Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Di Masa Transisi, Tak Perlu Buru-Buru Beraktivitas di Luar Rumah

12 Juni 2020 | Allianz Indonesia
Di masa transisi ini, jika keadaan tidak mengharuskan kita bepergian keluar rumah, kita perlu untuk tetap #DiRumahAja sambil menunggu masa penurunan kasus corona.

Terhitung sejak awal Juni 2020, sejumlah pemerintah daerah mulai melonggarkan pembatasan sosial. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya, mulai memberlakukan masa transisi sejak awal pekan pengumuman dilakukan.

Di masa transisi, sejumlah sektor usaha mendapatkan pelonggaran dalam melakukan kegiatannya. Ambil contoh, restoran yang sudah diperbolehkan menerima tamu dine in. Tentu, masih ada pembatasan dalam kapasitas pengunjung. Begitu pula dengan tempat ibadah yang kembali dibuka.

Kendati sudah ada pelonggaran, namun tak bijak jika kamu lantas melupakan protokol pencegahan penyebaran virus corona. Jangan lupa, pelonggaran yang dilakukan oleh beberapa daerah itu semata merujuk ke sejumlah indikator yang memperlihatkan penurunan penyebaran virus.

Namun, fakta yang perlu kita ingat adalah, virus ini tetap ada, serta belum ada obat dan vaksin yang bisa menghentikan penyebarannya. Jadi, di masa transisi ini, jika keadaan tidak mengharuskan kita bepergian keluar rumah, kita perlu untuk tetap #DiRumahAja sambil menunggu masa penurunan kasus corona.

Mengapa kamu perlu berperan dalam memutus penyebaran virus corona?

Jadi, pelonggaran pembatasan sosial bukan dilakukan karena ancaman penyebaran virus sudah hilang. Ancaman penyebaran virus corona masih tetap ada. Dan, kamu masih perlu berperan dalam memutus rantai penyebaran virus corona karena:

    Virus tersebut menyebabkan penyakit, yang kini disebut dengan nama COVID-19, yang bisa berakibat fatal. Pencegahan penyebaran virus merupakan satu-satunya jalan untuk menekan wabah karena saat ini belum ada vaksin dan obat untuk COVID-19.

    Risiko terinfeksi virus corona membayangi seluruh orang, tanpa terkecuali karena ada orang yang sudah pernah terinfeksi dan dinyatakan sembuh, kembali terjangkit virus corona.

    Orang yang sudah terjangkiti virus corona, namun belum memperlihatkan gejala sakit, tetap berpotensi menularkan virus ke orang lain.

 

Baca juga: Ketahui Jenis Alat Tes untuk Mendeteksi COVID-19

 

Tips pencegahan virus corona di masa new normal

Jadi, sudah jelas bukan mengapa upaya menekan penyebaran virus corona merupakan langkah terbaik untuk memerangi pandemi COVID-19? Nah, untuk menekan penyebaran virus corona, kita perlu menjaga kesehatan diri selama memasuki normal baru, atau new normal.

Berbagai upaya perlu kita lakukan untuk menjaga kesehatan pribadi seperti mencuci tangan sebelum menyentuh muka. Kamu juga perlu mengonsumsi makanan yang bergizi serta cukup berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun menjaga kesehatan masing-masing tidak cukup untuk menekan penyebaran virus corona. Kita juga perlu melakukan upaya bersama untuk menghambat virus tersebut merajalela. Caranya? Simak tips yang dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kementerian Kesehatan berikut:

1. Menjauh dari kerumunan

Tetaplah menjauh dari kerumunan dan menjaga jarak secara fisik dengan orang lain. Upaya ini akan lebih mudah jika kita melakukan berbagai kegiatan di rumah, seperti bekerja atau belajar, maupun beribadah.

2. Hindari pertemuan sosial secara fisik

Upayakan untuk tetap menghindari pertemuan sosial secara fisik, seperti sekadar mengunjungi keluarga atau kerabat. Kita tetap bisa menjaga dan menjalin hubungan sosial melalui fasilitas telekomunikasi.

3. Patuhi protokol kesehatan bekerja di kantor

Bagi kamu yang bekerja di Jakarta, ada kemungkinan kamu mulai hadir di kantor seiring dengan pemberlakuan masa transisi. Jika ini yang terjadi, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama bekerja di kantor dan selama dalam perjalanan.

 

Baca juga: Kenali Serba-serbi New Normal agar Kamu Siap Menghadapinya

 

Tips pencegahan saat bekerja di kantor dan di kendaraan umum

Nah, untuk kamu yang sudah harus bekerja di kantor dan mengandalkan transportasi umum, jangan lupa untuk mengingat langkah-langkah pencegahan berikut:

  1. Menggunakan masker berbahan kain, gunakan masker kain maksimal 4 jam, serta bawa minimal 3 masker untuk beraktivitas di kantor.
  2. Bawa perlengkapan makan sendiri untuk dipakai di kantor.
  3. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal 20 detik sebelum dan setelah perjalanan.
  4. Bawalah perlengkapan pencegahan pribadi, seperti hand sanitizer, tisu basah berbasis alkohol, tisu kering, dan jika perlu face shield.  
  5. Tangan tidak menyentuh wajah selama dalam perjalanan.
  6. Jaga jarak dengan penumpang lain minimal 1 meter.
  7. Hindari menyentuh gagang pintu kendaraan atau bagian kendaraan selama menggunakan transportasi umum.
  8. Saat batuk atau bersin, gunakan tisu yang menutup hidung dan mulut. Buanglah tisu dalam plastik tertutup ke tempat sampah tertutup.
  9. Tidak membuang ludah sembarangan.
  10. Jika kondisi badan sedang tidak sehat, sebaiknya kamu tidak memaksakan diri untuk datang ke kantor. Mintalah izin ke atasanmu untuk bekerja dari rumah.

Baca juga: Prosedur Standar Para Tenaga Medis dalam Menangani Pasien COVID-19

 

Beraktivitas saat new normal bertujuan agar kamu dapat kembali produktif sehingga roda kehidupan dan perekonomian kembali normal. Namun, pastikan dirimu tetap aman dan terhindar dari virus corona dengan melakukan sejumlah langkah pencegahan. Agar lebih optimal, lindungi diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan Allianz yang memberikan proteksi terhadap penyakit pandemi, termasuk COVID-19. Stay safe!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan