih banyak lapangan kerja

Di Jakarta, kita bisa menemukan berbagai perusahaan, baik nasional maupun multinasional. Bidang industri yang membutuhkan pekerja juga beragam, seperti kantor akuntan, jasa konsultasi, pabrik, non-government organization (NGO), bahkan startup. Keragaman bidang perusahaan inilah yang jarang ditemukan di daerah dan menjadi daya tarik warga daerah untuk mencari kerja di Ibu kota.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil seperti dikutip Kompas, November 2020, menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bermigrasi ke Jakarta pada Maret 2020 mencapai lebih dari 7.000 jiwa. Banyaknya penduduk daerah lain yang pindah ke Jakarta tidak terlepas dari persepsi bahwa lapangan kerja di Jakarta lebih banyak ketimbang di daerah. Meski faktanya lapangan kerja di Jakarta memang lebih banyak dibandingkan di daerah, namun jumlah lowongan pekerjaan ini tidak lebih banyak daripada jumlah pencari kerja. Ini menyebabkan tingkat pengangguran di Jakarta juga termasuk yang tertinggi. BPS seperti dikutip Katadata, Maret 2021, mencatat, jumlah ketersediaan lapangan kerja di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020 mencapai 14.600, lebih sedikit dari pencari kerja yang mencapai 15.600 orang.

2. Pencari kerja dan karyawan didorong untuk meningkatkan kemampuan diri

Dengan kondisi pencari kerja lebih banyak ketimbang lowongan kerja yang tersedia, maka para pencari kerja dan karyawan didorong untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri. Contohnya, pencari kerja dituntut untuk menguasai keahlian yang dibutuhkan oleh industri. Atau, untuk karyawan yang sudah bekerja, dituntut untuk mengikuti seminar, sertifikasi, atau pendidikan lanjut untuk bisa mengikuti program promosi. Dengan persaingan ketat semacam ini, praktis karyawan dan pencari kerja termotivasi untuk meningkatkan kemampuan diri.

 

Baca juga: Seperti Ini Skema Vaksinasi Gotong Royong yang Diadakan Perusahaan Swasta

 

3. Infrastruktur memadai

Iklim usaha di Jakarta didukung oleh infrastruktur yang memadai, seperti banyaknya apartemen atau kos-kosan yang disewakan di tengah kota atau perumahan baru yang dibangun di daerah satelit Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sehingga, para karyawan bisa pergi dan pulang kerja dengan jarak yang cukup terjangkau. Kondisi jalan raya di sebagian besar wilayah Jakarta juga relatif tertata dengan baik, dengan adanya jalan-jalan protokol serta sistem kendaraan ganjil-genap untuk mengatasi kemacetan. Untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap menghampiri saat debit air hujan tinggi, Jakarta sebetulnya memiliki sistem pembuangan air yang besar seperti di Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Bekerja di Jakarta juga terbantu dengan banyaknya pilihan jaringan internet dan sinyal yang sudah merata.

4. Moda transportasi lengkap

Jakarta juga memiliki infrastruktur transportasi yang paling mumpuni dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. Jakarta dikelilingi oleh sembilan ruas tol yang melintas, baik di lingkar dalam kota maupun di lingkar luar kota. Selain itu, moda transportasi di Jakarta juga lengkap, mulai dari angkutan umum dalam kota, busway, mass rapid transit (MRT), kereta rel listrik (KRL), taksi, hingga ojek. Semua moda transportasi ini sangat memudahkan warga Jakarta untuk berkendara baik untuk kerja, sekolah, maupun berekreasi.

Di samping empat keunggulan di atas, tentu ada banyak keunggulan Jakarta yang dirasakan oleh warganya, seperti jaringan dan koneksi yang luas terhadap lingkup profesional yang dapat membantu pengembangan karir.

 

Baca juga: #YUKPAHAMI Manfaat Asuransi Jiwa Unit Link agar Sesuai Kebutuhan Perlindungan

 

Tentu kamu juga sudah merasakan beberapa manfaat dan keunggulan dari Ibu kota tercinta kita, kan? Karena itu, di HUT Jakarta yang ke-494 mari kita sama-sama merawat dan menjaga Ibu kota Jakarta agar bisa bangkit dan terus istimewa. Bagi kamu para karyawan yang berkarya di Jakarta, jangan lupa lindungi diri dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan agar dapat bekerja dengan nyaman, keluarga pun tenang.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan